Menu
Jedadulu

Kerajaan Majapahit Runtuh, Siapa yang Pantas Disalahkan?

Kerajaan Majapahit (gambar: romadecade.org)

Majapahit merupakan kerajaan terluas sepanjang sejarah Indonesia bahkan luasnya melebihi negara Indonesia modern. Luas Majapahit meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei, serta Singapura, bahkan mungkin lebih dari itu.

Isu tentang keruntuhan Kerajaan Majapahit sudah ada dan hangat diperbincangkan sejak tahun 1920-an. Ketika gerakan nasionalis Indonesia mulai bangkit, ketegangan antara kelompok santri dengan kelompok abangan yang banyak berafiliasi dengan Budi Utomo. Menurut kaum Abangan, Islamlah yang telah membuat Majapahit runtuh dan mengalami kemunduran.

Bahkan sebuah surat kabar Jawa, Bramartani, memuat kisah penyerbuan Demak ke Kerajaan Majapahit, yang membuat Imperium Jawa yang diagung-agungkan kaum abangan menjadi merosot. Setelah mengalami masa kejayaan, Majapahit secara perlahan mengalami penurunan dan kemunduran.

Dahulu, wilayah Majapahit membentang luas di seluruh Kepulauan Nusantara. Majapahit mendapat peringkat ke-40 dalam imperium terluas sepanjang sejarah di dunia dengan luas sekitar 1.5 juta km² melampaui Kerajaan Sriwijaya di peringkat ke 43 di dunia dengan luas wilayah sekitar 1.2 juta km².

Namun, satu per satu negara bawahan Majapahit memerdekakan diri begitu saja karena wilayah kekuasaannya yang sangat luas tak bisa dipertahankan dan dikendalikan. Ini karena Majapahit tidak memiliki struktur birokrasi modern serta kurangnya pengawasan terhadap negara taklukan. Sehingga, keruntuhan Majapahit tak bisa dihindarkan, setelah tiga abad berdiri akhirnya peradaban besar itu pun runtuh.

Meninggalnya Hayam Wuruk dan Gajah Mada selaku pembangun kejayaan Majapahit merupakan faktor besar melemahnya Majapahit, menurut sejarawan Belanda Bernard H M Vlekke. Saat Mahapatih Gajah Mada wafat 1364 membuat Sang Raja merana. Ia memanggil seluruh anggota keluarga untuk mengikuti suatu rapat negara negara yang khikmad. Empat menteri agung diangkat untuk menggantikan tugas Gajah Mada dan catatan periode akhir pemerintahan Hayam Wuruk jarang ada dan setelah Hayam Wuruk mangkat, Majapahit mulai memumpus.

Lemahnya Majapahit sebagai kerajaan besar kemungkinan terbesarnya karena adanya faktor-faktor berikut:

1. Kerajaan Majapahit tidak lagi memiliki tokoh di pusat pemerintahan yang mampu untuk mempertahankan kesatuan di wilayahnya setelah Gajah Mada beserta Hayam Wuruk meninggal.

2. Struktur dari pemerintahan Majapahit yang mempunyai kesamaan dengan sistem negara serikat di masa modern serta banyaknya kebebasan yang diberikan pemerintahan saat itu kepada daerah, memudahkan wilayah-wilayah yang merupakan jajahan untuk melepaskan diri begitu saja setelah mengetahui jika di pusat pemerintahan sedang terjadi kekosongan kekuasaan. 

3. Terjadinya perang saudara, ini yang menjadi masalah terbesar. Perang saudara yang paling terkenal adalah Perang Paregreg (1401–1406) yang pada saat itu dilakukan oleh Bhre Wirabhumi melawan pimpinan pusat Kerajaan Majapahit. Kemudian Bhre Wirabhumi pun diberikan kekuasaan yang berada di wilayah Blambangan.

4. Masuknya Agama Islam sejak zaman kerajaan yang berada di Kediri, Jawa Timur, dan kedatangan pelaut Portugis yang membuat posisi Kerajaan Majapahit semakin tersingkir yang kemudian menimbulkan kekuatan baru yang menentang Majapahit.

Peradaban besar maupun kecil pasti akan mengalami kehancuran, Keruntuhan Kerajaan Majapahit ini mengundang sejumlah misteri. Bahwa Demak menyerang sisa-sisa Majapahit mungkin benar, tetapi itu bukan karena Raden Fatah (Raja Demak) ingin merebut kekuasaan ayahnya, Brawijaya V, tetapi karena seorang Bupati Kediri Ranawijaya atau Girindhawardhana melakukan kudeta dan membunuh Brawijaya V dan memindahkan pusat pemerintahan Majapahit ke Kediri. Akibatnya, Raden Fatah ingin membalas dendam  kematian ayahnya dan menyerang Ranawijaya, bekas Bupati Kediri yang kini menjadi raja Majapahit, dan mengakhiri sejarah Imperium Majapahit.

Di sinilah kesalahan penulisan sejarah dan sebagian dari masyarakat salah membedakan antara Ranawijaya dan Brawijaya V. Bahkan menurut sejarawan Muhammad Rizal Qosim, Brawijaya V telah masuk Islam sebelum kematianya. Ia didakwahkan Sunan Kalijaga penasihat keagamaan di Keraton Demak sekaligus dapat dibilang cucunya sendiri.

Kemungkinan besar Brawijaya V ingin masuk Islam salah satu faktornya karena ia jatuh cinta dengan Dewi Sari, putri Raja Cermain yang cantik jelita. Pandangan matanya tertuju kepada Dewi Sari yang mengenakan pakaian kerudung membuat Brawijaya V rela pindah agama demi menikahi Dewi Sari.

Penasihat Brawijaya V tidak senang dengan keputusan Brawijaya V untuk pindah agama. Sabdo Palon dan Nayo Genggong langsung meninggalkanya dan melontarkan kutukan kepada mantan junjunganya bahwa mereka akan menguasai tanah Jawa 500 tahun lagi.

Sebelum meninggal, Brawijaya V memerintahkan Adipati Pengging dan Adipati Pranegera untuk menerima kekalahan dan mengabdi kepada Kerajaan Demak untuk menghindari peperangan lebih lanjut. Dengan demikian, Demak semakin memantapkan posisinya menjadi kerajaan Islam pertama di tanah Jawa sekaligus menjadi penerus Majapahit, bekas imperium terbesar di Nusantara.

Dari fakta sejarah di atas, dapat disimpulkan bahwa Islam masuk ke Nusantara tidak dengan pedang dan kekerasan. Melainkan dengan cara yang penuh kedamaian. Majapahit hancur karena Islam adalah upaya devide at impera Kolonial Belanda untuk memecah belah bangsa Indonesia, agar Umat Hindu dan Umat Islam di Indonesia tidak dapat bersatu. Sehingga kedua umat ini diharapkan tak melakukan perlawanan terhadap penjajahan Kolonial Belanda.

(Damar Pratama Yuwanto)
blog lain: damarpeyek.blogspot.com

Sumber:
- Muhammad Rizal Qosim
(Di Balik Buntuhnya Majapahit dan
Berdirinya Kerajaan Islam di Jawa, September 2019)
- Bernard H.M Vlekke
(Nusantara, History of Indonesia, 1943)

Kerajaan Majapahit (gambar: romadecade.org) Majapahit merupakan kerajaan terluas sepanjang sejarah Indonesia bahkan luasnya melebihi neg...
Menulis Indonesia 25 Jan 2020
Jedadulu

Klaim Historis China Atas Laut Natuna Terpatahkan karena Ini

(Ilustrasi: jedadulu.com)

Sebelum ribut-ribut klaim China atas wilayah perairan dekat Natuna pada awal Januari 2020, dunia sudah dikejutkan dengan pengumuman Indonesia pada 4 Juli 2017 soal pergantian nama bagian dari wilayah itu menjadi Laut Natuna Utara. Nama baru tersebut mencakup wilayah utara pulau-pulau di Natuna yang sebagian termasuk dalam “nine dash lines” (sembilan garis putus-putus) yang kerap diklaim China sebagai lautan yang terbentang sejauh lima ratus mil dari pantai daratan sampai ke pantai Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam, dan Indonesia.

Garis putus-putus pada peta China kehilangan dua tanda hubungnya pada 1952. Saat itu penguasa China Mao Zedong mengklaim Teluk Tonkin, Vietnam masuk wilayahnya. Kemudian, pada 12 Juli 2016, pengadilan internasional memutuskan demarkasi sembilan garis putus-putus tidak dapat digunakan Beijing untuk mengajukan klaim Laut China Selatan.

Garis tersebut, yang pertama kali ditulis pada peta China pada tahun 1947, tidak memiliki dasar hukum untuk klaim maritim berdasarkan putusan Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag, Belanda. China pun marah dengan keputusan tersebut.

Wang Ying, seorang ahli geografi kelautan China, juga merasa dirugikan oleh putusan pengadilan. Ying berasal dari Akademi Ilmu Pengetahuan China dan merupakan murid Yang Huairen, seorang ahli geografi China, yang pada 1947 membantu membuat sketsa berbentuk huruf U, 11 garis putus-putus pada peta China. Ini untuk membatasi sekitar 90 persen Laut China Selatan yang diperebutkan menjadi bagian negaranya.

Yang Huairen membuat katalog klaim maritim China. Pada 1947, ia bekerja membuat peta 11 garis putus-putus dan 286 pulau batu dan karang di Laut China Selatan. Yang membantu memberi nama secara resmi setiap bongkahan batu dan karang, merujuk pada wilayah secara kolektif sebagai Kepulauan Laut China Selatan.

Tetapi dua tahun kemudian, kaum Nasionalis kalah dari komunis dalam perang saudara China. Selama Revolusi Kebudayaan yang dihukum atas tudingan otoritas akademik anti-revolusi karena hubungannya dengan kaum nasionalis.

Keputusan Mao Zedong, melalui Perdana Menteri Zhou Enlai, untuk menyerahkan Teluk Tonkin ke Vietnam pada 1952, menghapus dua dari 11 garis putus-putus Laut China Selatan.

Setelah penjelajahan laut selama Dinasti Ming (1368-1644), kaisar Tiongkok sebagian besar menutup kerajaan dari lautan. Sebagai akibatnya, kata Wang, bukti kartografi klaim China atas Laut China Selatan langka.  Pada 1911,  Qing hanya menunjukkan Laut China Selatan sebagai danau kecil.

Namun Wang berpendapat banyak bukti sejarah mendukung klaim Beijing atas kedaulatan masa lalu China atas Laut China Selatan, mulai dari pecahan tembikar hingga buku panduan navigasi yang digunakan oleh nelayan China.

Tentu saja, negara-negara lain yang berbagi jalur air, seperti Vietnam, Malaysia dan Filipina, memiliki temuan arkeologis sendiri yang disebut bukti rakyatnya juga menjelajahi Laut China Selatan. Selain itu, konvensi maritim internasional, di mana China menjadi anggotanya, kurang memperhatikan sejarah dalam hal memutuskan klaim atas laut oleh negara-negara non-kepulauan.

Pada akhirnya, bahkan tidak jelas apa arti garis sembilan putus-putus bagi China. Menurut Wang, untuk rata-rata orang China, setiap tetesan air laut di dalam garis-garis tersebut jelas milik China.

Langkah Indonesia mengganti nama jadi Laut Natuna Utara pada 2017, merupakan pengingat betapa seriusnya Indonesia memperlakukan posisinya sebagai tempat kerajaan perdagangan kuno dan lokasi beberapa selat strategis paling penting di dunia, yaitu Melaka, Sunda, Lombok, dan Makassar.

Meskipun Indonesia tidak memiliki sengketa pulau dengan China, pendiriannya di perairan Natuna menyatukannya dengan negara-negara pesisir lainnya dalam menghadapi China (meskipun Filipina di bawah Presiden Duterte saat ini tampaknya lebih memilih uang China untuk kedaulatan atas lautannya).

Tahun lalu, Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag menerapkan konvensi tersebut untuk menentukan secara tegas Filipina dalam klaimnya terhadap tindakan China di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)-nya, termasuk mengusir kapal nelayan Filipina, dan membangun struktur pada batu dan kawanan yang tidak memiliki status dari pulau. Dengan melakukan hal tersebut, pengadilan menolak klaim China terhadap keseluruhan laut dan dengan implikasi perairan Natuna Utara.

Jangan membayangkan istilah Laut China Selatan menyiratkan kepemilikan China. Ini adalah konstruksi Barat yang berasal dari sekitar tahun 1900. Portugis tiba di sana pada awal abad ke-16 dan menyebutnya Laut Cham, setelah kerajaan maritim pesisir Vietnam. Nama lain di berbagai zaman meliputi Laut Luzon dan (oleh pedagang Arab awal) Laut Cengkeh. Ke China sudah lama Laut Selatan dan ke Vietnam Laut Timur.

Laut Melayu adalah istilah lain yang telah diterapkan untuknya dan tetangganya yang terdekat, laut Jawa, Sulu, dan Banda. Laut China Selatan sendiri sebagian besar merupakan lautan Melayu, sebagaimana didefinisikan oleh kelompok budaya dan bahasa dari mayoritas orang yang tinggal di sepanjang tepiannya.

Sebelumnya, Kerajaan Sriwijaya yang berbasis di Sumatra memegang kekuasaan serupa melalui kontrol atas Selat Melaka dan oleh karena itu semua perdagangan laut antara China dan Kepulauan Rempah-Rempah dengan India, Arab, dan sekitarnya. Pada masa inilah kapal-kapal dari kepulauan membawa koloni pertama ke Madagaskar, meninggalkan jejak bahasa dan genetika yang masih ada sampai hari ini. Mereka juga diperdagangkan melintasi samudera India ke Afrika dan Yaman.

Orang Romawi pertama yang diketahui telah mengunjungi China melakukannya di laut melalui India dan semenanjung Melayu. Perdagangan menyebarkan Buddhisme ke Sumatra dan Jawa, di mana pada abad kelima ia berkembang sedemikian rupa sehingga Sriwijaya menarik biksu China

Perdagangan dengan China meledak pada Dinasti Tang ketujuh sampai kesepuluh, sebuah era perdamaian dan kemajuan. Ketika orang China dilarang pergi ke luar negeri, perdagangan membawa sejumlah besar pedagang India, Melayu, Persia, dan Arab untuk menetap di pelabuhan China selatan Guangzhou dan Quanzhou, dan kemakmuran ke pelabuhan Sumatra, Jawa, dan semenanjung Melayu.

Tidak sampai era Song Selatan, ketika Cina utara berada di bawah pemerintahan Asia Tengah, orang-orang China mulai berpartisipasi secara langsung dalam perdagangan, dan bahkan kemudian kapal tersebut tidak berada di kapal mereka sendiri. Dinasti Yuan yang mengikuti pembatasan lebih lanjut mengenai partisipasi China dalam perdagangan, tapi juga menyerang Jawa saat Raja Singasari di Jawa Timur menolak untuk memberikan penghormatan kepada kaisar Kubilai Khan. Invasi itu adalah bencana. Yang diinginkan Kublai adalah penyerahan politik yang melampaui apa yang disebut “upeti” misi yang dikirim oleh negara-negara perdagangan ke istana kekaisaran

Sudut Pandang Indonesia 

Indonesia memiliki dasar hukum yang kuat untuk mempertahankan kedaulatannya di perairan Natuna. Sebaliknya, Indonesia menolak secara tegas klaim historis China atas ZEE Indonesia

Pertama, klaim historis China bahwa sejak dulu nelayan China telah lama beraktivitas di perairan tersebut bersifat unilateral, tidak memiliki dasar hukum, dan tidak pernah diakui UNCLOS 1982.

Indonesia juga menolak istilah ‘relevant waters’ yang diklaim China karena istilah ini tidak dikenal dan tidak sesuai dengan UNCLOS 1982. Kedua, Indonesia mendesak China untuk menjelaskan dasar hukum dan batas-batas yang jelas perikal klaim di ZEEI berdasarkan UNCLOS 1982. Ketiga, berdasarkan UNCLOS 1982 Indonesia tidak memiliki overlapping claim dengan China sehingga berpendapat tidak relevan adanya dialog apapun tentang delimitasi batas maritim.

Apa sebenarnya UNCLOS itu? Ini adalah singkatan dari United Nations Convention on The Law of the Sea, yang sering disebut Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Indonesia sudah meratifikasi konvensi ini melalui UU No 17 Tahun 1985. Sejak saat itu, Indonesia resmi tunduk pada rezim UNCLOS 1982.

Negara kepulauan menurut UNCLOS 1982 adalah suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih gugusan kepulauan dan dapat mencakup pulau-pulau lain. Negara kepulauan dapat menarik garis dasar/pangkal lurus kepulauan yang menghubungkan titik-titik terluar pulau-pulau dan karang kering terluar kepulauan itu

Termasuk dalam ketentuan konvensi adalah ZEE Indonesia di wilayah perairan Natuna Utara. Kali ini, kapal-kapal China berani kembali melakukan kegiatan eksploitasi tanpa izin di wilayah tersebut. Tidak hanya tanpa izin, namun juga bersikukuh pada klaim sepihaknya atas hak eksploitasi di sana.

Penguatan kewilayahan laut Indonesia sebagaimana diatur dalam UNCLOS 1982 juga telah diperkuat melalui UU No 32 Tahun 2014 tentang Kelautan. Undang-Undang ini menjadikan Deklarasi Djuanda 1957 juncto UNCLOS 1982 sebagai salah satu momentum penting yang menjadi pilar memperkukuh keberadaan Indonesia suatu negara. Dua momentum lain adalah Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Catatan Kerajaan Majapahit menjelaskan armada Laut Jawa yang berdagang ke China bukan sebaliknya, pedagang China yang ke Nusantara. Pada masa Airlangga tidak mencatat ada pedagangan China di Tanah Jawa menurut prasasti pataka 1021 M. 

Baru pada tahun 1416 M, tercatat Yingya Shenglan, China sebagai warga kialan yang tinggal di Jawa. Prapanca 1305 M menjelaskan Shenglan sebagai bagian dari kebijakan Majapahit.

Bertentangan dengan apa yang sering diasumsikan, misi ini kebanyakan tidak memiliki implikasi politik. Mereka paling sering terjadi pada saat persaingan antarpasar paling ketat. Tribute adalah pembayaran untuk menerima preferensi untuk perdagangan di China, dan ini juga berlaku sebaliknya.

Pedagang China yang mengunjungi Filipina harus membawa hadiah untuk kepala suku setempat agar diizinkan berdagang. Ambisi kekaisaran Kubilai sebagian diambil oleh Dinasti Ming dengan pengiriman antara 1405 dan 1433 dari tujuh armada besar di bawah kasim Muslim Zheng He untuk menunjukkan kekuasaan China di sepanjang laut selatan dan barat, menuntut penguasa lokal mengakui supremasi kaisar.

Namun, pelayaran itu memiliki nilai strategis yang kurang dan terlalu mahal untuk dipertahankan. Mereka juga tidak banyak berkontribusi dalam pengembangan perdagangan China. Pada saat itu, permukiman kecil pedagang Cina dapat ditemukan di pelabuhan Jawa dan Sumatra, beberapa akibat pembersihan orang-orang Muslim di Quanzhou, namun mereka masih merupakan pemain kecil ketika, hanya delapan puluh tahun setelah pelayaran terakhir Zheng He, orang Portugis tiba untuk menaklukkan Melaka, kota Muslim Melayu yang merupakan daerah pemberdayaan kawasan ini.

Jika didalami dari jalur perniagaan maritim, Indonesia memiliki sejarah lebih tua daripada China. Penamaan Natuna Utara merupakan pertanda bahwa negara kepulauan terbesar di dunia akan berdiri teguh, mendorong Filipina dan Malaysia untuk melakukan hal yang sama, sampai pertarungan arogansi China mereda dan dapat memperlakukan 400 juta tetangga maritimnya serta, mengakui pelaut, dan perdagangan mereka.

Jika hanya berdasarkan Klaim Sepihak Menurut sebuah karya Sastra Sunda (Caritha Parahyanan) ada kegiatan memuliakan Raja Sanjaya (Kerajaan Medang Jawa Tengah) sebagai sang penakluk agung  yang menguasai Bali, Sumatra, Kamboja bahkan India, dan China di bawah kekuasannya. Meskipun mungkin yang dimaksud hanya China bagian selatan dan India bagian timur, tetap tidak mustahil begitu agungnya Kerajaan Medang

Ini karena jika pujangga kerajaan itu sendiri yang mengatakanya untuk memuliakan rajanya sendiri, klaimnya bisa dipertanyakan. Tetapi jika kerajaan lain yang mengakui wilayah kedaulatan kerajaan lain yang begitu luas, bisa jadi pernyataan orang-orang Sunda itu adalah kebenaran. Namun demikian, biar sejarah yang membuktikannya.

Sumber:

- Muhammad Rizal Qosim
(Di Balik Buntuhnya Majapahit dan Berdirinya Kerajaan Islam di Jawa, September 2019)
- Bernard H.M Vlekke
(Nusantara, History of Indonesia, 1943)
- hukumonline.com
- koran Harian Republika, Rabu, 15 Januari 2020 (Yoniviter, peneliti senior FPIK IPB)
- merdeka.com
- matamatapolitik.com
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20200106140946-4-127958/ramai-ramai-negara-asean-geram-karena-klaim-laut-china

(Damar Pratama Yuwanto)
blog lain: damarpeyek.blogspot.com












(Ilustrasi: jedadulu.com) Sebelum ribut-ribut klaim China atas wilayah perairan dekat Natuna pada awal Januari 2020, dunia sudah dikeju...
Menulis Indonesia 19 Jan 2020
Jedadulu

Asal-Usul Raden Fatah, Benarkah Ia Seorang Yahudi?

Gambar Raden Fatah (Foto:ganaismalika.com)
Demak adalah kerajaan pertama yang menjadi pelopor penyebaran Islam di Jawa dan juga Nusantara. Raden Fatah merupakan pendiri Kerajaan Demak yang kemudian menjadi raja pertama Kesultanan Demak. Sejumlah sumber sejarah menyebutkan ia merupakan putra dari Prabu Brawijaya V, seorang raja Majapahit. Meskipun asal usulnya masih diperdebatkan hingga saat ini.

Dalam salah satu cuplikan di video berbagai channel YouTube pada akhir 2019, sejarawan dan budayawan Indonesia, Ridwan Saidi, memaparkan bahwa Raden Fatah merupakan seorang Yahudi. Ia pun mempertahankan pendapatnya ketika dikonfirmasi oleh Republika.co.id. Pernyataan Ridwan Saidi ini menimbulkan polemik di tengah masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim.

Ridwan Saidi menuturkan bahwa Raden Fatah itu Yahudi bar-bar. Ini panjang ceritanya, Bermula dari kemenangan Ottoman merebut Konstantinopel pada 1453 Masehi. Menurut Ridwan, pernyataan Raden Fatah yang merupakan Yahudi bar-bar itu ada di dalam buku Ferdinand Mendespito.

Menurut Babe, sapaan akrab Ridwan, buku berbentuk laporan perang tersebut menceritakan Perang Pasuruan melawan Pasukan Yahudi. Jadi ia beranggapan itu bukan buku karangan, tapi laporan perang.

Lebih lanjut Ridwan memaparkan, ketika Islam Ottoman menguasai Konstantinopel, perdagangan Yahudi hancur karena dikuasai juga oleh Islam. Hingga akhirnya pihak Katolik dalam hal ini Kerajaan Portugal memikirkan sebuah cara untuk menghindari keributan antara Islam melawan Yahudi terkait perdagangan internasional tersebut. Bukti dan alasan pendukung itu berdasar kesaksian Ferdinand Mendespito, yang ditugaskan oleh Raja Portugal untuk menguntit pergerakan Pasukan Yahudi.

Ridwan menegaskan, Pate atau Raden Fatah itu merupakan orang yang sama dan ada di periode yang sama juga. Menurut dia, dalam buku karangan Ferdinand tersebut, juga jelas terpampang namanya.

Banyak buku sejarah menyatakan Raden Fatah merupakan keturunan Tionghoa dan mendapat julukan Senapati Jinbun. Berdasarkan penjelasan dalam Kronik China dari Kuil Sam Po Konh Semarang, Raden Fatah memiliki nama Tionghoa yaitu Jin bun (orang kuat) tanpa nama marga.

Masyarakat Demak juga sangat mengecam serta mendesak Ridwan Saidi untuk mencabut pernyataan Ridwan tersebut. Selain dianggap menghina, pernyataan Ridwan soal raja Kesultanan Demak tersebut juga dituding sebagai bentuk penyelewengan terhadap sejarah Islam di Indonesia.

Salah satu tokoh masyarakat Demak, Kholid Muktiyono, mengungkapkan, pernyataan Ridwan Saidi tersebut sangat melukai warga Demak. Ia bahkan menuding pernyataan budayawan tersebut ‘ngawur’ .
Kholid pun mempertanyakan dasar pemikiran Ridwan Saidi hingga berani mengeluarkan pernyataannya yang menyebutkan Raden Fatah merupakan seorang Yahudi dan tidak pantas disebut dengan ‘raden’.

Menurut Khalid, masyarakat di Kabupaten Demak sangat tidak bisa menerima karena sosok Raden Fatah sangat dihormati. Selama ini masyarakat Demak menghormati sosok Raden Fatah karena tokoh sejarah ini merupakan pendiri Kesultanan Demak. Maka ia pun mengingatkan agar Ridwan sebagai seorang Budayawan Betawi agar tidak asal ngomong.

Sejarawan dan Guru Besar Sejarah UGM Djoko Surjo menyatakan, Sultan Demak bukan keturunan Yahudi. Para sejarawan, budayawan, arkeolog, dan ulama sepakat dan berketetapan hati bahwa Raden Fatah dan Sultan Trenggono adalah putra Nusantara asli. Hal itu berdasarkan bukti otentik, baik catatan maupun peninggalan sejarah yang ada. Telah dibuktikan bahwa kedua penguasa Kerajaan Demak itu keturunan raja di Jawa.

Djoko Suryo mengatakan, berdasarkan bukti sejarah yang ada, Raden Fatah merupakan Sultan Kerajaan Islam pertama Demak yang berkuasa pada tahun 1482 hingga 1515 Masehi. Ia merupakan keturunan Raja Brawijaya V dengan ibu dari Campa dan dididik dan belajar agama oleh para sunan.

Sejarah panjang Kerajaan Demak, lanjut Djoko Suryo, dari mulai Kerajaan Mataram Kuno bernuansa Hindu-Buddha hingga lahir Raden Patah beserta keturunannya, Sultan Trenggono. Secara nyata berdasarkan silsilah kedua sultan ini adalah keturunan raja Jawa.

Sebenarnya asal-usul Raden Fatah sampai saat ini masih menimbulkan kontroversi setiap sejarawan memiliki pendapat masing masing. Itu sebabnya untuk hal ini diperlukan kajian lebih lanjut.

Sumber:

-Muhammad Rizal Qosim
(Di Balik Runtuhnya Majapahit, Berdirinya Kerajaan Islam di Jawa, September 2019)
- Ahmad Mansur Suryanegara
(Api Sejarah, 2015)
- Republika.co.id

(Damar Pratama Yuwanto)
blog lain: damarpeyek.blogspot.com

Gambar Raden Fatah (Foto:ganaismalika.com) Demak adalah kerajaan pertama yang menjadi pelopor penyebaran Islam di Jawa dan juga Nusantar...
Menulis Indonesia 17 Jan 2020
Jedadulu

Untuk Bunda yang Semerbak Bunga

Aku dan bundaku

Aku menulis artikel ini untuk mengungkapkan perasaanku terhadap ibuku yang kupanggil "Bunda", seseorang yang kecantikannya menyerupai bunga mawar, dan senyumnya selalu merekah seperti bunga matahari.

Wahai pembaca bolehkah aku ingin tahu dengan sedikit kepo? Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata cinta dan kata ibu?

Pasti ada banyak jawaban yang tak terduga karena kedua kata itu tak dapat dipisahkan. Tetapi aku masih belum mampu benar-benar mengerti kedua kata itu secara seksama. Terutama kata yang nomor dua, meskipun cinta bukan hanya sekadar bunga atau pun puisi, aku tetap ingin memberikan bunga untuk bundaku agar ia bisa tersenyum setiap pagi saat mencium harumnya aroma bunga yang akan kutanam di depan rumah, agar bundaku dapat melihat betapa indah sebuah rumah saat seorang ibu selalu bahagia.

Kata cinta menurutku dapat diartikan dengan suka atau sayang terhadap apapun, dapat berupa barang, orang, tempat, atau pun suasana. Tapi setiap Hari Ibu tiba, aku masih belum mengerti bagaimana cara membahagiakan dia. Ada yang bilang surga ada di telapak kaki ibu, aku setuju dengan ungkapan tersebut.

Aku tetap harus berusaha membalasnya tanpa terkecuali. Bagi bunda, aku adalah segala-galanya dan bagaimanapun caranya, meskipun tak akan cukup membalas jasanya dengan kugendong dari Sabang sampai Merauke.

Aku ingat saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak, aku pernah memberinya setangkai bunga yang kudapatkan dari acara kondangaan dan saat aku memberikan bunga itu padanya, ia tertawa dan memelukku erat-erat. Aku pun menyematkan bunga itu ke daun telinganya sebagai ungkapan sayangku padanya. Meskipun, terkadang aku membuatnya marah, pintu maaf tak pernah tertutup dari hatinya, hatinya bagai bunga. Yang tetap berusaha memaafkan walau diberi rasa kecewa. Ia memang lembut bagaikan bunga matahari yang penuh kehangatan.

Sebenarnya tak ada hari terkhusus untuk merayakan Hari Ibu atau bunga untuk Hari Ibu. Hari ini, kemarin, esok, dan seterusnya bahkan sampai akhir zaman adalah Hari Ibu. Ibu bagaikan bunga yang selalu mekar sepanjang zaman. Aku anak yang tidak sempurna, tetapi siap berbakti dengan menanam ribuan bunga di hatinya yang biru. Selamat Hari Ibu.

Bundaku, ibu terhebat sepanjang masa, membawa harapan untuk hari esok yang lebih cerah dan impian masa depan yang bahagia. Apakah kalian bisa lahir tanpa ibu? Ya  tentu saja tidak, kalian semua pasti tidak bisa hidup di dunia ini tanpa ibu! Jadi mulai sekarang sayangilah ibu kalian karena saat kita lahir ke dunia, kita tak membawa setangkai bunga pun, tetapi saat kita lahir sang ibunda telah menanam jutaan bunga di jiwanya untuk menyambut kehadiran kita.
floweradvisor.co.id
Bukan berarti aku merasa anak paling berbakti di dunia, justru mungkin teman-teman lebih tahu dariku bagaimana cara membahagiakan orang yang telah melahirkan dengan mengorbankan nyawa, bagaikan bunga dandelion yang serbuknya menyebar di udara. Jika aku bertanya pada bunda apakah aku sudah cukup mencintainya? Sudah pasti kata iya yang selalu keluar dari lisannya.

Aku yakin jawaban itu diungkapkan agar aku tidak merasa rendah diri. Tapi aku merasa belum cukup membalas kebaikannya, yah memang siapa pun anak tak akan mampu membalas kebaikan sang ibu yang melahirkan dengan sakit yang setengah mati, seperti puluhan tulang patah sekaligus dalam waktu yang bersamaan, dan rela berkorban demi anaknya yang selalu menjadi bagian dari dirinya.

Tapi aku masih merasa entah kenapa di bawah standar dibanding anak-anak lain dalam hal menyayangi ibunya jika mau mengingat kebaikannya padaku, tak akan cukup untuk ditulis dalam artikel ini. Bundaku bahkan rela untuk hidup sederhana dan menahan diri membeli busana mahal, bahkan hatiku rasanya mau copot saat melihat dia tak punya sepatu sama sekali, hanya punya satu sandal jepit. Bundaku pun sering kebingungan saat kondangan karena ia hanya memiliki dua baju untuk pergi keluar rumah.

Meskipun terkadang bundaku agak sedikit iri dengan tetangga kami yang punya koleksi baju hingga lemarinya penuh. Demi membiayai sekolahku dan membiayai lesku dan juga adik perempuanku, ia rela hidup sederhana. Menurut pemikiran bundaku, lebih baik ibu dan ayahku hidup sederhana yang penting anak-anaknya bisa sukses dan jadi orang yang berguna untuk banyak orang atau minimal berguna untuk dirinya sendiri, dengan mengutamakan pendidikan serta punya masa kecil yang bahagia.

Jika ke mal, bundaku lebih mementingkan membeli baju untukku dan adikku, daripada bajunya sendiri. Sekali lagi aku tekankan jangankan artikel ini luas Samudra Pasifik, jika dijadikan kertas tak akan cukup menuliskan kebaikannya.

Belum lagi ia adalah seorang bunda yang mau menerima keadaanku apa adanya meskipun aku berbeda dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Awalnya aku sendiri yang malu karena menyandang sindrom asperger. Tapi bundaku tak malu sama sekali. Aku sering menjadi bahan bullyan teman dan aku dibenci oleh beberapa guru dan teman-temanku karena dianggap suka menyalahi aturan.

Pada saat aku masih kecil bahkan terkadang mungkin sampai sekarang bundaku selalu berusaha yang terbaik untukku agar aku tidak putus sekolah. Bundaku sangat sering membawaku ke psikolog untuk tahu apa yang menyebabkanku sulit berbaur dengan anak-anak lain.

Dan akhirnya orang tuaku pun tahu aku memang memiliki sesuatu yang berbeda dari anak lain pada umumnya. Saat mendengar aku punya sindrom asperger, bundaku tidak kecewa sama sekali. Aku pun sangat terkejut saat mengetahuinya dia bagaikan mawar dark pink yang memiliki rasa syukur yang mendalam dan terima kasih kepada seseorang supaya aku tumbuh kuat seperti bunga-bunga di pekarangan dan dia terus berada di sisiku untuk menyiramiku dengan semangat yang menyala-nyala.

Bahkan saat menerima rapor di kelas 9, bundaku mendapat laporan dari wali kelasku kalau ternyata aku sering menjadi bulan-bulanan beberapa temanku. Bundaku memang bukan orang yang cuek bagaikan toko bunga dengan kepedulian dan koleksi bunga yang seakan tak terbatas. Bunda sudi untuk menyelesaikan masalah ini kepada wali kelasku dan orang tua teman-temanku yang menggangguku.

Dan saat aku outing ikut ke Ujung Kulon kala masih duduk di bangku SD, bundaku tahu jika aku sedang sakit di sana padahal jarakku denganya sangat jauh. Aku memang penyakitan, aku pernah tes di Bio E, aku punya puluhan alergi. Itu sebabnya bundaku selalu menghawatirkan kesehatanku. Itu sebabnya ia agak ragu saat aku keluar kota tanpa kehadirannya.

Saat aku sedang pilek dan buang ingus, guru SD ku menyodorkan panggilan telepon dari bundaku. Ternyata bunda mengetahui jika aku sedang sakit, seakan bundaku memiliki GPS yang dapat mengetahui keadaanku tanpa melihatnya, bagaikan bunga seruni merah, yang penuh rasa cinta.

Sudah dulu ya artikelku teman-teman, aku ingin mengakhiri artikel ini dengan sepotong puisi sederhana yang kubuat dan kubacakan saat hari ulang tahun bunda.

Aku harap artikelku bermanfaat, terima kasih telah membaca artikel ini. Meskipun ini bukan tulisan dengan kualitas tingkat tinggi, tapi ini sudah cukup untuk meluapkan rasa cintaku pada bundaku.

Semoga hari ini menjadi yang sangat menyenangkan bagi ibu-ibu di seluruh dunia yang bagaikan bunga yang berseri-seri. Aku tak pernah  kehabisan kata kata untuk bundaku. Inilah puisiku yang sederhana selamat menikmati.

Terkadang aku merasa resah dengan semua ujaranmu
tapi kupersembahkan sajak ini untukmu                                            
di bulan ini para pemuda bersumpah
di bulan Naruto lahir dengan gagah

Tali emas di bungkus sutera adalah rambutmu
omelanmu memecahkan pintu menjelma cermin patah 
yang menggugah waktu dalam sejuta kisah dongeng peri
tak ada yang sekuat perwatakanmu

Aku seakan menikam mata tanpa membukanya
tak kuasa menahan parasmu
menahan segala kebaikanmu
secepat kedatangan bulan Oktober
cintaku hanya untuk bundaku
bertahun tahun aku menunggu untuk menyampaikan ini
aku mengalami kegelisahan 
aku bersumpah pujian ini bukanlah satire


Damar Pratama Yuwanto
Siswa Kelas 9 SMPN 20 Depok
Blog: damarpeyek.blogspot.com

Aku dan bundaku Aku menulis artikel ini untuk mengungkapkan perasaanku terhadap ibuku yang kupanggil "Bunda", seseorang yang ...
Menulis Indonesia 6 Jan 2020