Tips Positif Usai Bertengkar dengan Pasangan

- November 19, 2021
advertise here

Pasangan sedang bertengkar (foto: pixabay)

Perselisihan atau pertengkaran dengan pasangan sebenarnya hal yang wajar karena memang sulit dihindarkan. Namun, bukan berarti harus pasrah dengan keadaan dan membiarkan masalah ataupun pertengkaran menggerogoti kebahagiaan.

Pertengkaran sangat tidak diharapkan antarpasangan karena bisa menyebabkan konflik emosional maupun psikologis yang pada akhirnya bisa menyebabkan ketegangan seumur hidup serta bekas luka dalam hubungan.

Demi menghentikan situasi menjadi lebih buruk, seseorang dapat memilih melakukan sejumlah cara seusai pertengkaran. 

Dilansir dari Indian Express, Kamis, 18 November 2021, Garima Juneja, psikolog sekaligus pendiri Lightroom Therapy & Counselling asal India, menyarankan untuk melakukan hal-hal berikut demi meredakan diri usai melakukan bertengkar dengan pasangan.

1. Buat jarak dari situasi

Tepat setelah pertengkaran, kedua belah pihak mengalami perasaan emosi yang meningkat. Hal itu dapat mengaburkan pemahaman tentang situasi tersebut. Selain itu, perlu mengambil langkah untuk memperbaiki situasi yang sudah rusak. Jauhkan ponsel, lari atau jalan-jalan, atau pergi ke gym. Latihan intensitas tinggi dapat membantu menenangkan pikiran.

2. Alihkan perhatian

Distraksi bisa berguna dalam situasi ini. Setelah berjalan-jalan atau berolahraga, tingkatkan waktu respons dengan melakukan apa pun yang disukai. Fokus dengan duduk tenang dan membiarkan pikiran berlalu. Musik bisa jadi pengangkat suasana hati. Cara lainnya bisa dengan menonton film, membaca, dan melukis, yang juga dapat menjadi penghilang stres yang hebat.

3. Renungkan saat lebih tenang


Renungkan seluruh situasi. Sebagian besar manusia memiliki retensi selektif dan lebih menekankan pada apa yang dikatakan orang lain. Karena itu, perlu meredam emosi. Tetapi pendekatan yang tepat adalah dengan juga mempertimbangkan kesalahan sendiri. Selain itu, pikirkan bagaimana bisa melakukannya dengan lebih baik. Hal ini agar bisa mengantisipasi bila kejadian serupa terjadi lagi di kemudian hari.

4. Bicarakan

Komunikasi selalu menjadi cara yang baik untuk meminta maaf jika merasa telah menyakiti. Jika merasa pihak lain cukup keras, sampaikan kepada orang itu dengan tenang. Seseorang belajar lebih banyak dari kesalahannya, jadi jaga agar jalur komunikasi tetap terbuka. Memiliki komunikasi dua arah adalah tolok ukur dari setiap hubungan yang sehat. Ada kemungkinan orang tersebut toksic dan tidak, namun itu dapat diperbaiki. Dalam kondisi ini, belajarlah untuk menjaga jarak terlebih dulu.

5. Implementasi adalah kuncinya


Sebagian teori terkadang tidak sesuai implementasi dan praktiknya. Boleh saja berharap ideal, tapi hidup tidak selamanya bisa sesuai harapan. Tetapi tetap penting untuk menahan diri seperti kapan harus berhenti, untuk tidak berdebat, untuk tidak menganggap pendapat diri paling benar, melepaskan kebiasaan memiliki kata terakhir, mengelola emosi, serta mengamati pengendalian diri.

(nnn)

Advertisement advertise here