Wisata Kuliner di Dieng, Coba Mampir ke Warung Selera Raja

(Warung Selera Raja Dieng/Foto: Jedadulu.com)

Sensasi dingin. Itulah yang kami rasakan saat kali pertama berwisata ke Dataran Tinggi Dieng atau Dieng Plateau, Wonosobo, Jawa Tengah, pada awal Desember 2017 lalu. Suhu Dieng rata-rata 10 derajat Celcius bahkan di pagi hari atau musim tertentu mencapai di bawah 0 derajat Celcius.

Jadi jangan tanya apakah ada air conditioner (AC) atau tidak di rumah-rumah warga dan penginapan di Dieng. Karena jelas nggak membutuhkan AC. Suhu dinginnya saja melebihi suhu terendah AC yang biasanya hanya 16 derajat Celcius.

Penginapan kami yang berada di sekitar Kompleks Candi Arjuna, Dieng Kulon, jelas tak memiliki AC. Namun dinginnya sudah terasa menusuk tulang, apalagi saat malam hingga pagi dini hari. Sampai-sampai kami sering berkelakar mencari remote AC untuk 'mematikan' dinginnya suhu udara.


Pada dini hari WIB, rombongan kami yang dikoordinir oleh sebuah biro travel berencana mengunjungi Bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan. Bukit Sikunir menjadi salah satu obyek wisata andalan Dataran Tinggi Dieng. Salah satu yang paling diincar wisatawan adalah indahnya view sunrise dari Puncak Sikunir yang dikenal dengan Golden Sunrise Sikunir yang fenomenal. Selain itu, dari Puncak Sikunir, pengunjung bisa menyaksikan gagahnya gunung-gunung tinggi di Jawa tengah berderet di kejauhan.

Namun, karena kami membawa dua anak kecil, Damar (12 tahun) dan Dita (6), kami memutuskan tak ikut ambil bagian dalam rombongan besar ke Bukit Sikunir. Apalagi untuk melihat sunrise, rombongan harus berangkat sekitar pukul 03.30 WIB. Terlalu pagi dan pasti suhunya masih sangat dingin, terutama buat dua bocah kami.

Kami memutuskan untuk tetap tinggal di penginanapan dan memilih jalan-jalan pagi di sekitar penginapan dan Kompleks Candi Arjuna.

Sensasi dingin biasanya berimbas dengan persoalan selera makan yang hangat. Untuk soal kuliner di Dieng, tak perlu khawatir, warung makan dan resto kecil banyak betebaran di sekitar Kompleks Candi Arjuna. Rasanya lumayan dan harganya tak menguras isi kantong.

Kami pun memilih wisata kuliner di sekitar penginapan. Pilihan jatuh pada Warung Selera Raja. Selain desainnya yang unik, kebetulan saat itu, sekitar pukul 06.00 WIB warung itu sudah buka duluan sehingga cocok sekalian buat sarapan. Warung itu berada di jalan masuk utama Kompleks Candi Arjuna.


Kami memesan makanan dan minuman hangat pada seorang bapak paruh baya yang ternyata si pemilik warung. Sayang, kami lupa menanyakan siapa namanya. Ia dibantu seorang asisten pria menyiapkan sarapan kami, nasi goreng, sate ayam, dan sate sapi, serta mie ongklok.

Tempat ini memiliki suasana yang sangat nyaman dan bersih cocok juga buat hangout. Tapi kebetulan, hari itu kami pembeli pertama karena datang terlalu pagi. Sehingga, baru kami yang duduk menyantap makanan di situ.

Pelayanannya sangat ramah dan cepat. Kita pun bisa menanyakan apa saja seputar wisata Dieng pada si Bapak pemilik warung. Ia akan menjawabnya dengan ramah. Kata si Bapak pemilik warung, lokasi itu dan termasuk warungnya ramai dikunjungi setiap ada event Dieng Culture Festival. Festival ini biasanya digelar di bulan Agustus setiap tahun.

Semua menu yang dihidangkan di Warung Selera Raja lumayan lezat. Ayamnya pun terasa segar dan entah mengapa terasa berbeda dibanding ayam-ayam yang dijual di kota. Belum lagi mie ongkloknya, salah satu makanan khas kota ini, rasanya cukup enak dan mengenyangkan.

Mie ongklok memang paling istimewa karena ini makanan khas Dieng. Menu ini merupakan olahan mie yang direbus lalu diracik dalam mangkuk yang ditambah dengan potongan kol, daun kucai, serta kuah kental berkanji. Mie ongklok biasanya disajikan dengan sate sapi dan tempe kemul khas Wonosobo. Hampir semua warung menyediakan termasuk Warung Selera Raja.

Semula kami sempat khawatir berapa yang harus kami bayar untuk makanan dan minuman hangat yang memuaskan itu. Karena sudah menjadi rahasia umum, di bebarapa lokasi obyek wisata, ada saja pedagang makanan yang menggetok harga.

Rasa khawatir pun sirna saat si Bapak menyodorkan bon makanan. Tak sampai 100 ribu rupiah untuk kami berempat. Wow murah! Ini bisa jadi salah satu lokasi kuliner yang kami rekomendasikan buat para pengunjung yang hendak berwisata ke Dieng.

(Dinar K Dewi)

loading...

No comments