Olahraga Berlebihan Berisiko pada Kesehatan Jantung

- November 02, 2021
advertise here

Olahraga jogging (foto: pixabay)

 

Olahraga teratur memungkinkan gaya hidup aktif, menjaga berat badan stabil, menjauhkan penyakit kronis, dan menjaga kesehatan jantung. Namun, jangan sampai salah memahami, terlalu memaksakan tubuh untuk berolahraga juga dapat menyebabkan kerugian.

Jika melakukan olahraga yang tidak sesuai dengan kemampuan tubuh, maka hal itu bisa berakibat fatal, terutama bagi kesehatan jantung.

"Olahraga yang tidak biasa, olahraga tanpa pelatihan yang memadai, peningkatan latihan yang tiba-tiba untuk mencapai hasil yang cepat, dapat menyebabkan cedera tulang muskuloskeletal sehingga berdampak pada sistem kardiovaskular termasuk jantung dan tekanan darah," kata konsultan kardiologi, dr. S Venkatesh, dikutip dari Times of India, Selasa, 2 November 2021.

Olahraga berlebihan yang dimaksud adalah saat Anda memaksakan tubuh terlalu keras untuk mendapatkan hasil instan. Saat mulai berolahraga atau menikmati rutinitas latihan yang ekstrem bukan karena keinginan tapi karena keharusan, maka itu bisa menjadi bumerang.

Risiko jangka pendek dari olahraga berlebihan adalah nyeri otot, kelelahan, perubahan suasana hati yang ekstrem, dan masalah tidur. Seiring waktu, hal itu juga bisa mulai berdampak pada jantung dan bagian tubuh lainnya.

"Olahraga berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Pada pasien yang memiliki plak kolesterol di arteri jantung, plak yang tersimpan dapat retak atau pecah dan ini dapat menyebabkan serangan jantung," jelas dr. Venkatesh. "Beberapa pasien mengalami kelainan irama jantung serius yang disebut aritmia ventrikel, yang bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak."

Jika seseorang sudah didiagnosis penyakit jantung kritis atau penyakit kardiovaskular kronis, diabetes, dan lainnya, maka harus menahan diri untuk tidak terlalu memaksakan tubuh. Penting untuk mengetahui kapan harus berhenti olahraga. Tanda-tandanya mungkin tidak terlihat, tetapi harus segera diobati dan dengan perawatan medis.

Menurut dr. Venkatesh, ketika berolahraga, lalu merasakan nyeri di bagian tubuh mana saja, sesak napas yang tidak semestinya, pusing atau pingsan, palpitasi, keringat berlebihan atau kelelahan, ia menyarankan untuk segera berhenti. Siapa pun juga harus mendengarkan tubuh.

Setelah berolahraga, cobalah tanyakan pada diri sendiri, apakah merasa segar kembali atau lelah, kuat, atau lemah? Jangan kesampingkan tanda-tanda yang menyakitkan, meskipun hanya sebentar. Ingatlah untuk tetap fokus pada kesehatan dan keselamatan diri.

(nnn)

Advertisement advertise here