JEDADULU.COM — Di tengah hiruk pikuk dunia yang kian bising oleh pencitraan, status sosial, dan gemerlap materialisme, novel Dunia di Balik Layar karya Fanny J. Poyk hadir sebagai oase refleksi. Buku terbitan Kosa Kata Kita ini mengajak pembaca menyelami sisi lain kehidupanโbagian yang kerap tersembunyi di balik topeng kesetaraan dan harmoni sosial.
Novel setebal 150 halaman yang terbit pada 2026 ini tak sekadar bercerita, tetapi juga mengajak merenung. Dengan gaya bahasa sederhana namun bernas, Fanny merangkai kisah tentang benturan kepentingan, ketimpangan relasi sosial, hingga pergulatan batin manusia dalam menghadapi realitas yang tak selalu adil.
โKetika kesenjangan itu kian terperosok pada keterasingan psikis yang fatal, maka diam-diam dia mengasingkan diri dari riuhnya pola pikir kebendaan.โ
Kutipan tersebut menjadi penanda kuat bahwa novel ini berbicara tentang perlawanan sunyiโtentang seseorang yang memilih menjauh dari riuhnya dunia yang terpolusi ambisi dan kepentingan.
Kritik Sosial yang Terselip Halus
Dunia di Balik Layar memotret bagaimana relasi manusia kerapkali dipenuhi kepura-puraan. Penghormatan tak jarang dibungkus kepentingan. Kesetaraan yang diagungkan seringkali hanya sebatas jargon. Dalam konteks inilah, sang tokohโyang digambarkan sebagai โproletarโโmenjadi representasi suara hati yang terpinggirkan.
Ia tidak melawan dengan teriakan, tetapi dengan kesadaran. Ia memilih menyelam ke ruang sunyi, merenungi hakikat hidup di tengah derasnya arus materialisme dan pencitraan sosial.
Isu kesetaraan gender, ketidakadilan sosial, hingga konflik kepentingan diangkat tanpa menggurui. Narasi mengalir dengan pendekatan kontemplatif, membuat pembaca seolah diajak berdialog dengan diri sendiri.
Bahasa Sederhana, Makna Mendalam
Kekuatan novel ini terletak pada pilihan katanya yang tidak rumit, tetapi penuh lapisan makna. Fanny J. Poyk tampak sengaja membiarkan ruang tafsir terbuka lebar. Pembaca bebas memaknai siapa sebenarnya yang berada โdi balik layarโโapakah sistem sosial, relasi kuasa, atau bahkan diri kita sendiri.
Di tengah situasi global yang seringkali memicu kegelisahan, novel ini seperti menawarkan jeda. Ia tidak menjanjikan solusi, tetapi menghadirkan pemahaman.
โDan aku merenung dalam sunyiโฆโ
Kalimat pendek tersebut menjadi simpul emosi yang kuat. Sebuah pengakuan bahwa dalam kesendirian, manusia justru menemukan kejernihan.
Layak Dibaca untuk Pencinta Sastra Reflektif
Dengan harga Rp80.000 (di luar ongkos kirim), Dunia di Balik Layar bisa menjadi pilihan bacaan bagi mereka yang menyukai karya sastra bernuansa reflektif dan sarat kritik sosial. Buku ini tidak menawarkan ledakan konflik dramatis, melainkan kedalaman perenungan.
Bagi pembaca yang sedang dilanda kegelisahan atau mencari bacaan yang memantik kesadaran, karya ini dapat menjadi teman perjalanan batin.
Data Buku
Judul: Dunia di Balik Layar
Penulis: Fanny J. Poyk
Penerbit: Kosa Kata Kita
Tebal: 150 halaman
Tahun Terbit: 2026
Harga: Rp80.000 (di luar ongkos kirim)
(Siaran Pers)

Komentar