JEDADULU.COM, BARCELONA โ Sundulan keras Marcus Rashford dan eksekusi dingin Ferran Torres bukan hanya mempecundangi Real Madrid di Stadion Spotify Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. Lebih dari itu, dua gol cepat di babak pertama tersebut menjadi tiket emas bagi Barcelona untuk juara La Liga Spanyol 2026.
Kemenangan 2-0 dalam laga bertajuk El Clasico ini membuat skuad asuhan Hansi Flick tak terkejar. Dengan koleksi 91 poin dan sisa tiga pertandingan, secara matematis musim La Liga telah usai bagi para pesaing. Ini adalah gelar kedua beruntun bagi La Blaugrana, sekaligus menjadi mahkota ke-29 dalam sejarah panjang klub.
Namun, di balik euforia yang meledak di Catalan, tersimpan sebuah kisah pilu yang membuat perayaan ini terasa sangat emosional.
Malam Penuh Air Mata di Camp Nou
Yang menarik perhatian dunia adalah situasi yang dialami pelatih kepala Barcelona, Hansi Flick. Hanya beberapa jam sebelum kick-off, pelatih asal Jerman ini menerima kabar duka cita: sang ayah meninggal dunia.
Alih-alih absen, Flick memilih untuk tetap berada di bangku cadangan memimpin pasukannya. “Itu adalah hari yang berat. Saya tidak akan pernah melupakan hari ini,” ujar Flick dengan suara bergetar penuh haru usai pertandingan, seperti dilansir Associated Press.
Ia memuji mentalitas para pemainnya yang berhasil mengubah kesedihan menjadi energi positif di lapangan. Kemenangan ini pun seperti persembahan terakhir dari seorang anak untuk ayahnya.
Gelandang bintang Pedri, yang dinobatkan sebagai Man of the Match, secara khusus mendedikasikan trofi tersebut untuk pelatihnya. “Gelar ini untuk Flick, kami kirimkan ke langit untuk ayahnya,” kata Pedri penuh haru.
Sebuah Sejarah Baru di Era Modern
Kemenangan ini bukan sekadar menambah piala. Data dari La Liga menunjukkan bahwa ini adalah hanya kali kedua dalam sejarah kompetisi di mana hasil El Clasico secara langsung menentukan siapa juara.
Sejarah mencatat, kejadian serupa terakhir kali terjadi pada tahun 1932, saat itu Real Madrid keluar sebagai juara. Kini, 94 tahun berselang, giliran Barcelona yang menorehkan tinta emas.
Dominasi La Liga Barcelona dalam 18 musim terakhir juga patut diacungi jempol. Klub berjuluk Blaugrana ini telah memenangkan 11 dari 18 gelar La Liga terakhir, sebuah statistik yang menegaskan bahwa meski Real Madrid memimpin secara total trofi (36), Barcelona adalah raja di milenium baru.
Perburuan Jarak 7 Trofi dan Fakta Finansial
Kemenangan ini memperkecil jarak perolehan trofi La Liga dengan musuh bebuyutan. Real Madrid saat ini memiliki 36 gelar, sementara Barcelona 29. Artinya, Barcelona hanya berjarak 7 trofi dari Real Madrid. Selisih yang mulai menipis berkat proyek jangka panjang Hansi Flick.
Selain trofi kebanggaan, kesuksesan ini juga berdampak signifikan bagi kas klub. Diperkirakan, Barcelona akan mengantongi hadiah uang pembinaan (prize money) antara 60 hingga 90 juta Euro berasal dari hak siar televisi, sebuah suntikan dana segar yang vital bagi stabilitas keuangan klub saat ini.
Dengan perpaduan pemain muda seperti Pedri, Gavi, dan Pau Cubarsi serta amunisi senior, Barcelona kini kembali menjadi kekuatan yang disegani di Eropa.
(Sumber: La Liga/AP)

Komentar