Hati-Hati Bun, Anak-Anak dan Remaja Lebih Gampang Kecanduan Pornografi Online Dibanding Orang Dewasa

Waspada anak-anak dan remaja gampang kecanduan pornografi (foto: pixabay)


Penyanyi terkenal sekaligus pemenang Grammy Award, Billie Eilish, mengakui kebiasaan porno yang terus ia lakukan pada usia 11 tahun telah menghancurkan otaknya. Ia pun berpikir pornografi adalah aib.

"Saya dulu sering menonton film porno. Saya mulai menonton film porno ketika berusia 11 tahun,” ujar Eilish kepada Howard Stern dari SiriusXM Radio belum lama ini.

Eilish juga mengaku mulai menonton semakin banyak jenis pornografi grafis yang menyesatkan pandangannya tentang seks. “Semua sampai pada titik di mana saya tidak bisa menonton apa pun kecuali itu,” jelasnya.

Para peneliti mengungkapkan anak-anak dan remaja yang terpapar pornografi online atau dalam jaringan (daring) memang lebih mungkin kecanduan dibandingkan orang dewasa. Hal ini disebabkan otak remaja lebih terhubung untuk hal kesenangan.

The Wall Street Journal melaporkan otak anak-anak dan remaja melepaskan dosis dopamine yang lebih tinggi dan neurotransmitter yang berhubungan dengan perasaan menyenangkan. Aktivitas seksual diketahui dapat merangsang otak dengan melepaskan kelebihan dosis dopamin.

Karena anak muda memiliki otak yang sangat sensitif terhadap stimulasi berlebihan, paparan pornografi dapat mengarahkan otak untuk mencari dosis tersebut dengan cara yang kompulsif. Selain itu, para peneliti juga menemukan paparan pornografi berulang dapat membuat anak-anak memiliki kecenderungan terhadap perilaku seksual yang agresif.

Studi besar lain yang berjudul “Neural Correlates of Sexual Cue Reactivity in Individuals with and without Compulsive Sexual Behaviours” menemukan pria muda yang melaporkan konsumsi pornografi secara kompulsif memiliki aktivitas otak yang mencerminkan para pecandu narkoba. Karena itu, para peneliti memperingatkan paparan pornografi yang berkepanjangan pada usia yang sangat muda dapat membelokkan pandangan remaja tentang seks.

Para ahli pun memperingatkan orang tua dan pendidik harus menahan diri untuk tidak menimbulkan rasa bersalah atau malu pada remaja dengan memarahinya karena menonton film porno. Sebuah survei yang dilakukan oleh psikolog yang berbasis di Los Angeles Amerika Serikat (AS) Nicole Prause menemukan hampir satu dari tiga pria dewasa muda yang mengambil bagian dalam program pantang porno dilaporkan merasa ingin bunuh diri setelah kambuh ingin menonton film porno.

“Jika kita menutup percakapan dan berkata ‘Jangan menonton film porno karena bisa membuat kecanduan dan akan merusak otak’ terdengar menakutkan. Pernyataan tersebut merupakan salah satu di antara pesan yang menakutkan dan membuat keadaan makin memburuk," kata Prause kepada Journal.

Adapun New York Post pada Selasa, 5 Juli 2022 melaporkan, untuk mengatasai kecanduan pornografi, para ahli merekomendasikan agar orang tua memfilter konten eksplisit di perangkat atau gawai anak-anaknya. Misalnya Apple menawarkan opsi “Content and Privacy Restrictions” di bagian “Screen Time” pada menu pengaturan pada perangkat iPhone, iPad, dan iPod Touch.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.