Menu
Jedadulu

8 Kebiasaan Ini Sebaiknya Dihentikan Saat Usia Sudah 50-an Tahun

Wanita usia 50an tahun sedang tidur/ilustrasi (foto: pixabay).


Manusia cepat atau lambat pasti akan mengalami penuaan. Tubuh pun akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.

Namun tanpa disadari, sebagian orang justru punya kebiasaan-kebiasaan yang membuatnya menua lebih cepat. Meskipun tidak dapat berbuat banyak terkait penuaan alami, manusia masih bisa mencegah mengalami banyak masalah kesehatan dengan memiliki gaya hidup aktif dan sehat.

Ada beberapa perubahan yang secara bertahap mulai terjadi setelah usia 50 tahun. Pertama, metabolisme melambat, umumnya membutuhkan 200 kalori lebih sedikit sehari setelah 50 tahun.

Kedua, produksi kolagen melambat, kolagen penting untuk kesehatan kulit, sendi, dan ligamen. Ketiga, kulit menjadi lebih tipis sehingga lebih rapuh, yang dapat mengakibatkan kekeringan.

Berusia 50 tahun bukanlah hal yang menakutkan. Namun, ini adalah waktu atau tanda-tanda kebiasaan buruk dapat sangat merugikan.

Pendiri dan Direktur Medis Pusat Anti-Penuaan & Panjang Umur Philadelphia, Amerika Serikat, Seema Bonney, menyatakan, ada hal yang semestinya diperhatikan seiring bertambahnya usia. Manusia dapat mengambil tindakan untuk membantu memperlambat proses penuaan dan meningkatkan vitalitas, kinerja, dan kesehatan, dengan menerapkan pola hidup sehat.

Dikutip dari laman Eat This, Not That! pada Ahad, 13 Februari 2022, berikut delapan kebiasaan yang perlu dihentikan setelah usia 50 tahun agar tetap sehat

1. Tidak cukup tidur

Merokok, tidak cukup tidur, atau makan makanan yang tidak sehat sering kali dapat meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan serius. Kebiasaan ini juga dapat memicu alergi, bengkak, dan lingkaran hitam di bawah mata.

2. Tidak cukup bergerak

Seseorang kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia dan metabolisme menurun. Karena itu, temukan cara untuk terus bergerak setiap hari, lakukan 10 ribu langkah, lakukan latihan kekuatan secara teratur setidaknya dua kali sepekan dan 150 menit latihan kardiovaskular. Latihan harian juga dapat meningkatkan kesehatan otak.

3. Pelit dengan pola makan

Makanan adalah obat. Pola makan kaya tumbuhan akan memberi antioksidan, vitamin, dan mineral untuk membantu mencegah penyakit kronis dan peradangan. Kemudian, protein tanpa lemak sangat penting membantu membangun dan mempertahankan massa otot, yang penting untuk gaya hidup aktif, pencegahan cedera, dan metabolisme kuat.

Pastikan untuk mendapatkan serat cukup dari makanan. Serat mendukung kesehatan jantung, stabilisasi gula darah, pencernaan, dan rasa kenyang.

4. Tidak memakai kacamata

Terlalu banyak paparan sinar ultraviolet matahari dapat mempercepat proses penuaan, merusak mata, mengakibatkan penglihatan kabur, sensitivitas cahaya, dan banyak lagi. Sangat penting untuk memakai kacamata hitam yang menawarkan 100 persen perlindungan dari sinar UVA dan UVB yang melindungi penglihatan dan kulit halus di sekitar mata.

5. Menghindari pemeriksaan tahunan

Siapa pun yang berusia di atas 50 tahun harus melakukan pemeriksaan pencegahan, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan rutin. Selain itu, pemeriksaan ini harus mencakup tinjauan gaya hidup, tidur, manajemen stres, nutrisi, dan kebiasaan olahraga.

Pengetahuan tentang data pribadi biometrik dan tingkat mikronutrien ditambah dengan perubahan gaya hidup proaktif dapat membuat dampak besar dalam mengoptimalkan kesehatan dan umur panjang.

6. Minum alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan selama bertahun-tahun sangat merugikan tubuh, misalnya masalah berat badan, kehilangan keseimbangan, dan masalah organ hati.

7. Berhenti melakukan hal yang disukai

Jangan menghindari hobi dan cara untuk melatih kesadaran. Hobi memungkinkan siapa saja untuk tidak bekerja dan mendengarkan pikiran bawah sadar. Kreativitas dan ide-ide bagus datang dari pemikiran otak kanan spontan semacam itu.

8. Stres berat

Menghindari tanda-tanda kelelahan pribadi adalah kesalahan besar, terutama setelah usia 50 tahun. Pekerjaan berlebihan dan stres kerja yang tidak terkelola menyebabkan kelelahan, yang dimanifestasikan sebagai kelelahan fisik dan emosional, depersonalisasi, dan kurangnya self-efficacy atau efikasi diri mengacu pada kepercayaan individu akan kemampuannya untuk sukses dalam melakukan sesuatu.

(nnn)

 

Baca juga artikel terkait ini:

- Lima Kebiasaan Ini Bisa Bikin Orang Cepat Tua    

- Awas, Sejumlah Kebiasaan Ini Bisa Bikin Siapa Saja Lekas Menua 

- Lima Langkah Agar Terlihat Lebih Muda 10 Tahun
 


 

Tidak ada komentar