Barat Fitnah Animasi Masha and The Bear Sebagai Alat Propaganda Rusia

Masha and The Bear


Pihak Eropa lias Barat menyatakan bahwa serial animasi Rusia, Masha and the Bear, adalah  propaganda Rusia. Sebuah film kartun anak-anak buatan Rusia dituduh menjadi bagian dari mesin propaganda sang pemimpin negeri Beruang Merah, Vladimir Putin.

Dilansir dari pikiran-rakyat.com dan liputan6.com, Juli 2023, Masha and the Bear atau Masha bercerita tentang hubungan antara seorang anak kecil dan pelindungnya, beruang besar.

Pada 2018 lalu, Daily Mail mengkritik animasi tersebut sebagai alat propaganda. Masha bahkan menggunakan topi penjaga perbatasan Soviet saat mengusir pengganggu dari tempat penyimpanan wortel si beruang. Kritikus menyebut bahwa hal itu adalah metafora, mencerminkan bagaimana Rusia melindungi perbatasannya.

Acara tersebut, yang memiliki lebih dari 4,18 juta pelanggan (subscriber) di salah satu situs berbagi video ternama dunia dan akumulasi 40 miliar penayangan, diproduksi dalam bahasa Inggris di Moskow. Kendati disajikan dengan jenaka, jalan ceritanya masih menarik kemarahan para intelektual di negara-negara tetangga Rusia.

Acara tersebut juga baru-baru ini meningkatkan upaya ritelnya, dengan ditambahkan ke Netflix dan diperluas ke bahasa Spanyol.

Tahun lalu, surat kabar top Finlandia -- Helsingin Sanomat -- mengutip seorang dosen di Fakultas Komunikasi Universitas Tallinn yang mengeklaim bahwa beruang melambangkan Rusia dan dirancang untuk menempatkan citra positif negara itu dalam pikiran anak-anak.

Seorang dosen, Priit Hobemagi, mengatakan bahwa serial itu adalah bagian kampanye yang 'disajikan dengan indah' ​​yang berbahaya bagi keamanan nasional Estonia.

Anthony Glees, seorang pakar intelijen dari The University of Buckingham mengatakan kepada The Times: "Masha sangat agresif, bahkan agak kejam, tetapi juga berani."

"Dia memukul mereka yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Tidak terlalu mengada-ada untuk melihatnya sebagai Putinesque."

Media pemerintah Rusia telah menyanggah klaim dari orang-orang seperti Estonia dan Lithuania. Mereka juga mengemukakan kekhawatiran di negara-negara Baltik sebagai Russophobia yang 'patologis'.

Perusahaan yang memproduksi kartun populer, Animaccord, mengatakan bahwa pertunjukan itu adalah proyek independen yang tidak pernah menerima pendanaan negara.
 
Sikap Eropa yang semakin menggila ini ditanggapi jurnalis Jerman di media Bild, yang membela karakter animasi Masha, dengan menyebutnya sebagai animasi yang hits di seluruh dunia.

Hal ini dibuktikan dengan penonton Barat yang tidak begitu membenci Rusia. Media-media di kawasan Baltik juga setuju dengan hal tersebut.

Jurnalis Jerman di media Bild dalam artikelnya menyebut jika segala sesuatu yang datang dari Rusia dianggap sebagai propaganda hanya karena berasal dari Rusia."Anda tidak mengerti apapun tentang propaganda sedemikian rupa sehingga, pada akhirnya, ancaman semacam itu tidak lagi berarti apa-apa," katanya.

Penulis di Bild mengingatkan kepada pembaca Barat, bahwa kartun ini telah menjadi hit ekspor Rusia di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke lebih dari 42 bahasa.

“Di Indonesia jauh, anak perempuan diberi nama Masha, di rak-rak toko boneka yang menggambarkan karakter utama kartun Rusia, ada lebih banyak dari semua jenis tongkat sihir. Masha masuk ke Guinness Book of Records dengan 4 miliar tampilan di YouTube!” tulisnya.

Di YouTube animasi Masha and the Bear telah memperoleh lebih dari 100 miliar tampilan dari seluruh dunia, dengan total waktu menonton serial animasi di platform lebih dari 1 juta per tahunnya.

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.