Menu
Results for "Jalan-Jalan"
Jedadulu

Staycation bersama keluarga (foto: alodokter.com)

Selama pandemi Covid-19, banyak yang mengaku masih menyukai staycation sebagai pilihan berlibur alias healing, khususnya bersama keluarga. Bagi artis Karina Salim, staycation bisa tetap menyegarkan pikiran karena dan tidak perlu jauh-jauh ke luar kota.

Lewat staycation Karina bisa mendapat suasana baru walaupun tidak perlu ke luar kota. Ia tinggal memilih hotel yang sesuai keinginan. Aktris film 'Mantan Terindah' ini mengaku cukup rajin memeriksa promo atau program menarik di platform pemesanan akomodasi.

Berikut tips dari Karina dalam acara kolaborasi tiket.com dan St. Ives, Selasa, 21 Juni 2022, terutama untuk staycation keluarga.

- Manfaatkan potongan harga

Harga dari setiap hotel yang diinginkan tentu akan berbeda-beda. Tentu jika mendapatkan promosi potongan harga, akan lebih menguntungkan wisatawan. Sebaiknya rajin mengecek promo karena sayang kalau terlewat. Jika merasa ribet membuka aplikasi atau website, bisa buka di Instagram-nya promo apa saja yang tersedia.

- Waktu berkualitas

Saat staycation, sebaiknya benar-benar dimanfaatkan untuk waktu berkualitas bersama keluarga. Matikan ponsel agar bisa menikmati kebersamaan secara penuh. Mengabadikan momen dengan berfoto tentu boleh-boleh saja. Hanya jika sudah tidak memerlukan ponsel, lebih baik kembali menghabiskan waktu bersama tanpa gawai.

- Manfaatkan fasilitas

Memanfaatkan semua fasilitas yang ada tentu dapat memberikan pengalaman baru. Pengunjung bisa menanyakan fasilitas seperti kids club, kolam renang, atau sarana lainnya. Mungkin akan enak jika berdiam di kamar saja, tetapi justru lebih seru jika memanfaatkan semua fasilitas yang ada.

- Persiapan matang

Persiapan matang sebenarnya justru akan lebih menenangkan. Daripada tergesa-gesa, mempersiapkan perjalanan dengan baik setidaknya akan meminimalisasi risiko yang tidak diinginkan. Jangan lupa, siapkan juga peralatan penunjang protokol kesehatan.


(nnn)

Staycation bersama keluarga (foto: alodokter.com) Selama pandemi Covid-19, banyak yang mengaku masih menyukai staycation sebagai pilihan ber...
Menulis Indonesia 22 Jun 2022
Jedadulu

Karina Salim dan keluarga (foto: instagram/karina salim).


Berlibur bersama anak membutuhkan persiapan lebih matang bagi orang tua agar semua berjalan lancar dan menyenangkan. Itu pula yang dirasakan oleh aktris Karina Salim ketika memilih tempat melepas penat bersama keluarga.

Salah satu tips liburan bersama balita ala Karina Salim adalah memilih penginapan yang punya fasilitas bermain anak alias 'kids club'. Fasilitas itu menjadi pertimbangan utama saat mencari penginapan untuk berlibur.

Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di penginapan, aktris kelahiran 24 Agustus 1991 ini bisa menyenangkan anak sekaligus menikmati waktu berkualitas sendirian sembari menunggui buah hati.

"Nanti aku bisa bawa buku, atau mendengarkan musik sambil menunggui anak main," kata Karina dalam jumpa media kolaborasi tiket.com dan St. Ives, di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2022.

Bukan tanpa alasan Karina memilih hotel dengan fasilitas ramah anak. Pandemi membuat ruang gerak menjadi terbatas, di sisi lain aktris "Mobil Bekas dan Kisah-kisah dalam Putaran" ini pun enggan sembarangan memilih tempat bermain anak demi menghindari risiko terinfeksi Covid-19.

Hotel dengan fasilitas bermain untuk anak saat ini menjadi solusi yang paling tepat untuk Karina di tengah kondisi pandemi yang belum berakhir.

"Aku paranoid ke tempat playground yang ramai banget, kecuali yang berbayar lumayan karena enggak terlalu ramai. Jadi biar anak merasa senang, aku ke hotel yang ada fasilitas seperti playground luas," ujar aktris yang juga piawai menari ini.

Fasilitas lainnya yang menjadi faktor menarik dalam memilih tempat bersantai adalah kolam renang. Berenang memang menjadi agenda wajib bagi Karina dan anaknya saat liburan, yang biasanya dilanjutkan dengan bermain air di "bathtub" dalam kamar. "Habis renang itu waktunya bubble time di bathtub, saat anak main, kita bisa baca buku atau apa saja," jelas dia.

Karina, yang mencoba fokus tanpa gawai selama liburan bersama keluarga, juga membawa mainan-mainan agar anaknya tetap terhibur. Liburan juga menjadi ajang untuk mengasah kreativitas dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar agar menjadi hiburan yang mendekatkan dirinya dengan suami dan anak.

"Aku suka main yang tradisional bertiga, pakai selimut atau yang lain, tanpa gadget. Kami melakukan permainan dengan barang-barang di sekitar yang bisa menciptakan 'bonding'," kata Karina.

 

(nnn)

Karina Salim dan keluarga (foto: instagram/karina salim). Berlibur bersama anak membutuhkan persiapan lebih matang bagi orang tua agar semua...
Menulis Indonesia
Jedadulu

Caca Tengker bagikan tips liburan bersama anak-anak (foto: instagram @cacatengker).

Musim libur sekolah hampir tiba. Tentu banyak orang tua yang saat ini sudah merencanakan liburan bersama keluarga dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata.

Sebagai ibu dua anak yang juga sedang merencanakan liburan, psikolog Alsi Mega Marsha Tengker alias Caca Tengker membagikan tips liburan menyenangkan dan aman bersama anak.

- Diskusikan tujuan liburan bersama-sama

Menurut adik dari artis Nagita Slavina itu, hal yang pertama yang harus dilakukan adalah mendiskusikan tujuan liburan bersama-sama dengan melibatkan anak.

"Karena, pelajarannya dari liburan sebelumnya, kita kan bawa mereka ke mall to mall lalu melihat barang jadi konsumtif banget. Karena Ansara juga sudah sangat tertarik banget melihat barang ini-itu, dan aku lupa mengkomunikasikan tujuan liburan kita, jadinya dia banyak keinginan yang tidak terpenuhi lalu kesel," ujar Caca saat virtual media gathering Shopee dilansir kantor berita Antara, pada Rabu, 15 Juni 2022.

Caca mengatakan, ketika sudah punya satu tujuan bersama, dia dan sang suami biasanya jadi lebih mudah untuk saling mengingatkan. "Karena kalau kita tujuannya masih masing-masing, aku pengin belanja ini, suamiku pengin eksplor itu, itu bikin kita gampang terdistraksi saat melihat sesuatu. Sedangkan kalau tujuannya sama, misalnya untuk bonding sama anak, kita pasti akan mengedepankan kebutuhan itu," imbuhnya.

- Fokus temani anak

Caca mengatakan bahwa liburan dapat menjadi momen untuk meningkatkan bonding bersama anak. Untuk itu, orang tua perlu mengosongkan waktunya dari hal-hal lain sehingga bisa fokus menemani anak.

"Kosongkan waktu bener-bener untuk anak. Jadi bukan sambil mikirin belanjaan kita sendiri, atau bahkan mikirin kerjaan," kata Caca."Jadi di waktu liburan sekolah anak nanti, aku juga berencana untuk benar-benar off dari kerjaan. Benar-benar untuk bonding sama anak dan meningkatkan secure attachment sama anak. Jadi benar-hadir enggak cuma secara fisik aja, tapi mentally juga."

- Pilih destinasi wisata ramah untuk anak

Hal yang tak kalah penting menurut Caca saat membawa anak liburan adalah memilih destinasi wisata yang ramah anak. Pastikan juga untuk melihat perkembangan kasus Covid-19 di kota tujuan agar liburan tetap aman.

"Gimana sih di sana peraturannya tentang Covid-19, misalnya. Terus gimana kebersihannya, budayanya aman enggak dengan anak, lalu tempat yang mau kita kunjungi aman enggak untuk anak," tutur Caca.

- Jangan lupa istirahat

Terakhir, Caca mengingatkan pentingnya menyiapkan waktu untuk beristirahat. Pasalnya, menurut dia, orang tua kadang lupa bahwa anak membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak.

"Kalau sudah kelelahan, anak lelah, relakan kegiatannya untuk istirahat. Ingat juga jam makan kita, jam makan anak, sebisa mungkin teratur dan bergizi," ujar Caca.

Selain itu, menurut Caca, anak juga butuh waktu untuk adaptasi dan merasa nyaman dengan tempat baru.

"Kadang-kadang, kita terlalu ambisius. Mau pergi ke satu tempat, lalu biar murah nginep di hotel cuma tiga hari. Tapi jarak perginya dua hari. Kalau orang dewasa mungkin udah biasa. Tapi kan anak butuh waktu untuk adaptasi, untuk merasa nyaman," katanya.


(nnn)

Caca Tengker bagikan tips liburan bersama anak-anak (foto: instagram @cacatengker). Musim libur sekolah hampir tiba. Tentu banyak orang tua ...
Menulis Indonesia 15 Jun 2022
Jedadulu

Sherpa Kami Rita (foto: thehimalayantimes.com)

Seorang Sherpa atau pemandu pendakian Gunung Everest bernama Kami Rita berhasil memecahkan rekornya sendiri dalam pendakian paling banyak di puncak Everest. Kami Rita sukses menginjakkan kaki di titik tertinggi dunia sebanyak 26 kali.

Sherpa, pria asal Nepal, itu mencapai puncak setinggi 8.849 meter pada Sabtu malam, 7 Mei 2022 malam dengan memimpin sekelompok pendaki Sherpa yang memasang tali di sepanjang rute. Tali ini nantinya digunakan oleh ratusan pendaki dan pemandu lainnya untuk mencapai puncak gunung pada akhir bulan ini.

Kami Rita, seperti dilaporkan kantor berita AP, bersama 10 pemandu Sherpa lainnya mencapai puncak tanpa masalah dan telah kembali dengan selamat ke kamp yang lebih rendah pada Minggu, 8 Mei 2022.

Rute pendakian yang digunakan Kami Rita dipelopori oleh warga Selandia Baru, Sir Edmund Hillary, dan sherpa asal Nepal, Tenzing Norgay, pada 1953 silam. Hingga kini, jalur tersebut terus menjadi yang paling populer untuk mendaki Gunung Everest.

Adapun rombongan Kami Rita mencapai puncak sekitar pukul 19.00 waktu setempat yang menurut standar pendakian Everest itu kondisi yang terlambat. Pada malam hari, ada risiko kondisi cuaca memburuk dan pendaki tersesat saat turun.

Ada ratusan pendaki asing dan pemandu dalam jumlah yang sama yang akan mencoba mendaki Everest pada Mei 2022 ini. Mei adalah bulan terbaik untuk mendaki Everest karena memiliki kondisi cuaca terbaik. Biasanya hanya ada beberapa waktu dengan cuaca baik di bagian tertinggi gunung pada Mei yang memungkinkan pendaki mencapai puncak.

Kami Rita, pria berusia 52 tahun ini, pertama kali mendaki Everest pada 1994 dan telah melakukan perjalanan hampir setiap tahun sejak saat itu. Ia adalah salah satu dari banyak Sherpa yang keahlian dan keterampilannya sangat penting untuk keselamatan serta keberhasilan para pendaki asing yang pergi ke Nepal setiap tahun untuk berdiri di puncak gunung.

Ayah Kami Rita adalah salah satu Sherpa pertama. Kami Rita mengikuti jejak sang ayah. Selain 26 kali ke puncak Everest, Kami Rita telah mendaki beberapa puncak lain yang termasuk tertinggi di dunia, termasuk K-2, Cho-Oyu, Manaslu, dan Lhotse.

"Kami Rita telah memecahkan rekornya sendiri dan membuat rekor dunia baru dalam pendakian," kata Taranath Adhikari, Direktur Jenderal Departemen Pariwisata Nepal di Ibu Kota Kathmandu, Taranath Adhikari, dikutip kantor berita Reuters, Minggu, 8 Mei 2022.

Pada tahun 2022 ini, Nepal mengeluarkan 316 izin untuk mendaki Gunung Everest pada musim puncak yang berlangsung hingga Mei. Negara di Pegunungan Himalaya itu sangat bergantung pada pendaki untuk mendapatkan devisa.

Namun, izin mendaki Everest yang terlalu banyak ini mendapatkan kritikan karena membuat kepadatan dan beberapa pendaki tewas pada 2019. Everest telah didaki 10.657 kali sejak pertama kali didaki pada 1953 dari sisi Nepal dan Tibet. Berdasarkan data dari Himalaya, 311 orang telah meninggal sejak pendakian dibuka pada 1953 silam.



Sherpa Kami Rita (foto: thehimalayantimes.com) Seorang Sherpa atau pemandu pendakian Gunung Everest bernama Kami Rita berhasil memecahkan re...
Menulis Indonesia 9 Mei 2022
Jedadulu

Ramon Tungka gemar traveling (foto: instagram/ramonytungka).

Berawal dari mendengar cerita sang ayah yang juga menyukai dunia traveling, Ramon Tungka mulai memantapkan tekad untuk terlibat lebih dalam kepada alam saat ia lulus SMA. 

Pada 2013, pria yang awalnya bercita-cita ingin menjadi jurnalis ini mulai melakukan ekspedisi keliling Indonesia dengan start dari Jakarta mengitari seluruh pelosok negeri searah jarum jam hingga kembali pulang ke Jakarta selama kurang lebih tujuh bulan.

Bagi Ramon Tungka yang dikenal sebagai traveler dan sineas, traveling adalah proses pembelajaran tentang kehidupan melalui petualangan atau perjalanan untuk menguji batas untuk bisa sampai ke titik berikutnya.

Ramon yang kini berusia 37 tahun mengamati, menjelang libur Lebaran semakin banyak orang yang merencanakan perjalanan entah untuk mudik ataupun sekadar melakukan traveling. Salah satu hal yang harus diperhitungkan saat melakukan perjalanan adalah barang bawaan.

Kerap kali barang bawaan justru membuat perjalanan untuk berlibur dan melancong menjadi tidak efisien karena tidak disiapkan atau dipacking dengan baik. Untuk mengatasi hal itu, pada Jumat, 22 April 2022, Ramon membagikan tips packing yang efisien agar waktu liburan menjadi menyenangkan.

- Siapkan barang-barang yang dibutuhkan

Periksa kebutuhan dari atas kepala hingga ujung kaki untuk memastikan semua kebutuhan terakomodasi. Misalnya untuk bagian kepala dan leher bisa menyiapkan topi, kacamata hitam, bandana, lalu masuk ke bagian badan bisa menyiapkan baju panjang hingga jaket. Pada bagian kaki bisa menyiapkan celana hingga sepatu dan semuanya disesuaikan dengan kebutuhan.

- Observasi

Observasi penting dilakukan untuk melihat kebutuhan selama di perjalanan. Observasi bisa berupa melihat kondisi cuaca, tempat pergi traveling, sampai durasi perjalanan. Sehingga dengan data-data yang dikumpulkan bisa untuk memastikan berapa banyak kebutuhan dan mencukupkannya dengan barang bawaan.

- Membawa barang cadangan

Cadangan dibutuhkan apabila ternyata barang utama yang dibawa mengalami kerusakan atau bahkan ketika melakukan perjalanan justru terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.

- Membawa barang kebutuhan dasar

Kebutuhan dasar seperti obat-obatan dan peralatan mandi sehingga kebersihan dan keamanan diri bisa lebih terjaga. Jika semua itu sudah dilakukan, lalu apik menatanya, tentu packing-nya juga akan cepat dan mudah.  

 

(nnn) 

sumber: suara.com, caricuan.republika.co.id


Ramon Tungka gemar traveling (foto: instagram/ramonytungka). Berawal dari mendengar cerita sang ayah yang juga menyukai dunia traveling, Ram...
Menulis Indonesia 29 Apr 2022