Momen
Beranda ยป Berita ยป Pionir Chatbot AI Era 90-an Tutup Usia: Ask.com Resmi Berhenti Beroperasi Setelah 30 Tahun

Pionir Chatbot AI Era 90-an Tutup Usia: Ask.com Resmi Berhenti Beroperasi Setelah 30 Tahun

Dunia internet kembali kehilangan salah satu pelopor awalnya. Layanan mesin pencari Ask.com yang sebelumnya dikenal sebagai Ask Jeeves resmi menghentikan operasinya setelah lebih dari tiga dekade berkiprah.
Dunia internet kembali kehilangan salah satu pelopor awalnya. Layanan mesin pencari Ask.com yang sebelumnya dikenal sebagai Ask Jeeves resmi menghentikan operasinya setelah lebih dari tiga dekade berkiprah. (Foto: TechCrunch)

JEDADULU.COM โ€“ Sebuah babak penting dalam sejarah internet resmi berakhir. Ask.com, layanan mesin pencari yang dulu populer dengan nama Ask Jeeves, menghentikan operasinya per 1 Mei 2026. Penutupan ini menandai akhir dari perjalanan panjang tiga dekade salah satu pionir dunia maya.

Kabar mengejutkan ini diumumkan langsung melalui pernyataan resmi di situs Ask.com. Perusahaan induknya, IAC (InterActiveCorp), mengambil keputusan strategis untuk memfokuskan bisnis pada lini usaha lain yang lebih prospektif.

“Seiring IAC mempertajam fokusnya, kami memutuskan untuk menghentikan bisnis pencarian, termasuk Ask.com. Setelah 25 tahun menjawab pertanyaan dunia, Ask.com resmi ditutup pada 1 Mei 2026,” demikian bunyi pengumuman di situs tersebut, dikutip dari TechCrunch, Senin (4/5/2026).

Konsep Revolusioner di Masanya

Ask Jeeves pertama kali hadir pada tahun 1996, di saat mesin pencari masih mengandalkan kata kunci kaku dan rumit. Keunikan Ask Jeeves terletak pada pendekatannya yang ramah pengguna: pengguna bisa mengetik pertanyaan dalam kalimat utuh menggunakan bahasa percakapan alami, layaknya sedang bertanya kepada seorang asisten pribadi.

Karakter khasnya adalah maskot seorang pria berpakaian rapi bernama Jeevesโ€”terinspirasi dari nama kepala pelayan dalam novel karya P.G. Wodehouse. Maskot ini menjadi ikon yang melekat di ingatan para pengguna internet generasi pertama.

Dugaan Ada “Orang Penting” di Balik Hilangnya Akun Instagram Ahmad Dhani, Polisi Pun Didatangi

Konsep tanya-jawab alami yang dibawa Ask Jeeves pada akhir 1990-an kini justru menjadi fondasi utama perkembangan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot. Dengan kata lain, Ask Jeeves adalah cikal bakal dari revolusi AI yang sedang meledak saat ini.

Kalah Saing dengan Raksasa Google

Namun, perjalanan Ask.com tidak selalu mulus. Seiring waktu, persaingan di dunia mesin pencari semakin ketat. Google, yang muncul pada akhir 1990-an, perlahan tetapi pasti mendominasi pasar global dengan algoritma PageRank yang revolusioner.

IAC mengakuisisi Ask Jeeves pada tahun 2005. Setelah akuisisi, nama “Jeeves” dihapus dan arah bisnis mulai berubah. Pada 2010, layanan pencarian mulai dikurangi porsinya untuk fokus ke model tanya-jawab yang lebih spesifik.

Ketua IAC saat itu, Barry Diller, pernah mengakui secara blak-blakan bahwa Ask.com kesulitan bersaing dengan Google. Ia menilai platform tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai perusahaan di tengah dominasi raksasa pencarian asal Mountain View.

Warisan bagi Dunia AI

Meski kalah bersaing dan akhirnya tutup, warisan Ask.com tetap abadi. Konsep memahami pertanyaan dalam bahasa manusiaโ€”bukan sekadar kata kunciโ€”menjadi cetak biru bagi pengembangan natural language processing (NLP) yang kini menjadi jantung dari setiap chatbot AI modern.

Piala Oscar 2027 Resmi Atur Soal AI: Film Boleh Pakai AI, Asalkan Manusia Tetap Jadi Bosnya

Para pengamat teknologi menilai bahwa Ask Jeeves adalah “pelopor yang lahir terlalu cepat”. Ide cemerlangnya baru benar-benar menemukan momentumnya dua dekade kemudian, ketika komputasi awan dan kecerdasan buatan sudah cukup matang untuk mewujudkannya secara masif.

Penutupan Ask.com menjadi pengingat bahwa di dunia teknologi, menjadi yang pertama tidak selalu menjamin kemenangan. Namun, visi yang dibawanya tetap hidup dan menginspirasi generasi berikutnya.

Selamat jalan, Jeeves. Jasamu akan dikenang.

(Sumber: TechCrunch)

Jadwal Sengit Timnas U-17 Indonesia di Piala Asia 2026: China, Qatar, hingga Jepang Jadi Lawan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tontonan