LinkCollider - Free Social Media Advertising

Instagram akan Hapus DM Melecehkan


"Sekarang ketika seseorang mengirim DM yang melanggar aturan, kami akan melarang orang itu mengirim pesan lagi untuk jangka waktu tertentu. Jika seseorang terus mengirim pesan yang melanggar, kami akan menonaktifkan akunnya. Kami juga akan menonaktifkan akun baru yang dibuat untuk mengatasi pembatasan perpesanan. Kami akan terus menonaktifkan akun yang menurut kami dibuat murni untuk mengirim pesan yang melecehkan."

Itu adalah pihak pengelola media sosial (medsos) Instagram terkait pesan langsung alias direct message atau DM. Seperti dilansir dari Pocket-lint, Jumat, 12 Februari 2021, Instagram akan mulai menghapus akun-akun yang melakukan penyalahgunaan yang dikirim melalui DM. Instagram menyatakan regulasi tersebut dibuat sebagai respons atas meningkatnya serangan rasialisme terhadap beberapa pesepak bola di Inggris belum lama ini.

Anak perusahaan Facebook ini menyatakan akan mengubah beberapa kebijakan. Instagram akan menghapus akun-akun dari orang-orang yang mengirim pesan yang melecehkan. Selain itu, medsos tersebut juga mengembangkan kontrol baru untuk membantu mengurangi penyalahgunaan yang dilihat orang-orang di DM-nya.

Instagram menambahkan, pihaknya sedang memperbaiki fitur untuk menghentikan pengguna yang terkena DM kasar di tingkat pertama. Bisa berupa pemfilteran otomatis yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang.

Instagram juga telah memperkenalkan kecerdasan buatan (Al) yang memperingatkan orang-orang jika akan mengirim komentar yang berpotensi menyinggung. Sejauh ini, Instagram telah mengambil tindakan terhadap 6,5 juta ujaran kebencian di Instagram antara Juli-September 2020. Sebanyak 95 persen di antaranya ditemukan sebelum ada yang melaporkannya.

Facebook dan Instagram telah dipandang cukup lunak terhadap pelecehan semacam itu di masa lalu dan seperti jejaring medsos lainnya yang kesulitan untuk menyembunyikan segala jenis pelecehan. Itulah mengapa Tim Cook dari Apple baru-baru ini menyebut jaringan sosial sebagai pemasok berita palsu dan penjaja perpecahan. Dalam hal ini, pesan Cook jelas ditujukan secara khusus pada Facebook.

(nnn)

Comments