Pakai Job2Go, Kini Nyari Lowongan Kerja Nggak Perlu Ribet

CEO dan Founder Job2Go Kurniawan Santoso (tengah/kaos hitam) bersama timnya.

Para pencari kerja agaknya kini tak perlu terlalu risau mencari lowongan kerja. Gak perlu bersusah payah keliling masuk satu kantor ke kantor lain, tanya satpam ada nggak lowongan kerja. Nggak perlu ngantre berjubel di pameran atau bursa kerja. Nggak perlu juga melototin iklan baris di koran untuk nyari lowongan kerja (yang ini mah jadul banget).

Memang, permasalahan mencari kerja hingga kini tetap menjadi sesuatu yang sangat penting, terutama bagi orang-orang yang minim kemampuan kerja (low skill). Tak dimungkiri para calon pekerja yang memiliki kemampuan minim sering mengalami kesulitan mencari kerja.

Tapi jangan galau lagi ya, industri startup di Indonesia sudah kembali kedatangan pemain baru. Melalui PT Sinergi Performa Cipta, aplikasi pencarian lowongan kerja berbasis on-demand, Job2Go resmi diperkenalkan. Job2Go merupakan startup besutan anak Indonesia, yang para personelnya telah melanglang buana di beberapa perusahaan global.

Mereka adalah Kurniawan Santoso (CEO & Founder), Saat Prihartono (COO &Co-Founder), dan Andry Huzain (Chief Product Officer & Co-Founder). Kurniawan Santoso pernah bergabung dengan beberapa perusahaan Silicon Valley seperti Google, Oracle Marketing Cloud, dan Facebook. Sedangkan Prihartono adalah veteran di dunia sales, dengan pengalaman senior position di perusahaan fintech dan FMCG di Indonesia. Kemudian, Andry Huzain sebelumnya adalah co-founder sebuah startup fintech dan menduduki berbagai posisi senior di perusahaan digital lainnya.

Job2Go menarget siapa saja yang ingin cepat mendapatkan pekerjaan, dengan menonjolkan pada pekerjaan sederhana dan tanpa keahlian khusus. Job2Go menyediakan informasi lowongan pekerjaan sesuai permintaan (on-demand) dan info kerja lainnya yang tersedia di lokasi dekat dengan para pencari kerja.

Job2Go menyediakan berbagai pilihan jenis pekerjaan, mulai dari tenaga penjualan, tenaga merchandising, sales promotion girl, staf marketing, staf administrasi, staf magang (intern), dan akan berkembang ke berbagai profesi lainnya.

Bagi perusahaan yang ingin mencari pekerja juga dimudahkan dengan pilihan yang beragam, termasuk tempo atau waktu pekerjaan, seperti full time, part
time, internship, hingga sukarelawan.

"Penyediaan berbagai fasilitas yang lengkap di aplikasi Job2Go tentu saja bertujuan membantu kedua belah pihak, baik para pencari kerja maupun perusahaan yang mencari pekerja sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan," ujar CEO dan Founder Job2Go Kurniawan Santoso, Selasa, 10 Desember 2019.

Bagi para pencari kerja, Job2Go juga menyediakan kemudahan berupa notifikasi lowongan pekerjaan dari perusahaan yang berada di lokasi tidak jauh dari tempat tinggal si pencari kerja. Fitur unggulan lainnya adalah proses pembayaran pekerjaan yang terintegrasi di dalam saldo aplikasi Job2Go.


Menurut Kurniawan, Job2Go menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) untuk memfasilitasi kecocokan penawaran-permintaan pekerjaan yang lebih baik guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan pekerja. "Kami mengolah informasi dasar dari pekerja, seperti pendidikan dan keterampilan dipadukan dengan catatan performa pekerjaan sebelumnya dan input data lainnya,” jelas dia.

Job2Go, lanjut Kurniawan, ingin menjadikan para calon pekerja segera mendapatkan pekerjaan dengan proses yang mudah dan tanpa memiliki keahlian yang khusus. “Aplikasi ini sangat cocok untuk siapa saja, baik yang sedang mencari pekerjaan tetap maupun pekerjaan paruh waktu. Pekerja pemula juga adalah fokus utama kami saat ini,” katanya.

Kurniawan menyebutkan, ada sejumlah faktor yang mendorong pengembangan layanan tersebut. Pertama, meningkatnya tren pekerja kekinian di Indonesia yang mengedepankan jam kerja dan lokasi fleksibel, serta mau mencoba berbagai pekerjaan baru.

Hal ini turut diperkuat oleh riset PersolKelly 2018 APAC Workforce Insight yang menunjukkan sebanyak 39 persen responden di Indonesia berminat mencari pekerjaan yang lebih fleksibel dari sisi kontrak kerja. Selain itu, peningkatan tren ini juga dipicu oleh model bisnis gig-economy yang menekankan efisiensi dan efektivitas dengan teknologi. Istilah gig-economy merujuk pada ekosistem di mana seseorang melakukan pekerjaan on-demand atau jangka pendek.

Perkembangan teknologi mobile memicu semakin banyak yang ingin berpartisipasi di gig-economy. Hal ini mendorong perubahan perilaku konsumen yang menginginkan jasa atau produk yang serba instan dan customized, seperti di sektor e-commerce dan transportasi.

Menurut Kurniawan, tren ini memberikan dampak positif yang menumbuhkan sektor ketenagakerjaan, mulai dari pekerja paruh waktu (freelance worker), pekerja mandiri (independent worker), dan staf yang direkrut untuk jangka pendek atau saat dibutuhkan (on-demand worker)

Job2Go dibuat oleh tenaga berpengalaman yang memahami seluk beluk dunia digital dan memahami operasional eksekusi ketenagakerjaan. Rancangan aplikasi Job2Go dibuat sebaik mungkin sehingga setiap orang bisa dengan mudah menggunakannya (user friendly). "Dengan teknologi yang canggih, aplikasi akan terus ditambahkan dengan fitur- fitur menarik yang tentu akan memberikan banyak manfaat bagi para penggunanya," jelas Kurniawan.

Job2Go juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan sebagai mitra usaha, di antaranya perusahaan yang bergerak di bisnis e-commerce, financial institution, bank, FMCG, ride-hailing service, asuransi, dan lainnya. Saat ini baik calon pekerja maupun perusahaan dapat mengakses layanan Job2Go melalui website www.job2go.net atau mengunduh aplikasi di Google Play dan Apple App Store.
loading...

No comments