JEDADULU.COM โ Selama ini, ChatGPT dikenal sebagai tempat bertanya mulai dari resep masakan hingga kode pemrograman. Kini, kecerdasan buatan itu punya keahlian baru yang lebih sensitif: mengelola keuangan pribadi.
OpenAI resmi merilis versi pratinjau alat keuangan pribadi bagi pengguna ChatGPT Pro di Amerika Serikat pada Jumat (15/5/2026), mengubah chatbot favorit dunia ini menjadi semacam penasihat finansial digital.
Langkah ini bukan isapan jempol belaka. OpenAI menggandeng Plaid, layanan koneksi keuangan terkemuka, untuk memungkinkan pengguna menghubungkan lebih dari 12.000 lembaga keuangan termasuk Schwab, Fidelity, Chase, Robinhood, dan American Express langsung ke dalam ChatGPT.
Dasbor Finansial dalam Genggaman
Setelah akun terhubung, pengguna akan disambut oleh dasbor yang menampilkan kinerja portofolio investasi, pola pengeluaran, langganan bulanan, hingga tagihan yang akan datang. Semua data yang tadinya berceceran di berbagai aplikasi kini berada dalam satu tempat.
Yang lebih menarik, fitur ini didukung oleh model GPT-5.5 yang memiliki kemampuan penalaran kontekstual jauh lebih kuat. Dalam pengujian tolok ukur yang dirancang bersama lebih dari 50 profesional keuangan, model GPT-5.5 Thinking mencatat skor 79, sementara GPT-5.5 Pro mencetak angka 82,5.
“Dengan akun keuangan yang terhubung, ChatGPT dapat menggabungkan penalaran tersebut dengan konteks keuangan nyata Anda dan apa yang telah Anda bagikan tentang tujuan, gaya hidup, dan prioritas Anda, membantu Anda mengenali pola, memahami trade-off, dan merencanakan keputusan besar dengan cara yang terasa lebih personal dan lengkap,” jelas OpenAI dalam unggahan blog resminya.
Untuk mulai menggunakan fitur ini, pengguna cukup membuka menu “Finances” di bilah sisi ChatGPT dan memilih “Get started”, atau mengetik perintah seperti “@Finances, connect my accounts” dalam percakapan.
Akuisisi Strategis di Balik Layar
Peluncuran ini bukan proyek yang dibangun dari nol. Sekitar sebulan sebelumnya, OpenAI mengakuisisi Hiro, perusahaan rintisan di bidang keuangan pribadi yang didirikan pada 2024.
Tim Hiro, yang memiliki keahlian dalam pemodelan keputusan keuangan kompleks dan skenario simulasi, kini menjadi bagian dari upaya OpenAI memperkuat kapabilitas finansialnya.
Ethan Bloch, pendiri Hiro yang sebelumnya juga membangun neobank Digit dan menjualnya lebih dari US$200 juta, kini berada di balik proyek ambisius ini.
Menurut analis senior perbankan digital Javelin Research, Dylan Lerner, langkah akuisisi ini mencerminkan pergeseran besar. “Deal ini bukan tentang OpenAI memasuki dunia perbankan, melainkan tentang siapaโatau lebih tepatnya, industri apaโyang akan menguasai nasihat dan keterlibatan keuangan,” ujarnya seperti dikutip American Banker.
Keamanan Data dan Rencana ke Depan
OpenAI menegaskan bahwa chatbot hanya memiliki izin baca, tidak dapat mengoperasikan dana atau melihat nomor rekening lengkap. Pengguna dapat memutuskan koneksi kapan saja, dan data keuangan yang disinkronkan akan dihapus otomatis dalam 30 hari.
Ke depan, OpenAI berencana menghadirkan integrasi Intuit, yang akan memungkinkan analisis dampak pajak dari penjualan saham atau kemungkinan persetujuan kartu kredit langsung dalam obrolan. Fitur ini saat ini baru tersedia bagi pengguna ChatGPT Pro di AS seharga US$200 per bulan, dengan rencana ekspansi ke pengguna Plus di masa mendatang.
Yang pasti, pengumuman ini telah mengirim getaran di pasar: saham sejumlah perusahaan teknologi keuangan seperti Rocket Companies dan Nu Holdings langsung merosot lebih dari 6% pada Jumat lalu. Pasar tampaknya membaca sinyal yang jelas: jika ChatGPT bisa menjadi penasihat keuangan pribadi, apa yang tersisa untuk aplikasi fintech lainnya?
Sumber: TechCrunch
(Editor: Endro Yuwanto)

Komentar