Kopi Lombok, Kenikmatan, Keindahan, dan Kecantikan

 

Kopi (Pixabay)



Meminum kopi selama ini dipercaya banyak orang bisa membantu meningkatkan energi untuk beraktivitas. Selain itu, riset yang dilakukan ilmuwan dari Jerman membuktikan meminum kopi dalam jumlah wajar bisa membantu menjaga kesehatan jantung.

Tak hanya dari sisi kesehatan, berdasarkan keterangan berbagai sumber, kopi ternyata juga bermanfaat untuk menjaga atau memelihara kecantikan. Ilmuwan dari American Chemical Society, belum lama ini menyatakan, kopi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Manfaat ini didapatkan dari kandungan antioksidan kopi yang tinggi. Manfaat kopi untuk kesehatan kulit bisa didapatkan dengan menggunakannya secara topikal, seperti dijadikan sebagai masker atau scrub.

Kandungan kafein dalam kopi ternyata dapat membantu mengurangi munculnya selulit pada kulit. Pasalnya, kafein membantu melebarkan pembuluh darah di bawah kulit dan meningkatkan aliran darah secara keseluruhan sehingga akhirnya mengurangi tampilan selulit. Untuk mendapatkan manfaat ini, kopi harus dijadikan sebagai scrub.

Mengoleskan kopi secara langsung ke kulit juga bisa mencegah penuaan. Tanda-tanda penuaan biasanya terlihat dengan munculnya bintik matahari, kemerahan, dan garis-garis halus di wajah.

Kopi juga kaya vitamin B3 karena adanya pemecahan senyawa kunci yang disebut trigonelline. Triginellin bisa terurai menjadi niacin setelah biji kopi dipanggang. Riset dari Skin Cancer Foundation juga menyatakan, niacin membantu mencegah kanker kulit non-melanoma.

Kafein dalam kopi yang membantu melebarkan pembuluh darah juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan lingkaran hitam di bawah mata. Untuk menggunakannya, bisa mencampurkan setengah sendok kopi dengan minyak zaitun plus tambahan sedikit air.

Beragam manfaat tersebut membuat kopi hingga saat ini menjadi salah satu komoditas yang paling dicari dan tren di dunia. Untungnya, Indonesia termasuk negara yang kaya kopi. Kopi Java, Kopi Toraja, Kopi Gayo, Kopi Wamena, Kopi Kintamani, Kopi Sidikalang, Kopi Lanang, dan Kopi Sumatera adalah contoh deretan kopi-kopi khas Indonesia yang sudah mendunia. Beberapa tahun terakhir, Kopi Lombok, asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga mulai diminati khalayak.

Pulau Lombok memang tak hanya terkenal oleh keindahan alamnya yang sudah mendunia. Hal lain yang bisa ditemukan ketika berwisata di Lombok adalah kopi. Seperti keindahan alamnya, sejumlah merek kopi dari Lombok bahkan sudah mendunia.

Wajar bila banyak pengusaha kopi yang berasal dari Lombok. Salah satunya adalah Nurul Inayati yang berasal dari Kota Mataram, Lombok. Kami berjumpa Nurul pada akhir 2018 lalu seusai gempa mengguncang kawasan itu.

Nurul sudah memulai usahanya sejak tahun 2005. Awalnya, dia menjual buah-buahan dan sayuran. Tetapi produk yang dia jual sering rusak. Akhirnya dia beralih ke kopi yang lebih awet.

Nurul membeli kopi langsung dari petani-petani lokal yang ada di Lombok. Ada kopi robusta, arabica, dan juga kopi luwak. Pemasarannya, ia mengandalkan beberapa kenalannya saat bekerja di hotel dahulu. Beberapa dia kirim juga ke kenalannya di luar negeri. Hingga kini, kopi asli Lombok yang dijual Nurul sudah tersebar ke mancanegara mulai dari Jerman, Cina, Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Taiwan.

Menurut Nurul, untuk kopi jenis robusta pasarannya di Indonesia lebih gampang, sedangkan untuk kelas komoditas ekspor biasanya pelanggan membeli dengan cita rasa wine dan luwak kopi. Kedua jenis kopi tersebut memiliki cita rasa berbeda dari kopi lainnya, seperti robusta dan arabica, sehingga peminatnya cukup banyak. Seluruh dunia memang sudah mengetahui kopi Indonesia terkenal dengan luwak. Sehingga harganya memang cukup mahal untuk dijual keluar negeri. Selain itu, keistimewaan dari kopi yang diolahnya ini yakni mulai dari biji kopi hingga menjadi kopi, pengolahannya dilakukan sendiri dengan biji kopi pilihan.

Meski kian terkenal di mancanegara, Nurul mengajak para petani kopi setempat untuk memperbaiki kualitas kopi pascapanen. Pasalnya, kualitas pascapanen kopi Lombok belum sempurna. Ada masukan dari pengusaha asing yang menyebut kopi robusta Lombok memang memiliki kualitas terbaik. Tapi, yang menjadi evaluasi adalah pascapanen. Kopi Aceh, misalnya, tetap utuh putih bersih. Beda dengan kopi Lombok, mulai dari proses pengeringan hingga penumbukan perlu diperbaiki.

Oleh sebab itu, para petani kopi di Lombok masih perlu memerhatikan pembibitan, pemeliharaan, pemanenan biji kopi, hingga pascapanen. Memang, saran dia, perlu terus ada edukasi kepada para petani dan pelaku usaha dari berbagai sisi, termasuk dalam menghasilkan bulir kopi yang matang pohon dan utuh. Nurul juga berharap ada pendampingan kepada pelaku usaha kopi, mulai dari proses pengemasan, pembuatan merek, hingga pemasaran. 


Visi Ekonomi Lestari


 

 

(Dinar K Dewi)

No comments