Berat Badan Kurang tak Baik Bagi Kesehatan, Ngemil Saja

(Ngemil makanan ringan/foto: pixabay)

Kelebihan berat badan atau obesitas dan kekurangan berat badan sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan.

Selama ini banyak orang lebih terfokus pada persoalan obesitas. Namun jangan salah sangka, kekurangan berat badan bisa sama buruknya bagi kesehatan Anda.

Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat (AS), dikutip dari Healthline belum lama ini, kekurangan berat badan berkaitan dengan risiko 140 persen lebih besar kematian dini pada pria dan 100 persen pada wanita.

Untuk mencegah hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara. Hal terpenting adalah mengisi perut secara rutin dengan karbohidrat dan lemak setidaknya tiga kali sehari. Banyak makanan tinggi karbohidrat dan tinggi lemak untuk menambah berat badan. Pilihan terbaik adalah mengonsumsi makanan yang banyak protein, lemak, dan karbohidrat.

Pastikan untuk makan setidaknya tiga kali sehari seperti nasi, ikan, ayam, hingga sayur-sayuran yang mengandung serat. Nah, ini yang kadang terbaikan. Cobalah untuk menambahkan cemilan padat energi bila perlu. Karena ngemil yang dilakukan secara sering juga dapat menambah berat badan dan cukup menambah energi.

Jadi nggak apa jika punya kebiasaan ngemil. Apalagi ada potensi peningkatan risiko kematian dini pada pria dengan berat badan yang kurang. Di AS, satu persen pria dan 2,4 persen wanita usia 20 tahun ke atas mengalami berat badan yang kurang. Hal tersebut juga dapat mengganggu fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan risiko infeksi, memicu osteoporosis, patah tulang, dan menyebabkan masalah kesuburan.

Selain itu, orang yang kekurangan berat badan jauh lebih besar kemungkinannya untuk mengalami sarkopenia, yaitu pemborosan otot yang berkaitan dengan usia. Kemungkinan berisiko lebih besar mengalami demensia. Menyeramkan bukan? Makanya sekali lagi tak ada salahnya kalau Anda selama ini gemar ngemil, asal jangan keterusan. Nanti jatuhnya malah kena obesitas.

(Dinar K Dewi)
loading...

No comments