JEDADULU.COM; JAKARTA โ Kabar membanggakan datang dari kancah esports Asia Tenggara. Tim nasional (Timnas) esports Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum SEA Esports Nations Cup (ENC) 2026.
Prestasi gemilang ini diraih setelah skuad Merah Putih mengoleksi tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu dalam ajang yang berlangsung di Ho Chi Minh, Vietnam, Sabtu (9/5/2026) malam WIB.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena Indonesia berhasil menggeser posisi tuan rumah yang bertindak sebagai favorit. Pelatih kepala timnas esports Indonesia, Richard Permana, dalam pesan instan kepada Antara, Minggu (10/5/2026), menyatakan rasa syukurnya.
โDengan tiga medali emas, Indonesia mutlak menjadi juara umum SNC 2026,โ ujar Richard bangga.
Alan-Fazriel: Motor Penggerak Medali
Indonesia mulai mengumpulkan medali sejak nomor PUBG Mobile Solo. Dua wakil Garuda, Alan Raynold Kumaseh dan Fazriel Haikal Aditya, tampil luar biasa dengan masing-masing meraih medali emas dan perak. Keduanya menunjukkan dominasi yang sulit ditandingi oleh peserta dari negara lain.
Tak puas sampai di situ, Alan dan Fazriel juga tampil solid di nomor PUBG Mobile Duo. Mereka berhasil membawa pulang medali perunggu, semakin menambah pundi-pundi perolehan Indonesia.
Adit: Bangkit dari Keterpurukan
Nomor Teamfight Tactics (TFT) menjadi panggung kebangkitan Stefanus Aditya Witjaksono. Pria yang akrab disapa Adit itu memulai laga dengan kurang mulus di gim pertama. Finis di posisi ketujuh, ia hanya mengoleksi dua poin. Namun, mental juara langsung terlihat.
โGame 2 saya bersabar di early game menunggu power spike. Hasilnya close game banget, tapi akhirnya bisa menang,โ ujar Adit. โGame 3 opener sangat bagus, saya jaga momentum hingga bisa secure juara 1.โ
Adit mengaku persiapannya sangat matang. Setiap hari ia berlatih di ranked, bergabung dengan study group berisi pemain TFT dunia, hingga rajin melakukan vod review. Hasilnya, medali emas pun melayang ke pangkuan Indonesia.
Drama di Final Crossfire: Legends
Puncak kegembiraan datang dari nomor Crossfire: Legends. Timnas Indonesia harus berjibaku melawan tuan rumah Vietnam di partai puncak.
Berlangsung dramatis, tim yang diperkuat Gede Bagus Panji Narajaya, Ibnu Qayyim Al Jauziah, Kautsar Faruqurrohman Ekatama, Muhammad Ilyas Alfarizi, Riddho Putra Muharam, dan Tubagus Mochammad Cipta (dibimbing pelatih Iqbal Mauldhan Yusup) sukses menaklukkan Vietnam.
Kemenangan ini sekaligus memastikan Indonesia tidak bisa dikejar oleh negara lain di klasemen akhir.
Indonesia Kokoh di Puncak
Hasil akhir menunjukkan keperkasaan Indonesia. Tuan rumah Vietnam harus puas di peringkat kedua dengan raihan satu emas, tiga perak, dan satu perunggu. Thailand menempati posisi ketiga (satu emas, satu perak), disusul Singapura (satu emas) di posisi keempat, dan Malaysia di posisi kelima dengan tiga perunggu.
Sementara itu, posisi enam hingga sepuluh ditempati oleh Filipina, Kamboja, Timor-Leste, Brunei Darussalam, dan Laos. Myanmar harus terpuruk di dasar klasemen.
Prestasi ini membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya kekuatan tradisional di olahraga konvensional, tetapi juga raksasa baru di dunia esports Asia Tenggara. Selamat untuk timnas esports Indonesia!
(Sumber: Antara)

Komentar