Industri Film Indonesia Cetak Sejarah Baru, Penonton Bioskop Tembus 80 Juta Sepanjang 2025

Hingga akhir Desember 2025, total penonton film Indonesia mencapai 80,27 juta orang. Angka ini melampaui rekor tahun sebelumnya yang berada di kisaran 80,21 juta penonton. (Foto: Humas Kementerian Kebudayaan)
 

JEDADULU.COM — Industri film nasional menutup tahun 2025 dengan capaian bersejarah. Di tengah ketatnya persaingan industri hiburan dan perubahan pola konsumsi tontonan masyarakat, film Indonesia justru menunjukkan performa solid dengan mencatatkan jumlah penonton tertinggi sepanjang masa.

Hingga akhir Desember 2025, total penonton film Indonesia mencapai 80,27 juta orang. Angka ini melampaui rekor tahun sebelumnya yang berada di kisaran 80,21 juta penonton. Meski selisihnya tipis, capaian tersebut dipandang penting karena menandai konsistensi kepercayaan publik terhadap film-film produksi dalam negeri.

Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa film nasional tidak lagi diposisikan sebagai pilihan alternatif. Di tengah gempuran platform digital dan film impor, karya sineas Tanah Air mampu mempertahankan daya tariknya di layar lebar dan terus menjadi magnet bagi penonton.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menilai rekor tersebut sebagai cerminan menguatnya ekosistem perfilman Indonesia. Menurutnya, industri film nasional kini semakin matang dan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Ini menunjukkan bahwa industri film Indonesia semakin dewasa dan mampu beradaptasi dengan dinamika yang ada,” ujar Fadli Zon, Jumat (9/1/2026).

Capaian tersebut terasa semakin bermakna karena diraih di tengah kondisi yang tidak selalu ideal. Sepanjang 2025, operasional bioskop di sejumlah daerah sempat terpengaruh berbagai faktor sosial yang berdampak pada tingkat kunjungan. Namun demikian, minat penonton terhadap film Indonesia terbukti tetap terjaga.

Produktivitas sineas menjadi salah satu kunci utama keberhasilan ini. Sepanjang 2025, sebanyak 201 judul film Indonesia dirilis ke bioskop. Jumlah tersebut mencerminkan semangat berkarya yang tinggi sekaligus keberanian industri menghadirkan ragam cerita bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menyebut keragaman genre sebagai faktor penting dalam menarik minat penonton. Film horor masih menjadi genre paling dominan dengan 90 judul, disusul drama sebanyak 66 judul. Genre komedi, laga, hingga religi turut memperkaya pilihan tontonan di bioskop.

“Keragaman ini menjadi modal penting bagi film Indonesia untuk melangkah lebih jauh dan bersaing di tingkat global,” kata Mahendra.

Dari sisi produksi, geliat industri juga terlihat dari tingginya aktivitas pembuatan film. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kementerian Kebudayaan mencatat penerbitan 2.732 Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film (TPPF). Lebih dari separuhnya merupakan produksi film, baik film panjang, film pendek, maupun serial.

Seiring meningkatnya produksi, proses sensor film dan iklan pun mencatat angka signifikan. Sepanjang 2025, sebanyak 41.092 karya dinyatakan lulus sensor, dengan mayoritas merupakan produksi dalam negeri. Data ini menegaskan dominasi film nasional di ruang edar Indonesia.

Daya tarik Indonesia juga semakin kuat di mata industri film global. Sepanjang 2025, lebih dari 2.100 kru asing tercatat melakukan pengambilan gambar di berbagai daerah. Sebanyak 158 izin syuting film asing diterbitkan, mencakup film dokumenter, film cerita, serial, hingga konten hiburan lainnya.

Keterlibatan kru dari Jepang, Korea Selatan, Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain menempatkan Indonesia tidak hanya sebagai pasar potensial, tetapi juga sebagai lokasi produksi yang kompetitif.

Di sisi lain, arus film impor tetap berlangsung seiring tingginya minat penonton terhadap tontonan mancanegara. Lebih dari seribu rekomendasi impor film diterbitkan sepanjang 2025 dengan film yang berasal dari 52 negara. Meski demikian, film nasional tetap mendominasi layar bioskop.

Kementerian Kebudayaan memastikan upaya penguatan ekosistem perfilman akan terus dilanjutkan melalui regulasi yang adaptif, layanan publik yang responsif, serta kolaborasi yang lebih luas dengan pelaku industri, baik di dalam maupun luar negeri.

Capaian lebih dari 80 juta penonton sepanjang 2025 menjadi penanda penting bahwa film Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus melaju. Dengan kepercayaan publik yang kian menguat, industri film nasional kini menatap masa depan dengan optimisme baru dan ambisi yang lebih besar.

(***)