Pukul 10 Malam, Waktu yang Paling Tepat untuk Tidur

- November 25, 2021
advertise here

Tidur sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh (foto: pixabay)
 

Sudah menjadi rahasia umum, tidur menjadi faktor penting bagi tubuh untuk memperbaiki organ-organnya sendiri. Seberapa baik waktu dan durasi tidur akan memengaruhi kesehatan tubuh utamanya pada organ penting.

Saat tidur, tubuh akan menyeimbangkan hormon, mengatur nafsu makan, meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, mendukung fungsi otak yang sehat, dan memperbaiki hal-hal penting seperti otot, jantung, dan pembuluh darah.

Studi terbaru yang diterbitkan dalam European Heart Journal, November 2021, dan dilansir dari wellandgood.com, menunjukkan bahwa tidur di antara pukul 10 hingga 11 malam merupakan titik paling tepat yang dapat menyehatkan jantung. Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, ada banyak penelitian tentang bagaimana jadwal tidur dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, terutama di antara individu yang bekerja shift malam.

Menurut Klinik Cleveland Amerika Serikat, siklus tidur-bangun biasanya diatur oleh ritme sirkadian, yang bertindak sebagai jam internal. Adapun ritme sirkadian sebagian bergantung pada isyarat seperti siang hari dan malam hari.

Ketika cahaya ditransmisikan melalui mata dan masuk ke pusat kendali otak, itu menunjukkan kepada tubuh apakah sudah waktunya untuk bangun, pergi tidur, atau tetap terjaga.

Sebuah makalah pada 2017 yang diterbitkan dalam Current Sleep Medicine Reports menunjukkan bahwa di antara pekerja shift dan orang-orang dengan jam non-tradisional, jadwal tidur yang terganggu dan ritme sirkadian dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Itu termasuk mengarah ke berbagai kondisi medis, termasuk diabetes, masalah gastrointestinal, gangguan fungsi kekebalan tubuh, penyakit kardiovaskular, kantuk yang berlebihan, suasana hati, gangguan sosial, dan peningkatan risiko kanker.

Hal tersebut penting, karena studi European Heart Journal menunjukkan ada titik pas untuk tidur dalam siklus 24 jam tubuh dan penyimpangan dari waktu itu dapat merugikan kesehatan.

"Waktu paling berisiko adalah setelah tengah malam karena berpotensi mengurangi kemungkinan melihat cahaya pagi yang mengatur ulang jam tubuh," kata seorang penulis penelitian, Dr David Plans, kepada European Society of Cardiology.

Jika merasa stres tentang keadaan kebiasaan tidur, jangan panik. Hal terpenting yang dapat dilakukan saat tidur adalah mencoba memulai rutinitas yang tidak banyak berubah.

"Gunakan jam sebelum tidur sebagai waktu tenang, pastikan untuk menghindari gadget atau barang elektronik, cahaya buatan yang terang, dan olahraga berat, karena ini cenderung memberi sinyal pada otak untuk tetap terjaga," kata asisten profesor anatomi dan fisiologi medis di Ponce Health Sciences University Saint Louis Amerika Serikat, Dr Alicia N Pate.

National Sleep Foundation juga merekomendasikan waktu tidur selama tujuh sampai sembilan jam per hari yang merupakan durasi yang bagus untuk memulai memperbaiki ritme sirkadian.

Dr Pate juga menyarankan untuk menghindari waktu layar di jam-jam menjelang waktu tidur karena ini dapat membingungkan interpretasi otak terhadap isyarat cahaya.

Bisa juga mencoba berpartisipasi dalam praktik relaksasi seperti mandi air panas, meditasi, peregangan ringan, mendengarkan musik yang menenangkan, bernapas dalam-dalam, atau membaca buku (ini membantu tubuh bersiap untuk tidur).

Konsistensi ini akan membantu mengajari tubuh untuk mengikuti siklus tidur-bangunnya yang dapat membantu kesehatan tubuh secara keseluruhan.

(nnn)


Advertisement advertise here