Menu
Jedadulu

Studi Terbaru: Memelihara Hewan Bagus dari Sisi Kesehatan

Hewan peliharaan (foto: pixabay).

 

Bagi sebagian orang, memelihara hewan di rumah adalah hal yang menyenangkan. Alasan utama memelihara hewan di rumah biasanya hanya sekadar suka atau senang dengan hewan peliharaan tersebut.

Ternyata, memiliki hewan peliharaan di rumah dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang di luar dukungan emosional. Sebuah studi pendahuluan yang dirilis melalui siaran pers oleh American Academy of Neurology pada Rabu, 23 Februari 2022, dikutip di laman Insider, mengungkapkan, pemilik hewan peliharaan yang sudah cukup lama atau senior, memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih lambat dibandingkan dengan orang dewasa yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Orang-orang yang memiliki peliharaan, seperti hewan berbulu atau bersisik, selama lima tahun atau lebih bisa mendapat manfaat paling besar untuk kesehatan otak.

Sementara anjing dan kucing adalah hewan peliharaan yang paling umum dalam sampel. Orang-orang pada penelitian ini juga mengaku merawat binatang lainnya, seperti kelinci, hamster, burung, ikan, dan reptil.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan data dari Departemen Ilmu Kesehatan dan Masa Pensiun Universitas Michigan, Amerika Serikat. Data itu diperoleh melalui sebuah survei skala besar terhadap para penerima Mediacare untuk membandingkan skor kognitif pemilik hewan peliharaan dan bukan pemilik hewan peliharaan. Studi awal melibatkan beberapa tes untuk mengevaluasi memori dan kognisi selama periode enam tahun.

Studi sebelumnya juga telah menggambarkan hubungan antara kepemilikan hewan peliharaan dan manfaat kesehatan jantung. Antara lain, detak jantung yang lebih rendah dan tekanan darah. Ada kemungkinan bahwa memiliki hewan peliharaan dapat melindungi diri dari stres, meskipun penelitian belum membuktikan sebab dan akibat langsung.

Penulis studi tersebut sekaligus profesor neurologi di Universitas Michigan, Tiffanny Braley, menyatakan, stres memang dapat memengaruhi fungsi kognitif secara negatif. Efek penyangga stres potensial dari kepemilikan hewan peliharaan dapat memberikan alasan yang masuk akal untuk temuan tersebut. Hewan pendamping juga dapat meningkatkan aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan kognitif.

Braley dan rekannya juga menemukan bahwa manfaat otak dari memiliki hewan peliharaan sangat kuat terhadap orang dewasa terutama kaum pria. Berdasarkan data demografis, pemilik hewan peliharaan pun cenderung memiliki status sosial ekonomi yang lebih tinggi.

(nnn)

Hewan peliharaan (foto: pixabay).   Bagi sebagian orang, memelihara hewan di rumah adalah hal yang menyenangkan. Alasan utama memelihara hew...
Menulis Indonesia 28 Feb 2022
Jedadulu

8 Kebiasaan Ini Sebaiknya Dihentikan Saat Usia Sudah 50-an Tahun

Wanita usia 50an tahun sedang tidur/ilustrasi (foto: pixabay).


Manusia cepat atau lambat pasti akan mengalami penuaan. Tubuh pun akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.

Namun tanpa disadari, sebagian orang justru punya kebiasaan-kebiasaan yang membuatnya menua lebih cepat. Meskipun tidak dapat berbuat banyak terkait penuaan alami, manusia masih bisa mencegah mengalami banyak masalah kesehatan dengan memiliki gaya hidup aktif dan sehat.

Ada beberapa perubahan yang secara bertahap mulai terjadi setelah usia 50 tahun. Pertama, metabolisme melambat, umumnya membutuhkan 200 kalori lebih sedikit sehari setelah 50 tahun.

Kedua, produksi kolagen melambat, kolagen penting untuk kesehatan kulit, sendi, dan ligamen. Ketiga, kulit menjadi lebih tipis sehingga lebih rapuh, yang dapat mengakibatkan kekeringan.

Berusia 50 tahun bukanlah hal yang menakutkan. Namun, ini adalah waktu atau tanda-tanda kebiasaan buruk dapat sangat merugikan.

Pendiri dan Direktur Medis Pusat Anti-Penuaan & Panjang Umur Philadelphia, Amerika Serikat, Seema Bonney, menyatakan, ada hal yang semestinya diperhatikan seiring bertambahnya usia. Manusia dapat mengambil tindakan untuk membantu memperlambat proses penuaan dan meningkatkan vitalitas, kinerja, dan kesehatan, dengan menerapkan pola hidup sehat.

Dikutip dari laman Eat This, Not That! pada Ahad, 13 Februari 2022, berikut delapan kebiasaan yang perlu dihentikan setelah usia 50 tahun agar tetap sehat

1. Tidak cukup tidur

Merokok, tidak cukup tidur, atau makan makanan yang tidak sehat sering kali dapat meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan serius. Kebiasaan ini juga dapat memicu alergi, bengkak, dan lingkaran hitam di bawah mata.

2. Tidak cukup bergerak

Seseorang kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia dan metabolisme menurun. Karena itu, temukan cara untuk terus bergerak setiap hari, lakukan 10 ribu langkah, lakukan latihan kekuatan secara teratur setidaknya dua kali sepekan dan 150 menit latihan kardiovaskular. Latihan harian juga dapat meningkatkan kesehatan otak.

3. Pelit dengan pola makan

Makanan adalah obat. Pola makan kaya tumbuhan akan memberi antioksidan, vitamin, dan mineral untuk membantu mencegah penyakit kronis dan peradangan. Kemudian, protein tanpa lemak sangat penting membantu membangun dan mempertahankan massa otot, yang penting untuk gaya hidup aktif, pencegahan cedera, dan metabolisme kuat.

Pastikan untuk mendapatkan serat cukup dari makanan. Serat mendukung kesehatan jantung, stabilisasi gula darah, pencernaan, dan rasa kenyang.

4. Tidak memakai kacamata

Terlalu banyak paparan sinar ultraviolet matahari dapat mempercepat proses penuaan, merusak mata, mengakibatkan penglihatan kabur, sensitivitas cahaya, dan banyak lagi. Sangat penting untuk memakai kacamata hitam yang menawarkan 100 persen perlindungan dari sinar UVA dan UVB yang melindungi penglihatan dan kulit halus di sekitar mata.

5. Menghindari pemeriksaan tahunan

Siapa pun yang berusia di atas 50 tahun harus melakukan pemeriksaan pencegahan, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan rutin. Selain itu, pemeriksaan ini harus mencakup tinjauan gaya hidup, tidur, manajemen stres, nutrisi, dan kebiasaan olahraga.

Pengetahuan tentang data pribadi biometrik dan tingkat mikronutrien ditambah dengan perubahan gaya hidup proaktif dapat membuat dampak besar dalam mengoptimalkan kesehatan dan umur panjang.

6. Minum alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan selama bertahun-tahun sangat merugikan tubuh, misalnya masalah berat badan, kehilangan keseimbangan, dan masalah organ hati.

7. Berhenti melakukan hal yang disukai

Jangan menghindari hobi dan cara untuk melatih kesadaran. Hobi memungkinkan siapa saja untuk tidak bekerja dan mendengarkan pikiran bawah sadar. Kreativitas dan ide-ide bagus datang dari pemikiran otak kanan spontan semacam itu.

8. Stres berat

Menghindari tanda-tanda kelelahan pribadi adalah kesalahan besar, terutama setelah usia 50 tahun. Pekerjaan berlebihan dan stres kerja yang tidak terkelola menyebabkan kelelahan, yang dimanifestasikan sebagai kelelahan fisik dan emosional, depersonalisasi, dan kurangnya self-efficacy atau efikasi diri mengacu pada kepercayaan individu akan kemampuannya untuk sukses dalam melakukan sesuatu.

(nnn)

 

Baca juga artikel terkait ini:

- Lima Kebiasaan Ini Bisa Bikin Orang Cepat Tua    

- Awas, Sejumlah Kebiasaan Ini Bisa Bikin Siapa Saja Lekas Menua 

- Lima Langkah Agar Terlihat Lebih Muda 10 Tahun
 


 

Wanita usia 50an tahun sedang tidur/ilustrasi (foto: pixabay). Manusia cepat atau lambat pasti akan mengalami penuaan. Tubuh pun akan mengal...
Menulis Indonesia 16 Feb 2022
Jedadulu

Ini 7 Makanan dan Minuman yang Bisa Bantu Redakan Kecemasan dan Stres

Minum teh bisa bantu redakan kecemasan dan stres (foto: pixabay).

 

Makanan sering kali menjadi pelarian ketika seseorang sedang merasa stres dan cemas. Sayangnya, tak jarang orang-orang memilih makanan yang kurang sehat untuk meredakan kecemasan, seperti fast food atau makanan instan tanpa gizi.

Ahli gizi dari New Delhi, India, Vidhi Chawla menyatakan, ada beberapa pilihan asupan sehat yang bisa membantu menurunkan kecemasan dan depresi. Makanan dan minuman ini tak hanya menyehatkan dan bergizi, tetapi juga lezat.

Berikut ini tujuh rekomendasi asupan bergizi untuk meringankan kecemasan dari Vidhi seperti dilansir PinkVilla, awal Februari 2022.

- Teh

Sebagian orang kerap lari ke minuman beralkohol atau minuman manis ketika merasa cemas. Kedua minuman ini sebenarnya tak membantu meredakan kecemasan dan berpotensi memberi pengaruh buruk.

Teh bisa menjadi minuman alternatif yang dapat membantu. Teh lavender dan teh hijau mengandung antioksidan yang dapat menenangkan saraf-saraf. Manfaat lain dari minum teh adalah mempermudah tidur dan membantu detoksifikasi.

- Cokelat

Jenis cokelat yang dapat membantu meringankan kecemasan adalah dark chocolate atau cokelat hitam. Jenis cokelat ini mengandung antioksidan yang memberikan manfaat baik dalam meredakan kecemasan.

- Kacang

Beragam jenis kacang-kacangan seperti kenari dan almond diketahui merupakan sumber antioksidan sekaligus protein yang baik. Kacang juga mengandung magnesium yang membantu neurotransmiter tubuh dan menunjang fungsi otak.

- Beri

Saat merasa cemas, sebagian orang kerap merasa ingin memakan sesuatu yang manis. Hal ini bisa dipenuhi dengan mengonsumsi buah beri. Selain memiliki rasa yang manis, buah beri kaya antioksidan dan vitamin C.

- Buah dan Sayuran mengandung Vitamin C

Buah-buahan yang kaya vitamin C seperti jeruk, limau, dan anggur bisa membantu meredakan stres dan kecemasan. Selain buah, beragam sayuran kaya vitamin C seperti bayam, selada, peterseli, dan kubis juga bisa membantu.

- Ikan

Sebagian jenis ikan seperti sardin dan salmon bisa memberikan manfaat bagi orang-orang yang mengalami kecemasan. Ikan-ikan tersebut bisa membantu karena mengandung asam lemak omega 3 yang tinggi, yang dapat membantu memelihara fungsi kognitif otak dan menyeimbangkan hormon. Hal ini akan berimbas pada kesehatan mental yang lebih terjaga.

- Yoghurt

Kandungan probiotik di dalam yoghurt dapat membantu dalam mengurangi masalah kecemasan dan depresi. Yoghurt bisa menjadi pilihan yang baik saat merasa cemas, selama tak ada alergi terhadap produk susu. 

(nnn)

Minum teh bisa bantu redakan kecemasan dan stres (foto: pixabay).   Makanan sering kali menjadi pelarian ketika seseorang sedang merasa stre...
Menulis Indonesia 11 Feb 2022
Jedadulu

Tiga Minuman Ini Bisa Memperburuk Peradangan dalam Tubuh

Minuman dengan gula tambahan bisa memperburuk inflamasi atau peradangan (foto: pixabay).

 

Peradangan atau inflamasi adalah respons alami sistem daya tahan tubuh saat menghadapi penyakit atau cedera. Pada dasarnya ini merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk melawan infeksi dan memulihkan diri.

Namun bila peradangan terjadi secara berlebihan, dampaknya akan merugikan kesehatan karena dapat memicu masalah seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Hanya saja, menurut kepala nutrisi dan kesejahteraan dari WW New York, Amerika Serikat, Jaclyn London RD CDN, seperti dilansir LiveStrong, Februari 2022, peradangan yang terjadi secara kronis atau jangka panjang bisa membahayakan kesehatan. Alasannya, peradangan seperti ini akan mengganggu dan mendegradasi sel-sel tubuh, kemudian menyebabkan kerusakan jaringan, lalu kerusakan organ.

Sebagian jenis makanan dan minuman juga dapat memperburuk kondisi inflamasi di dalam tubuh. Makanan dan minuman ini biasanya memiliki sifat proinflamasi. Asupan proinflamasi mendorong peradangan kronis melalui serangkaian reaksi biokimia yang mendorong tubuh untuk kerja lebih keras dalam menjalankan tugasnya. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

Untuk menghindari situasi tersebut, setidaknya ada tiga minuman yang dapat memperburuk inflamasi sehingga perlu dihindari.

- Minuman dengan Gula Tambahan

Minuman bergula memang terasa nikmat dan menyegarkan. Hanya saja, kandungan gula tambahan pada minuman seringkali berlebihan. Semakin banyak gula sederhana (karbohidrat rafinasi) yang dikonsumsi, semakin banyak produk sampingan yang diproduksi tubuh sebagai hasil dari beragam respons metabolisme.

Kondisi tersebut akan memicu serangkaian reaksi yang meningkatkan radikal bebas sehingga bisa merusak jaringan sehat di dalam tubuh. Di sisi lain, kondisi ini juga akan meningkatkan sitokin yang mendorong inflamasi.

Ada beragam minuman yang memiliki kandungan gula tambahan cukup tinggi. Sebagian di antaranya adalah soda, jus buah, kopi atau teh manis, dan minuman alternatif susu.

Agar tidak mengonsumsi gula berlebihan dari minuman, selalu cek kandungan sumber gula yang terdapat dalam minuman. Beberapa di antaranya adalah gula pasir, madu, sirup, gula kelapa, dan sari buah. Setelah itu, periksa berapa jumlah gula total dalam minuman.

Pilih minuman dengan jumlah gula total paling rendah bila ingin minum minuman manis. Ukuran atau porsi juga penting ketika berkaitan dengan minuman bergula.

- Minuman dengan Pemanis Buatan


Beberapa produk minuman seperti soda diet memiliki label bebas gula karena tak menggunakan gula tambahan sebagai pemanis, melainkan pemanis buatan. Minuman ini kerap menjadi pilihan alternatif bagi orang-orang yang sedang mengurangi konsumsi minuman bergula.

Akan tetapi, pemanis buatan seperti aspartam dapat memicu respons inflamasi pada orang yang sensitif. Efek peradangan ini dapat menyebabkan masalah kronis yang serius.

Bila ingin mengonsumsi minuman yang manis, coba minum infused water. Untuk membuatnya, masukkan potongan buah ke dalam air putih lalu simpan di dalam kulkas.

- Alkohol


Bagi sebagian orang, konsumsi alkohol dapat membantu relaksasi dan meredakan stres. Akan tetapi, konsumsi alkohol sebenarnya dapat meningkatkan inflamasi di dalam tubuh.

Sebuah studi dalam Alcohol Research: Current Reviews menemukan bahwa konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan inflamasi di usus. Inflamasi atau peradangan ini terjadi karena asupan alkohol mengubah komposisi dan fungsi mikrobiota usus, melemahkan lapisan usus, dan mengganggu imunitas mukosa usus.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena bakteri usus mempengaruhi cara sistem imun berfungsi. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa memicu peningkatan risiko diabetes tipe 2, obesitas, dan kanker kolon. 

(nnn)

Minuman dengan gula tambahan bisa memperburuk inflamasi atau peradangan (foto: pixabay).   Peradangan atau inflamasi adalah respons alami si...
Menulis Indonesia 10 Feb 2022
Jedadulu

Mitos dan Fakta Tentang Susu yang Perlu Dipahami

Mitos dan fakta soal susu (foto: pixabay).

Produk susu dan turunannya (produk dairy), seperti keju dan yogurt telah menjadi konsumsi umum bahkan sebagai kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, menurut spesialis gizi dr Christin Santun Sriati Lumbantobing, MGizi SpGK, masih ada beberapa mitos yang dipercaya masyarakat padahal itu keliru.

Christin dalam siaran pers Greenfields, belum lama ini, menekankan konsumsi susu sebaiknya sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Berikut beberapa mitos dan fakta soal susu.

Mitos:
Minum susu di malam hari membuat gemuk.

Fakta:
Salah satu faktor yang bisa menambah berat badan adalah melewati batas konsumsi kalori harian. Selama tak melewati batas kalori harian, minum susu di malam hari tidak akan berpengaruh pada berat badan. Hal yang perlu diperhatikan adalah jarak antara waktu mengonsumsi susu dan tidur di malam hari. Pastikan memberi waktu yang cukup untuk badan mencerna susu sebelum tidur.

Mitos:
Minum susu malam hari bisa menambah tinggi badan.

Fakta:
Secara ilmiah, susu kaya akan protein dan mengandung asam amino tinggi yang penting untuk pertumbuhan. Di malam hari, ada beberapa asam amino yang bekerja lebih optimal saat seseorang beristirahat. Saat tidur, berada dalam kondisi puasa dan tubuh kekurangan energi, dalam kondisi ini, tubuh akan mengambil energi cadangan, salah satunya dari otot. Dengan minum susu sebelum tidur, menjadi asupan energi yang nantinya akan digunakan oleh tubuh saat tidur.

Mitos:
Produk dairy yang berbeda, seperti susu dan yogurt, tidak dapat dikonsumsi bersamaan.

Fakta:
Mengonsumsi berbagai produk dairy secara bersamaan sebenarnya tidak apa-apa. Bagi para penggemar produk dairy, bisa menikmati susu bersama keju, atau susu bersama yogurt. Tetapi, jangan lupa untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang sewajarnya karena mengonsumsi sesuatu dalam jumlah berlebihan tentu kurang baik. Misalnya, jika biasa mengonsumsi susu sebanyak 250ml, coba untuk kurangi takarannya menjadi 150ml jika ingin mengonsumsinya bersama yogurt atau keju.

Mitos:
Orang yang memiliki intoleransi laktosa (lactose intolerance) sama sekali tidak bisa mengomsumsi susu.

Fakta:
Ada beberapa orang yang memiliki intoleransi terhadap laktosa yang di kandung susu, saat mengomsumsi susu, tubuh orang itu akan bereaksi kurang baik seperti gatal-gatal atau mual. Ada perbedaan antara alergi dan intoleransi susu.

Mitos:
Cara penyimpanan susu segar dan susu UHT sama saja.

Fakta:
Terdapat beberapa macam susu, seperti susu sapi segar dan susu UHT, dan cara menyimpannya pun berbeda. Kalau tidak disimpan dengan benar, kandungan nutrisi pada susu akan hilang.

Mitos:
Susu full cream adalah pilihan terbaik untuk lansia.

Fakta:
Dua masalah utama pada lansia adalah tidak mau makan dan makan terlalu banyak. Seiring dengan berjalannya waktu, biasanya nafsu makan akan berkurang. Bagi lansia yang cenderung tidak mau makan, dapat diberikan susu full cream dengan jumlah kalori yang lebih tinggi dan lebih padat akan nutrisi. Tapi untuk lansia dengan diabetes, berikan produk dairy yang rendah gula dan lemak.

Mitos:
Saat dimasak, kandungan gizi pada susu akan hilang.

Fakta:
Produk susu mengandung protein, vitamin, dan mineral yang rentan mengalami kerusakan saat dimasak. Saat memasak menggunakan bahan produk turunan susu, sebaiknya tidak terlalu lama atau hingga mengeluarkan asap (mencapai smoking point) yang artinya suhu sudah terlalu panas dan kandungan nutrisi di dalamnya sudah mulai terganggu.

(nnn)

Mitos dan fakta soal susu (foto: pixabay). Produk susu dan turunannya (produk dairy), seperti keju dan yogurt telah menjadi konsumsi umum ba...
Menulis Indonesia 8 Feb 2022
Jedadulu

Ini 4 Tanaman yang Bisa Bantu Buang Racun dalam Tubuh

Tanaman herbal/ilustrasi (foto: pixabay).


Tubuh manusia sudah memiliki sistem yang mahir, seperti hati, ginjal, paru-paru, dan kulit, yang bekerja keras menjaga agar terbebas dari penumpukan racun. Meski demikian, ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu sistem itu istirahat dan tidak terbebani pekerjaan ekstra.

Satu hal sangat penting yang dapat dilakukan adalah minum banyak air putih. Air sangat penting untuk pencernaan yang sehat, pelumasan sendi, dan pembuangan produk limbah. Selain itu, membatasi minuman beralkohol dan tetap aktif, memainkan peran penting dalam menjaga sistem detoks alias pembuangan racun dalam tubuh agar tetap prima.

Ada beberapa tanaman dan sayuran yang dianggap bisa membantu proses pencernaan dan mendukung sistem detoksifikasi alamiah tubuh. Dilansir dari One Green Planet pada Kamis, 3 Februari 2022, berikut empat tanaman yang mampu membantu membersihkan racun dalam tubuh.


1. Dandelion alias randa tapak

Dandelion

Daun dandelion berkhasiat tinggi dan kaya vitamin A, C, K, E, dan sejumlah vitamin B. Dandelion juga mengandung sejumlah besar zat besi, kalsium, magnesium, dan potasium.

Akar dandelion kaya akan inulin, sejenis serat larut, yang dapat meningkatkan bakteri usus sehat dalam sistem pencernaan. Dandelion juga mengandung beta karoten dan polifenol tingkat tinggi.

Antioksidan penting ini dapat melindungi kembali kerusakan sel dan melindungi dari penyakit tertentu. Selain itu, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, beberapa penelitian menunjukkan dandelion dapat membantu melindungi dan mencegah kerusakan hati.

Dandelion memiliki rasa yang cukup pahit. Tetapi daun, akar, dan bunganya dapat digunakan untuk membuat teh atau dinikmati sebagai pengganti kopi. Bisa juga untuk membuat smoothie dandelion atau salad dengan sayuran ini.


2. Daun Nettle atau jelatang menyengat

Jelatang menyengat.

Namanya memang sedikit menakutkan. Tak mengherankan jika jelatang tidak banyak digunakan. Namun, dengan pengolahan yang hati-hati dan benar, seperti pengeringan atau pemasakan, jelatang bisa menjadi sayuran dan ramuan yang sangat bergizi dan bermanfaat.

Jelatang sering disebut-sebut sebagai salah satu makanan yang paling padat nutrisi dan dikemas dengan vitamin A, C, K, dan beberapa vitamin B. Jelatang tinggi mineral, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan natrium.

Jelatang juga mengandung sejumlah antioksidan, termasuk beta karoten dan berbagai polifenol. Diperkirakan juga bahwa jelatang dapat membantu melindungi hati dari peradangan dan racun. Jelatang dapat dinikmati sebagai teh atau sup.

3. Akar burdock atau Niupang atau Gobo atau Ketela Jepang

Burdock.

Meskipun asli Asia dan Eropa, burdock dapat ditemukan sebagai tumbuh liar di Amerika Serikat. Burdock memiliki akar tunggang yang sangat panjang yang digunakannya untuk menambang mineral dari dalam tanah.

Burdock telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai diuretik dan bantuan pencernaan. Burdock juga mengandung antioksidan kuat tingkat tinggi dan merupakan sumber inulin baik yang meningkatkan bakteri sehat di usus.

Beberapa penelitian menunjukkan burdock membantu dalam detoksifikasi darah dan membantu sirkulasi darah di kulit. Selain digunakan untuk membuat teh pahit, akar burdock dapat disantap sebagai sayuran.


4. Peppermint

Peppermint.

Peppermint sangat disukai dan cukup banyak digunakan karena rasa mint yang menyenangkan. Daun pappermint biasa digunakan dalam teh, pasta gigi, dan cemilan. Peppermint hadir dengan sejumlah manfaat kesehatan yang dapat membantu meningkatkan suasana hati dan melepaskan perasaan kembung.

Berbagai penelitian menunjukkan peppermint dapat memiliki efek menenangkan pada ketidaknyamanan pencernaan dengan membantu meredakan rasa sakit, melepaskan gas yang terperangkap, dan meredakan gejala gangguan pencernaan. Peppermint juga dianggap memiliki efek positif pada suasana hati dan dapat membantu menghilangkan rasa lelah dan kantuk pada siang hari.

Hebatnya, peppermint sangat mudah ditanam sendiri misalnya di dalam pot. Peppermint bisa menjadi bahan obat bagus yang ada di teras rumah. 

(nnn)

Tanaman herbal/ilustrasi (foto: pixabay). Tubuh manusia sudah memiliki sistem yang mahir, seperti hati, ginjal, paru-paru, dan kulit, yang b...
Menulis Indonesia 6 Feb 2022
Jedadulu

Perbandingan Skutik All New Honda Vario 160 Vs All New Yamaha Aerox 155

All New Yamaha Aerox 155 vs  Vario 160 (foto: gridoto.com).

Persaingan dua produsen sepeda motor asal Jepang, Honda dan Yamaha, seperti tiada habisnya. Dari tahun ke tahun, berbagai tipe motor produksi Honda dan Yamaha hampir selalu bersaing ketat memikat pasar. Bahkan hingga ajang balap motor paling bergengsi sejagat, MotoGP, keduanya tetap bersaing ketat.

Persaingan terbaru kembali hadir saat PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan skuter matik premium sporty All New Honda Vario 160 pada awal Februari 2022. Vario pun 160 langsung berhadapan dengan All New Yamaha Aerox 155 yang lebih dulu diluncurkan pada November 2021.

Lantas bagaimana perbandingan dua sepeda motor skuter matic terbaru dari Honda dan Yamaha? Simak ulasan singkat dari tim Jedadulu berikut.

- Dimensi:

Vario 160 memiliki ukuran (PxLxT) 1.929 mm x 679 mm x 1.088 mm, dengan wheelbase 1.277 mm. Adapun Aerox 155 memiliki ukuran 1.980 mm x 700 mm x 1.150 mm, serta jarak sumbu roda 1.350 mm.

Artinya, Vario 160 menawarkan dimensi yang lebih kompak. Tinggi tempat duduknya pun cukup ramah untuk ukuran orang Indonesia, yakni 778 mm. Sedangkan Aerox 155 tinggi joknya 790 mm. Sementara untuk ukuran tangka bahan bakar keduanya sama-sama 5,5 liter.

- Kaki-Kaki:

All New Aerox 155 mengusung ban depan berukuran 110/80-14 dan belakang 140/70-14. Sedangkan Vario 160 mengusung profil 100/80-14 pada ban depan dan 120/70-14 pada ban belakang. Jadi ban belakang Aerox lebih lebar dari Vario.

- Dapur Pacu:

Vario 160 mengusung mesin 4-langkah 4 klep eSP+ PGM-FI berkapasitas 156,9 cc dengan diameter x langkah (60 mm x 55,5 mm), serta kompresi 12:1. Mesin baru itu menghasilkan tenaga 11,3 kW atau setara 15,3 tk pada 8.500 rpm dan torsi puncak 13,8 Nm pada 7.000 rpm.

Adapun Aerox 155 dibekali mesin 4-langkah, SOHC, VVA, berpendingin cairan, berkapasitas silinder 155 cc dengan diameter x Langkah (58,0 mm x 58,7 mm), serta kompresi 11,6:1. Tenaga maksimalnya bisa mencapai 11,3 kW atau setara 15,3 tk pada 8.000 rpm dan torsi maksimal 13,9 Nm pada 6.500 rpm. Ini berarti Vario 160 dan Aerox 155 memiliki figur tenaga yang sama.

All New Yamaha Aerox 155.


- Fitur Pendukung:

All New Vario 160 dilengkapi sejumlah fitur keselamatan dan keamanan, seperti Honda Smart Key System yang dilengkapi alarm dan answer back system. Pada tipe ABS sudah disematkan fitur keselamatan seperti Antilock-Braking System (ABS) dan peranti rem posisi belakang yang telah dilengkapi rear disc brake.

Model ini juga didukung USB charger type A dengan socket untuk melakukan pengisian daya tanpa perlu menggunakan tambahan adapter. Terdapat dukungan lampu LED pada semua sistem tata cahaya. 

All New Honda Vario 160.


Selain itu, motor ini dilengkapi full digital panel meter dengan informasi lengkap. Informasi yang disajikan antara lain indikator kecepatan, jarak tempuh, bahan bakar, indikator Smart Key, jam digital, konsumsi bensin, indikator tegangan baterai, indikator penggantian oli, trip meter, indikator ISS, dan indikator ABS pada tipe ABS. Motor ini juga hadir dengan pengaplikasian teknologi frame (rangka) e-SAF (enhanced Smart Architecture Frame) yang diklaim membuat semakin lincah dan mudah dikendarai.

Aerox 155 memiliki fitur Y-Connect yang mampu menghubungkan smartphone pengendara dengan sepada motor melalui Bluetooth. Dengan adanya fitur ini pengendara dapat dengan mudah mendapatkan beragam informasi terkait notifikasi telepon dan pesan masuk di dashboard motor. Selain itu, informasi yang disajikan juga mencakup konsumsi bahan bakar, informasi lokasi parkir terakhir saat terhubung dengan aplikasi, rekomendasi perawatan yang menunjukkan kondisi aki dan oli, notifikasi malfungsi sampai dengan fitur Revs Dashboard yang menarik bagi pengguna.

Selain itu, aplikasi Y-Connect juga memiliki fitur Rank yang menghibur bagi konsumen dalam menikmati aktivitas berkendaranya, karena pengendara bisa saling berkompetisi dengan sesama pengguna CCU model (motor Yamaha yang memiliki fitur Y-Connect) dalam hal jarak tempuh maupun poin eco-riding.

Aerox 155 juga punya desain lampu LED pada bagian depan dan belakang yang lebih tajam dan lebar serta dilengkapi oleh DRL (daytime running light).

- Harga:

All New Honda Vario 160
Model CBS  Rp 25.800.000
Model ABS  Rp 28.500.000

Yamaha Aerox 155
Model Connected (non ABS)  Rp 25.900.000
Model Connected ABS  Rp 29.400.000
Model Connected ABS MotoGP Edition  Rp 29.500.000
Model Connected ABS World GP 60th Anniversary  Rp 29.900.000


Bisa disebut bahwa Honda Vario 160 dan Yamaha Aerox 155 setara. Namun perlu diingat, perbandingan di atas hanya berdasarkan data masing-masing pabrikan bukan berdasarkan pengetesan independen. 

 

Sekarang terserah bagi calon konsumen mau memilih yang mana karena kedua motor memberikan keunggulan masing-masing. Silakan tentukan pilihan sendiri.

(nnn)


All New Yamaha Aerox 155 vs  Vario 160 (foto: gridoto.com). Persaingan dua produsen sepeda motor asal Jepang, Honda dan Yamaha, seperti tiad...
Menulis Indonesia 3 Feb 2022
Jedadulu

Aliando dan Sejumlah Artis Lain Pengidap OCD Butuh Sabar untuk Sembuh

Instagram Aliando Syarief.

Aliando Syarief dalam sesi live Instagram belum lama ini mengaku mengidap gangguan obsesif-kompulsif atau Obbessive Compulsive Disorder (OCD). Aktor yang ngetop lewat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala ini mengungkapkan, penyakit mentalnya tersebut benar-benar membuatnya terganggu dan ia telah berjuang dengan OCD extreme selama dua tahun terakhir.

Aliando tak sendiri, beberapa artis Indonesia juga sempat mengaku mengidap OCD. Di antaranya Rina Nose, Prilly Latuconsina, Olla Ramlan, Afgan Syahreza, Zaskia Adya Mecca, dan Ari Lasso.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan OCD? Untuk lebih jelasnya bisa disimak laporan healthline.com yang telah direview oleh psikiater dari University of North Dakota, Timothy J Legg. 

Legg mendefinisikan OCD adalah kondisi kesehatan mental kronis berupa obsesi yang tidak terkendali menyebabkan perilaku kompulsif. Ketika seseorang mencapai titik OCD extreme seperti Aliando, itu bisa mengganggu hubungan dan tanggung jawab yang secara signifikan mengurangi kualitas hidup.

OCD pernah menjadi salah satu dari 10 daftar penyakit teratas di seluruh dunia, dan gangguan kecemasan secara umum tetap berada di antara 10 besar. Selain beban biaya pengobatan, penelitian menunjukkan hilangnya rata-rata 46 hari kerja setahun karena OCD.

OCD seringkali dimulai selama masa remaja atau dewasa muda. Pada tahap awal, gejala umumnya ringan dan terus meningkat ke fase ekstrem. Kondisi stres dapat memperburuk gejala.

OCD memiliki dua jenis gejala yang khas yaitu pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesif) yang membuat penderita melakukan perilaku berulang untuk meredakan stres atau kecemasan serta tidak memiliki kendali untuk berhenti (kompulsif).

Meskipun tidak ada diagnosis resmi untuk OCD extreme, banyak orang mungkin merasa gejalanya parah dan sangat memengaruhi kehidupannya. OCD yang tidak diobati juga dapat menyebabkan gejala yang lebih parah.

Gangguan obsesif-kompulsif seringkali berpusat pada tema tertentu, misalnya ketakutan berlebih akan kontaminasi kuman. Sehingga penderita bisa mencuci tangan secara kompulsif sampai kulit tangan terasa sakit dan pecah-pecah.

Gejala lain misalnya selalu ingin semua hal tertata rapi, simetris, sejajar, dan berurutan. Jadi ketika seseorang melihat sesuatu yang kotor, berantakan, atau tidak simetris, pikirannya akan mendorong untuk membersihkan dan merapikannya. Perilaku ini akan selalu menuntut untuk menghasilkan pikiran yang sama dan berulang.

Penderita OCD juga seringkali dihantui perasaan ragu sehingga memaksanya untuk memeriksa sesuatu berulang kali. Contoh paling umum seperti ragu sudah mengunci pintu atau belum, sudah mematikan kompor atau belum dan lainnya. Para penderita akan merasa bahaya selalu mengintai.

 

Penderita OCD (foto: pixabay).
 

Banyak orang dengan OCD menyadari sepenuhnya bahwa pikiran dan perilakunya tidak rasional tetapi merasa tidak berdaya untuk menghentikannya. Bahkan beberapa orang mungkin mengalami delusi, percaya bahwa obsesi dan kompulsi adalah cara yang normal untuk melindungi dari ancaman yang diyakini sangat nyata.

Sejauh ini para ahli belum menemukan penyebab pasti dari OCD. Namun beberapa faktor potensial yang berkontribusi membuat seorang OCD di antaranya, genetika atau keturunan, struktur dan fungsi otak, lingkungan yang misalnya membuat trauma sejak masa kanak-kanak.

Lantaran gangguannya beragam, perawatan OCD akan bersifat individual, tetapi secara umum pasien akan diberikan obat dan terapi. Sejauh ini, terapi perilaku kognitif (CBT) dianggap sebagai metode paling efektif untuk mengobati OCD. CBT adalah jenis psikoterapi yang membahas hubungan pikiran, perasaan, dan perilaku.

Seorang terapis akan membantu penderita menyesuaikan pikiran untuk memengaruhi tindakan. Sementara jika berisiko melukai diri sendiri, memiliki pikiran delusi, atau mengalami psikosis karena kondisi lain, rawat inap mungkin menjadi pilihan terbaik. Semua perawatan itu membutuhkan kesabaran yang amat tinggi.

(nnn)

Instagram Aliando Syarief. Aliando Syarief dalam sesi live Instagram belum lama ini mengaku mengidap gangguan obsesif-kompulsif atau Obbess...
Menulis Indonesia 1 Feb 2022