Menu
Jedadulu

Ini Deretan Obat yang Diklaim Terbaik untuk Dikonsumsi Saat Positif Covid-19

Ilustrasi obat-obatan Covid-19 (foto: pexels/pixabay).

 

Pada awal tahun 2022, varian Covid-19 terbaru yang sangat menular, omicron, mendominasi mayoritas pasien positif Covid-19. Para pasien itu umumnya mengalami gejala ringan dan menjalani perawatan di rumah.

Namun adanya juga yang mengalami gejala berat tergantung pada usia dan faktor risiko sehingga harus menjalani pengobatan di rumah sakit. Para pasien itu mungkin akan diberi resep obat antivirus.

Adapun bagi yang menjalani perawatan di rumah dan sedang isolasi mandiri (mandiri), para ahli kesehatan seperti dikutip di Eat This Not That pada akhir Februari 2022, menyarankan orang yang positif Covid-19 itu mengonsumsi obat dan suplemen terbaik. 

Berikut saran obat-obatan terbaik dari para ahli kesehatan untuk dikonsumsi saat terinfeksi Covid-19.

- Paxlovid

Obat antivirus yang diproduksi oleh Pfizer ini untuk pengobatan oral selama lima hari yang diminum segera setelah gejala muncul. Obat ini menerima otorisasi penggunaan darurat (EUA) dari Food & Drug Administration (FDA) akhir 2021 lalu.

Uji klinis menemukan paxlovid menyebabkan pengurangan 89 persen dalam rawat inap dan kematian akibat Covid-19. Namun tidak semua negara memiliki pasokan obat ini. Hal

- Molnupiravir

Molnupiravir adalah obat antivirus dalam percobaan yang aktif secara oral dan dikembangkan untuk mengobati influenza. Molnupiravir merupakan bakal obat dari turunan nukleosida sintetis N4-hidroksisitidina dan menggunakan tindakan antivirusnya melalui pengenalan galat-galat penyalinan semasa replikasi RNA virus.

Di Amerika Serikat, molnupiravir disahkan penggunaan daruratnya sejak Desember 2021. Penyebaran Omicron yang sangat masif juga menjadi dasar mengapa ini dilakukan. Molnupiravir telah diizinkan untuk digunakan di lebih dari 10 negara, termasuk Inggris dan Jepang.

- Acetaminophen

Acetaminophen atau nama merek Tylenol adalah pilihan terbaik untuk demam, sakit, kepala dan nyeri tubuh. NSAID (ibuprofen, naproxen) dapat mengiritasi lambung dan dapat memperburuk mual atau muntah terkait Covid-19. Begitu juga aspirin, yang sering dikombinasikan dengan kafein, dan itu tak dibutuhkan untuk saat ini.

- Antihistamin

Antihistamin yang dijual bebas seperti Claritin atau Allegra dapat membantu mengurangi bersin dan pilek, gejala yang lebih sering terlihat pada varian virus yang lebih baru. Penelitian yang diterbitkan pekan ini menemukan bahwa antihistamin juga dapat memperbaiki gejala untuk orang yang menderita long Covid.

- Vitamin C dan D

Meskipun vitamin C dan D tidak akan menyembuhkan infeksi Covid-19, banyak penelitian menemukan vitamin C dan D tampaknya mendukung sistem kekebalan tubuh. Vitamin C, khususnya, telah dikaitkan dengan pemulihan yang lebih cepat dari infeksi pernapasan. Para ahli merekomendasikan hingga 2.000 IU vitamin D dan 1.000 mg vitamin C setiap hari.

- Glutathione

Glutathione adalah antioksidan yang bisa meningkatkan kekebalan. Beberapa penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kadar glutathione tubuh yang rendah memiliki waktu yang lebih buruk dengan Covid-19. Jika pasien mengonsumsi glutathione, itu berpotensi membantunya pulih lebih cepat dari serangan virus.

(nnn)

Tidak ada komentar