Menu
Jedadulu

Lima Film Fiksi Ilmiah Terbaik 2020

 

Tahun 2020 menjadi tahun penuh harap untuk film fiksi ilmiah (sci-fi). Sayangnya, pandemi corona secara global membuat tahun ini berjalan tidak sesuai harapan.

Beberapa film fiksi ilmiah terbesar, seperti adaptasi baru dari Frank Herbert Dune harus diundur hingga 2021. Meski demikian, ada beberapa cerita fiksi ilmiah hebat yang diproduksi untuk layar lebar. Dari sisi fiksi ilmiah yang lebih konyol hingga sudut yang paling serius, masih ada beberapa kisah hebat tentang alien, teknologi, dan perjalanan waktu untuk menghibur para penggemar pada 2020.

Berikut sejumlah film yang berhubungan dengan elemen sci-fi klasik, termasuk teknologi canggih, alien, dan perjalanan luar angkasa. Dilansir Cinema Blend, akhir Desember 22020, ada limafilm fiksi ilmiah terbaik 2020.

Tenet 


 

Berbicara tentang mengotak-atik waktu, Tenet ala Christopher Nolan tak perlu dipertanyakan lagi. Ini adalah film terbesar dalam daftar tahun ini, hanya karena menjadi salah satu film terbesar yang keluar pada 2020. Penggemar sangat antusias dengan entri terbaru Christopher Nolan. Ulasan untuk film ini cukup beragam, banyak yang melihatnya sebagai kecemerlangan Christopher Nolan, sementara yang lain melihatnya sebagai sesuatu yang berantakan.

Bill and Ted Face the Music 


 

Film ini didasarkan pada teknologi masa depan (yang sepenuhnya tidak dapat dijelaskan). Bill and Ted Face the Music adalah film yang dibuat selama beberapa dekade. Film mampu menyimpulkan kisah Bill dan Ted dengan cara yang paling baik, lucu, dan menyentuh hati. Ini bukan film terbaik dalam trilogi, bahkan mungkin bukan yang terbaik kedua, tapi film itu sangat pas untuk waktu sekarang ini. Seperti pendahulunya, film ini menggunakan mekanisme perjalanan waktu dengan cara yang sama kreatifnya dengan film perjalanan waktu yang lebih serius.

The Vast of Night 


 

Sebuah film berlatar 1950-an di New Mexico yang berurusan dengan invasi alien. Jika ada buku teks membuat film fiksi ilmiah, mungkin film ini ada di bab satu. The Vast of Night menceritakan tentang beberapa remaja yang memecahkan misteri sinyal radio. Apakah The Vast of Night sebenarnya adalah cerita fiksi atau nyata? Tidak sepenuhnya jelas sampai akhir. Apapun The Vast of Night adalah fiksi ilmiah terbaik, tidak hanya karena elemen klasiknya, tetapi karena cara film itu mengatakan sesuatu tentang dunia yang tercermin dalam ceritanya.

The Invisible Man
 


 

The Invisible Man bukan hanya salah satu film fiksi ilmiah terbaik tahun ini, tetapi kemungkinan juga salah satu film horor terbaik 2020. Di sini, fiksi ilmiah sedikit lebih dari katalisator cerita. Penampilan Elisabeth Moss sebagai seorang wanita yang kehilangan cengkeramannya pada kenyataan begitu memikat. The Invisible Man menjadi salah satu rilis besar terbaik tahun ini, bahkan jika teater tidak tutup.

The Phineas and Ferb: Candace Against The Universe
 


 

Menjadi film fiksi ilmiah tidak berarti bahwa film juga tidak boleh konyol atau animasi, atau keduanya. The Phineas and Ferb: Candace Against the Universe tidak membahas pertanyaan serius tentang kondisi manusia atau tempat kita di alam semesta, seperti kebanyakan genre umumnya. Film itu memang menampilkan alien dan pesawat luar angkasa. Ketika saudara perempuan Phineas dan Ferb diculik oleh alien, mereka berlomba untuk menyelamatkannya. Candance Against the Universe adalah film keluarga yang memiliki elemen-elemen menarik.

(nnn)

  T ahun 2020 menjadi tahun penuh harap untuk film fiksi ilmiah (sci-fi ). Sayangnya, pandemi corona secara global membuat tahun ini berjala...
Menulis Indonesia 30 Des 2020
Jedadulu

Libur Panjang di Rumah Selama Pandemi Corona, Dibikin Asyik Aja

Liburan di rumah (Pixabay)

Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020 sebentar lagi. Pemerintah mulai mempersiapkan langkah-langkah untuk mencegah lonjakan penyebaran Covid-19 seperti yang pernah terjadi di masa libur panjang Agustus 2020 lalu. Banyak yang menyarankan saat kondisi seperti ini, sebaiknya liburan di rumah saja.

Meski berlibur di rumah, namun tetap tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Apalagi jika sesekali kita harus pergi ke minimarket untuk membeli kebutuhan rumah. Hal ini bertujuan untuk membuat suasana liburan di rumah tetap aman dan nyaman.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dr Dewi Nur Aisyah menjabarkan beberapa kegiatan untuk mengisi liburan panjang dari rumah saja, sekaligus berguna untuk mengurangi resiko penyebaran virus Covid-19. Terutama bagi yang sudah berusia lanjut atau memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

1. Makan bersama atau menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.
Kegiatan ini seru lho karena kita bisa bercerita atau bahkan bertukar informasi tentang banyak hal satu sama lain. Selain itu, bisa juga jadi lebih menambah kebersamaan dan kedekatan antaranggota keluarga.

2. Menonton atau melakukan aktivitas favorit bersama keluarga.
Buat yang suka sekali nonton tapi belum bisa atau berani untuk menonton film favorit ke bioskop, bisa juga nih menonton film favorit lewat platform streaming film bersama keluarga.

3. Mengirimkan makanan/hadiah/parsel berupa makanan atau barang favorit untuk orang tua atau keluarga yang tinggal berjauhan.

Hal ini bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan jika kita berkunjung ke orang tua atau sederhana. Kita tidak akan pernah tahu apakah kita yang menularkan dan mereka tertular atau sebaliknya.

4. Melakukan komunikasi virtual dengan keluarga atau teman-teman terdekat.

Pasca-pandemi Covid-19 merebak, kini banyak masyarakat yang memanfaatkan aplikasi video conference seperti zoom atau google meet. Dengan aplikasi tersebut kita bisa mengobrol dengan beberapa orang sekaligus. Kita pun bisa mengurangi berkumpul dan berkerumun.

5. Berbelanja secara online untuk semua kebutuhan yang diperlukan.
Hal ini bertujuan untuk menghindari kerumunan yang mungkin saja terjadi di tempat pusat perbelanjaan. Selain itu, belanja online juga lebih praktis.

nnn

Liburan di rumah (Pixabay) L ibur panjang Natal dan Tahun Baru 2020 sebentar lagi. Pemerintah mulai mempersiapkan langkah-langkah untuk menc...
Menulis Indonesia 29 Des 2020
Jedadulu

Tips Menjadi Guru Dadakan Bagi Anak Saat Bersekolah di Rumah

Si bungsu yang bete saat pembelajaran jarak jauh.
Mata Dita, putri kecil saya tiba-tiba bersinar mendengar ayahnya membacakan berita dari sebuah situs web perihal dibolehkannya sekolah-sekolah dibuka kembali pada Januari 2021 mendatang. Tapi kebahagiaannya tak berlangsung lama, ketika selang beberapa hari kemudian ayahnya kembali membacakan berita mengenai dinas pendidikan di kota kami yang akhirnya menunda wacana pembukaan pembelajaran sekolah tatap muka pada semester kedua karena angka korban pandemi Covid-19 ternyata masih sangat tinggi.

Pandemi yang sudah berlangsung selama sekitar sembilan bulan ini memang "menghajar" seluruh manusia di dunia. Menghantam berbagai lini kehidupan. Saat ini, hidup terasa berat bagi mayoritas orang. Hampir tak ada orang di sekitar saya yang tak mengeluh. Mulai dari bisnis yang merosot tajam, kehilangan mata pencarian, sampai kehilangan anggota keluarga tercinta. Benar-benar situasi yang sangat sulit. Terlebih karena kebanyakan orang tak siap menghadapi situasi darurat yang sangat berkepanjangan seperti saat ini.

Sulitnya situasi tentu juga dialami di sektor pendidikan. Ketika anak-anak sekolah mau tak mau harus diliburkan panjang. Imbasnya tentu ke mana-mana. Kita sebagai orang tua tentu merasakannya. Dari mulai harus menyediakan perangkat elektronik sebagai penunjang pembelajaran jarak jauh semacam laptop, komputer PC, atau ponsel. Menyediakan wifi atau kuota internet. Meluangkan waktu menemani mengajari anak belajar sampai menyiapkan stok kesabaran ekstra agar semua anggota keluarga tetap bisa waras.

Sekolah online atau pembelajaran jarak jauh atau apapun namanya tentu sebuah keadaan yang dulu tak pernah dibayangkan masyarakat pada umumnya. Namun kondisi darurat membuat kita semua harus bisa menerimanya. Dan jangan dikira sekolah online yang saat ini sedang kita jalani hanya membebani para orang tua. Karena para guru dan anak sendiri juga merupakan korban dari kondisi yang ada saat ini.

Seperti kebanyakan orang, tadinya saya juga mengeluh mendampingi anak belajar di rumah. Saya menggerutu karena merasa kerepotan ketika harus selalu standby setiap hari menemani anak belajar online. Padahal saya "hanya" ibu rumah tangga. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana lebih repotnya lagi bagi orang tua yang juga masih harus bekerja kantoran.  

Saat itu saya sempat merasa gurunya "keenakan", hanya tinggal memberi materi tanpa mau tahu muridnya paham atau tidak. Karena orang tua lah yang harus ketiban "pulung" menjelaskan materi pelajaran pada anak bila anak tak paham dengan buku atau video ajar yang dikirimkan guru.

Apalagi si bungsu anak perempuan saya yang kebetulan bersekolah di SD swasta tetap harus membayar SPP full tanpa pengurangan, padahal hanya belajar di rumah. Mulanya saya merasa tak adil. Tapi bersama berjalannya waktu saya pun menyadari kesulitan ini tak hanya dirasakan saya sebagai orang tua. 

Para guru pun mengalaminya. Di era pandemi dan belajar online menjadi sebuah budaya baru, para guru akhirnya dituntut untuk harus lebih melek teknologi. Saya melihat bagaimana guru kelas anak saya harus bersusah payah belajar lagi membuat video-video materi pembelajaran untuk siswa-siswanya. Belum lagi video-videonya yang harus dikemas semenarik mungkin agar siswa tak bosan dan bisa cepat memahami materi pelajaran.

Bagi guru-guru muda yang masih enerjik, masih punya kemampuan untuk belajar hal-hal baru mungkin tak terlalu menjadi masalah. Tapi bagaimana dengan guru-guru sepuh yang sudah berusia lanjut yang hanya tinggal menunggu pensiun? Situasi seperti ini tentu lebih menambah beban bagi mereka. Ketika mereka dituntut tak hanya harus bisa menyampaikan materi pelajaran, tapi juga harus menguasai teknologi internet.

Dan kesulitan ini benar terjadi pada guru-guru anak saya yang sulung. Si sulung yang kini di bangku SMA, bahkan pernah sampai emosi ketika berhadapan dengan seorang gurunya yang sudah cukup senior. Ketika si sulung harus sampai empat kali mengulang mengirim tugas ke gurunya yang ternyata gaptek. Semua kejadian itu menyadarkan saya kalau situasi saat ini memang berat bagi kita semua. Bagi orang tua, guru, juga anak-anak.

Bagi anak-anak, sekolah online atau pembelajaran jarak jauh pada mulanya pasti menyenangkan. Di awal pandemi ketika sekolah mulai diliburkan, kedua anak saya sempat berteriak kegirangan. Tadinya mereka pikir dua pekan pertama sekolah di rumah adalah liburan tambahan yang bisa mereka gunakan semaunya. Ketika pemerintah mengumumkan dua pekan tambahan lagi sekolah di rumah pun mereka masih belum mengeluh.



Tapi ketika sampai usai Idul Fitri ternyata masih harus bersekolah di rumah, rona kecewa jelas terlihat di wajah mereka. Terutama bagi anak saya yang kecil. Belajar online bagi anak usia SD terlebih dengan karakter ekstrovert seperti gadis kecil saya, terasa sangat menyiksa. Saya tahu pasti soal itu.

Bagaimana tersiksanya dia menghadapi pandemi saat ini. Di rumah dia saya larang keras bermain dengan anak tetangga mengingat komplek perumahan kami termasuk zona merah, sekolah pun tidak memungkinkan. Padahal selama ini gadis kecil saya termasuk yang "cinta" sekolah. Sekolah bagi dia bukan cuma tempat belajar tapi juga tempat bermain, bertemu teman, bercanda, dan bersosialisasi.

Secara psikologis saya melihat tekanan lebih terasa pada anak bungsu saya ketimbang yang sulung. Bagi si bungsu, pembelajaran jarak jauh benar-benar seperti meneror mentalnya. Di tengah kejenuhan yang luar biasa dia tetap harus dibebani materi-materi pelajaran yang dikirimkan gurunya setiap hari. Belum lagi tekanan yang secara tak sadar juga saya berikan agar dia tetap bisa mempertahankan nilai-nilai pelajarannya.

Puncak kejenuhannya mungkin terlihat seperti pada saat sebelum kenaikan kelas kemarin. Gadis kecil saya bahkan pernah mogok selama satu pekan tak mau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sekolah. Dia benar-benar tak mau menyentuh buku atau membuka video pembelajaran yang dikirimkan gurunya. Benar-benar situasi yang bisa dibilang membuat tensi emosi saya naik.

Sudah di ujung tahun pelajaran. Menjelang ulangan akhir semester si bungsu sempat pula berulah seperti itu. Dan endingnya pun bisa ditebak. Nilai-nilai rapornya menurun tajam. Marah dan kecewa pasti saya rasakan. Untungnya, suami saya bisa melihat permasalahan dengan lebih jernih. Dia selalu mengingatkan saya untuk sabar dan mencoba memahami kondisi yang dialami si bungsu.

Dari situlah saya mulai introspeksi diri, mencoba menata ulang ritme hidup yang kami jalani. Mencoba menyesuaikan lagi dengan kondisi yang ada. Ibaratnya saya akhirnya mencoba merestart ulang hidup kami.

Dari kasus mogoknya putri kecil saya itu, akhirnya saya membuat kesimpulan poin-poin kecil tips mendidik anak yang harus saya lakukan di saat pandemi.

* Bersabar
* Tidak kaku pada jadwal yang ada
* Menurunkan ekspektasi pada anak dan pada diri sendiri agar tak selalu menuntut semua hal berjalan dengan sempurna.
* Tetap beri anak kesempatan menyelesaikan tugas-tugasnya sendiri. Orang tua cukup memantau hasil kerjanya kecuali bila ada materi yang anak sangat kesulitan baru diajari. Jangan sampai orang tua yang mengambil alih mengerjakan tugas-tugas anak.
* Berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan guru dan pihak sekolah untuk mengkomunikasikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak dan orang tua selama pembelajaran jarak jauh diterapkan.

Sungguh sekolah online atau pembelajaran jarak jauh menjadi tantangan besar bagi kita semua. Di tengah ekonomi yang menghimpit, para orang tua diberi beban tambahan mendampingi anak belajar di rumah menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. 

Bagi yang anaknya sudah di sekolah lanjutan mungkin tak terlalu terasa karena mayoritas anak sudah lebih mandiri. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi orang tua yang anak-anaknya masih di bangku sekolah dasar. 

Tapi apa mau dikata, keadaannya memang sedang seperti ini. Selain bersabar, pasrah pada Yang Maha Kuasa adalah satu-satunya jalan agar kita bisa tetap waras menghadapi pandemi yang belum jelas kapan berakhirnya. Karena saya yakin selalu ada hikmah di balik musibah.

(Dinar K Dewi)

Si bungsu yang bete saat pembelajaran jarak jauh. M ata Dita, putri kecil saya tiba-tiba bersinar mendengar ayahnya membacakan berita dari s...
Menulis Indonesia 21 Des 2020
Jedadulu

Cara Baru Cari Kerja Gak Ribet

Bagi para pencari kerja, sekarang tak perlu terlalu galau mencari lowongan kerja (loker). Gak perlu bersusah payah keliling masuk satu kantor ke kantor lain, tanya satpam atau resepsionis, ada nggak lowongan kerja. Nggak perlu ngantre berjubel di pameran atau bursa kerja. Nggak perlu juga melototin iklan baris di koran untuk nyari lowongan kerja (yang ini mah jadul banget). Terus gimana caranya?

Sebenarnya, permasalahan mencari kerja hingga kini tetap gampang-gampang susah. Apalagi di saat pandemi corona seperti sekarang ini. Persaingan mencari pekerjaan cenderung meningkat. Para lulusan baru harus bersaing dengan tenaga-tenaga kerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dampak dari pandemi.

Angka pencari kerja dan lowongan kerja yang tidak sebanding menjadikan persaingan kerja semakin tinggi. Namun demikian, jangan patah arang, tetaplah selalu bersemangat dan optimistis. Banyak jalan menuju Roma. Berusahalah melamar pekerjaan tidak hanya pada satu perusahaan.

Namun yang perlu dicatat, pelamar harus jeli dalam melihat lowongan pekerjaan karena saat ini banyak ditemui loker bodong berisi penipuan. Para pencari kerja perlu cermat dan teliti untuk mencari informasi melalui internet dari website-website penyedia informasi lowongan kerja. 

 
 
Bisa dibilang, mendapatkan pekerjaan baru merupakan hal yang susah-susah gampang. Gampang karena sekarang informasi mengenai lowongan pekerjaan sudah semakin mudah. Susah lantaran diperlukan strategi khusus untuk mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan.

Walaupun tidak gampang, di era serbadigital, mencari informasi loker di internet alias dunia maya dapat menjadi langkah termudah untuk dilakukan. Ada banyak situs pencarian kerja atau situs resmi perusahaan yang dapat ditelusuri. Dari sana, pelamar akan mendapatkan banyak informasi mengenai loker.

Terkadang meski lowongan kerja ada di mana-mana, tetap saja rasanya sulit mendapatkan yang tepat. Agar tak terus terjebak dengan kondisi ini, pelamar kerja perlu paham apa saja cara baru cari kerja yang paling efektif.

Dulu, seperti tulisan yang di atas, pencari kerja perlu ke sana-ke mari untuk melamar pekerjaan. Mulai dari walk-in interview, sampai dengan menyebarkan surat lamaran ke beberapa perusahaan. Nah, sekarang ada cara baru untuk mencari kerja dan yang jelas nggak pakai ribet.

Begini cara mencari kerja saat ini


Cara yang sering digunakan akhir-akhir ini di antaranya adalah melalui situs job portal dan situs talent marketplace. Dua-duanya sama-sama menggunakan internet, tapi ada perbedaan yang signifikan.

- Job Portal

Job portal atau career portal merupakan salah satu cara konvensional atau yang umum bagi pencari kerja dan perusahaan untuk mendapatkan karyawan. Di situs ini terdapat beberapa informasi, seperti lowongan pekerjaan, keterangan deskripsi pekerjaan, informasi mengenai perusahaan, hingga kontak email dan nomor telepon perusahaan tersebut.

Pencari kerja bisa langsung melamar pekerjaan melalui job portal tersebut, atau langsung mengirimkan surat lamaran dan CV melalui email yang tertera di kontak perusahaan. Meski bebas ingin melamar ke perusahaan yang mana, sayangnya beberapa kandidat justru terjebak ke dalam lowongan kerja palsu.

Cara ini pun tidak menjamin para pencari kerja akan mudah dan cepat dalam mendapatkan pekerjaan baru. Terlebih lagi, saingan yang banyak, dan proses mencari kerja yang menyusahkan karena pelamar mungkin harus apply ke banyak perusahaan untuk mendapatkan satu perusahaan yang cocok.

Setelah melamar ke beberapa perusahaan di job portal, umumnya tidak ada notifikasi atau pemberitahuan mengenai sejauh mana proses aplikasi si pelamar. Sehingga mungkin hal ini akan cukup membingungkan.

Selain itu, meski beberapa job portal tidak berbayar, jika ingin mendapatkan pekerjaan terbaik dan pelayanan terbaik, pelamar tetap perlu berpindah ke premium yang tentunya berbayar.

- Talent Marketplace

Berbeda dengan job portal, talent marketplace adalah wadah bagi perusahaan untuk mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan kecanggihan data science yang dimiliki oleh talent marketplace, dapat memudahkan perusahaan untuk menemukan kandidat yang cocok. Si pencari kerja juga akan dengan mudah menemukan perusahaan yang cocok.

Melalui situs talent marketplace, pencari kerja tidak perlu susah payah melamar ke sana-kemari, atau bahkan takut terjebak oleh lowongan kerja palsu. Pasalnya, di situs talent marketplace, baik perusahaan maupun talent akan melalui proses verifikasi terlebih dahulu. Sehingga pelamar tidak perlu khawatir ketika mendapatkan panggilan interview melalui situs talent marketplace ini.

Selain tak perlu melamar ke sana-kemari, talent marketplace umumnya tidak memungut sepeser pun biaya kepada talent-nya. Jadi, pelamar juga tidak perlu lagi berpindah ke premium untuk mendapatkan pekerjaan terbaik dan dilirik oleh perusahaan.

Tertarik bekerja di startup unicorn? Mendaftarkan diri di situs talent marketplace bisa menjadi salah satu langkah awal yang efektif. Kenapa? Karena umumnya, perusahaan-perusahaan unicorn ini telah mempercayai jasa talent marketplace untuk mendapatkan kandidat terbaik.

 


Salah satu contoh talent marketplace adalah Ekrut yang sudah mengusung konsep berbasis data science. Dengan konsep ini, perusahaan akan lebih mudah mendapatkan kandidat, Ekrut akan menghubungkan pelamar dengan perusahaan yang cocok.

Lalu, apakah keuntungan lain yang akan didapatkan setelah mendaftar di Ekrut? Dan bagaimana cara kerjanya? Berikut ini penjelasan lengkap yang perlu diketahui para pelamar.

Cara kerja Ekrut termasuk sederhana, mudah, dan sangat membantu dalam mendapatkan pekerjaan. Cukup dengan melakukan beberapa langkah mudah, antara lain seperti mendaftarkan diri menggunakan akun LinkedIn, kemudian mengisi profil.

 

Berikut langkah dan cara kerja Ekrut:

1. Masuk ke halaman sign-up Ekrut, daftarkan diri Anda, dan isi profil.

Ada banyak perusahaan berkualitas yang mencari keahlian pencari kerja. Jadi, isilah profil, dan cantumkan kemampuan. Buatlah kesan yang menarik yang membuat perekrut antusias untuk memberikan kesempatan interview. Ekrut memiliki kecanggihan data science yang akan lebih mudah bagi kandidat untuk ditemukan oleh perusahaan yang cocok.

2. Perekrut dari berbagai perusahaan akan aktif mencari kandidat.

Semua perusahaan yang bergabung dengan Ekrut sudah melalui proses verifikasi terlebih dahulu, jadi pelamar tidak perlu khawatir akan terjebak oleh lowongan kerja palsu di satu perusahaan. Bahkan, perusahaan yang bergabung dengan Ekrut juga termasuk perusahaan yang mungkin namanya sudah tenar sebelumnya. Misalnya, Traveloka, JD.id, IDN Media, Toshiba, Kalbe Farma, Kopi Kenangan, Tokopedia, Inspigo, Mid Trans, Fave, dan MyRepublic.

3.  Mendapatkan kerja tanpa melamar.

Di sinilah uniknya Ekrut, perekrut dari berbagai perusahaan akan mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi, pelamar tidak perlu lagi apply ke sana-ke mari menyebar CV. Cukup dengan mendaftarkan diri dengan menggunakan akun LinkedIn di halaman sign-up Ekrut, dan melengkapi profil. Maka, tawaran yang akan datang.

4. Panggilan interview.

Pelamar juga tidak perlu khawatir akan kehilangan kesempatan interview karena tidak membaca email, atau email yang ditunggu-tunggu justru masuk ke spam. Karena pihak Ekrut akan menelpon dan memastikan pelamar sudah membaca email panggilan interview. Pelamar tidak akan kehilangan kesempatan yang ditunggu-tunggu.

4. Gratis!
Inilah yang paling asyik. Agar lebih dilirik oleh perusahaan terbaik, sebagian job portal mungkin akan menawarkan pelamar untuk berpindah ke akun premium. Namun tidak begitu dengan Ekrut. Cukup mendaftarkan diri secara gratis, peluang pelamar akan tetap terbuka lebar.

5. Bisa dapat uang lebih.
Jangan lewatkan fitur Refer Friend ya. Pelamar bisa mendapat uang hanya dengan mengundang teman bergabung di platform ini. Masukkan nama, nomor ponsel, dan alamat email teman yang ingin diajak bergabung. Kalo si teman suatu hari mendapat pekerjaan via Ekrut, maka yang mengajak bergabung akan mendapat poin yang bisa ditukar dengan uang tunai hingga jutaan rupiah. Asyik kan?

Sekarang, semestinya para pencari atau pelamar kerja paham ada cara baru cari kerja yang gak ribet. Tapi, sekali lagi perlu diingat, tantangan pencarian kerja di era kini pun tidak lebih mudah. Tawaran memang makin melimpah, tapi apakah mendapatkannya juga akan semakin mudah? Agaknya Ekrut telah menjawab tantangan cara baru pencarian kerja dengan memberi pelamar lebih banyak peluang untuk dapat ditemukan.

Intinya, platform ini menawarkan penggunaan yang powerfull, sederhana, dan mudah. Pelamar akan menghemat waktu, tenaga, dan uang lantaran tidak perlu membayar sedikitpun. Benar-benar nggak ribet. Yuuks, bagi yang sedang mencari kerja, silakan samperin dan gabung ke situsnya.


(Dinar K Dewi)

B agi para pencari kerja, sekarang tak perlu terlalu galau mencari lowongan kerja (loker). Gak perlu bersusah payah keliling masuk satu kant...
Menulis Indonesia 15 Des 2020
Jedadulu

Ini Area yang Perlu Diwaspadai Saat Menginap di Hotel

Kamar Hotel (Pixabay)
 

Para pebisnis hotel dan penginapan mulai bergegas menerapkan protokol kesehatan, termasuk pembersihan dan sanitasi, sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah virus corona sebagai sebuah pandemi yang mengancam seluruh dunia. Pebisni hotel bahkan membawa konsultan ahli untuk memasang stasiun pembersih tangan dan penghalang kaca plexiglass di meja depan, serta meminta tamu dan staf untuk memakai masker wajah.

Namun demikian, tetap diperlukan kerja sama antara pihak hotel dan para tamu atau wisatawan dalam mencegah penyebaran virus. Tak ada salahnya tamu atau wisatawan juga mewaspadai dan mengantisipasi penyebaran virus secara mandiri.

Berikut saran dari Nahid Bhadelia, direktur medis unit patogen khusus di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, yang dikutip di Washington Post, Senin, 14 Desember 2020, tentang hal-hal yang patut diwaspadai tamu selama menginap di hotel di masa pandemi.

- Membersihkan permukaan di kamar dan fasilitas karena setiap kali tidak diketahui siapa yang terakhir menggunakannya. Beberapa tempat yang berada di bawah tanggung jawab pengunjung setelah check-in adalah memastikan kesterilan diri sendiri dengan membersihkan barang-barang yang sekiranya akan disentuh.

- Wisatawan harus melihat-lihat ruangan dan mempertimbangkan semua permukaan yang akan disentuh selama menginap. Selain membersihkan titik-titik yang terlihat jelas seperti remote control, jam alarm, dan telepon. Ada juga yang kadang mudah terlewatkan, termasuk gagang kabinet dan laci, kenop pintu dan kunci pintu, saklar lampu, permukaan meja, serta buklet dan brosur informasi.

- Pertimbangkan hal-hal yang dimiliki dan yang terus disentuh saat menyentuh lingkungan sekitar, seperti ponsel.

- Para tamu disarankan untuk membersihkan titik kontak kamar menggunakan tisu desinfektan dengan alkohol 70 persen.

- Para tamu juga disarankan agar bepergian dengan membawa botol air dan mug pribadi untuk menghindari penggunaan peralatan gelas yang berpotensi terinfeksi.

- Tips yang sama juga berlaku untuk membersihkan kamar mandi hotel. Mulai dari membersihkan permukaan, keran, dan gagang sebelum digunakan. Pengunjung sebaiknya menyimpan perlengkapan mandi dalam tas pribadi daripada meletakkannya di atas handuk hotel.

- Menggunakan ruangan kebugaran (gym) dan kolam renang hotel selama masa pandemi sangatlah berisiko. Alternatif mudah untuk menjaga kebugaran tubuh adalah berolahraga di kamar atau jogging di pelataran hotel.

- Tak ada bukti bahwa Covid-19 dapat menyebar ke manusia melalui penggunaan air rekreasi, seperti danau, lautan, dan kolam renang umum dan taman air yang dirawat dengan baik secara kimiawi. Jika memang menggunakan kolam renang hotel atau bak mandi air panas, lakukan latihan jarak sosial selama berendam, kenakan masker di luar dan di sekitarnya, dan berhati-hatilah saat menyentuh permukaan umum.

- Area lain yang perlu diperhatikan adalah restoran hotel. Para tamu disarankan untuk menghindari peralatan penyajian publik di buffet. Bagi yang pergi ke restoran dan ingin memastikan tingkat kebersihan tertentu, disarankan untuk menyeka peralatan makan dengan tisu sebelum digunakan.

(nnn)

Kamar Hotel (Pixabay)   P ara pebisnis hotel dan penginapan mulai bergegas menerapkan protokol kesehatan, termasuk pembersihan dan sanitasi,...
Menulis Indonesia 14 Des 2020
Jedadulu

Bunda, Kapan Pandemi Corona Selesai?

Aktivitas anak-anak di rumah selama pandemi corona (foto: jedadulu.com)


 
"Bunda, kapan corona selesai?" pertanyaan si bungsu ini pada Maret 2020 lalu awalnya saya tanggapi dengan santai. Saya selalu menjawab si bungsu dengan jawaban yang selalu sama, "Semoga aja minggu depan ya Dik."

Mulanya si bungsu yang duduk di bangku kelas 4 SD dan kakaknya yang baru masuk SMA, senang mendengar jawaban saya, lantaran itu berarti masih belajar di rumah alias tak perlu ke sekolah seminggu lagi.

Seminggu berlalu. Dua minggu berlalu. Bahkan berminggu-minggu, ternyata pandemi corona alias Covid-19 belum juga usai.

Anak-anak tak lagi merasa senang belajar di rumah yang awalnya menurut mereka seperti liburan panjang. Rasa bosan dan jenuh pun mulai menghinggapi mereka, terutama si bungsu karena sudah berbulan-bulan tak belajar dan bermain di sekolah. Ia sangat kangen dengan teman-teman dan gurunya di sekolah. 

Sehari-hari anak-anak hanya berkutat di dalam rumah. Sesekali keduanya hanya keluar sebentar untuk bersepeda di sekitar rumah. Si bungsu tentu saja masih rewel meski beragam aktivitas variatif di dalam rumah sering kami jalankan, seperti berkebun, merawat ikan hias, menonton film, dan main games.

"Bunda, kapan corona selesai?" begitu pertanyaan yang masih saja sama dari si bungsu awal Desember 2020 ini. Kali ini saya tak bisa menjawabnya dengan pasti. "Sabar ya Dik," hanya itu kalimat yang bisa saya lontarkan pada si bungsu.

Tak terasa masa pandemi Covid-19 sudah berjalan hampir setahun, namun belum terlihat tanda-tanda akan segera berakhir. Walau katanya vaksin sudah tersedia, tapi keefektifannya masih meragukan, itu menurut saya loh. Bagi saya pribadi, pandemi ini sangat mencekam. Seperti berlari marathon yang belum terlihat garis finis-nya.
 

Selain untuk olah raga, bersepeda bisa sedikit menghilangkan kejenuhan selama pandemi.
 

Di awal-awal pandemi, sebenarnya saya masih termasuk santai dalam menyikapinya. Masih antara yakin ada dan tiada tentang keberadaan virus yang mematikan itu. Tapi ketika semakin hari semakin banyak orang-orang di sekeliling saya yang terpapar termasuk tetangga dan rekan-rekan kerja sekantor suami, mau tak mau membuat naluri kewaspadaan saya sebagai seorang ibu jadi meningkat. Mungkin bisa dibilang ketika banyak orang mulai kendor, saya justru semakin paranoid menghadapi virus yang ganas dan gampang menular ini.
 
Bagaimana tidak, saya tahu sendiri ketika ibu salah seorang teman saya tak sengaja tertular dari salah satu anaknya dan harus dirawat intensif sendirian tanpa ada yang bisa menemani. Atau ketika ayah salah seorang teman saya yang lainnya harus gugur selang tiga hari setelah dinyatakan positip Covid-19. Atau saat anak salah seorang teman saya harus pergi selamanya di usia yang sangat belia, 16 tahun, juga karena virus ini. Benar-benar cukup menjadi pemicu kekhawatiran saya terhadap virus tersebut.
 
Pasalnya, keluarga kecil saya termasuk yang memiliki faktor komorbid, sehingga bisa menjadi fatal bila sampai terjangkit virus corona. Saya dan putera sulung saya mengidap penyakit asma. Begitu pula dengan suami yang belum lama sembuh dari pneumonia.
 
Bukannya melemah, bisa dibilang saya justru semakin berupaya ketat menjaga kesehatan kami sekeluarga selama pandemi. Saya tak peduli ketika melihat tempat-tempat wisata yang kembali dibuka semakin ramai di saat musim liburan panjang. Walau si bungsu masih kerap merengek bosan di rumah dan meminta rekreasi. Rasanya, saya akan tetap bergeming untuk tidak berpelesiran ke mana-mana selama pandemi masih mengancam.
 
Bagi saya mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Menghindari kerumunan, menjaga jarak dengan orang lain, konsisten bermasker bila keluar rumah, rajin mencuci tangan, merupakan upaya preventif yang saya terapkan dan selalu saya wanti-wanti pada suami dan kedua buah hati saya.
 
Tak cukup sampai di situ, asupan gizi pun menjadi prioritas yang sangat saya utamakan. Karena walau bagaimanapun imun tubuh sangat berperan penting dalam perang melawan virus corona ini. Selain memperbanyak makan-makanan bergizi tinggi, sehari-hari saya juga rutin memberikan jamu-jamuan tradisional yang berasal dari rempah-rempah untuk menjaga daya tahan tubuh. Seperti jahe, beras kencur, dan kunyit asam.
 
Beberapa bulan belakangan, saya kerap membuat jamu-jamuan tersebut dan saya simpan di botol-botol di dalam kulkas. Tapi lama-kelamaan, saya merasa kerepotan juga menyiapkan semua jamu-jamuan itu setiap hari. Karena kebetulan jarak antara rumah saya dan pasar tradisional terdekat lumayan agak jauh. Sehingga membuat saya cukup kesulitan memperoleh bahan-bahan pembuat jamu. Tapi untunglah, secara tak sengaja ketika hendak membeli susu, saya melihat sebuah produk minuman herbal di sebuah minimarket dekat rumah.
 

Sebagian stok produk dari Herbadrink di rumah kami
 

Namanya Herbadrink, yang terbuat dari bahan-bahan alami dan tanpa bahan pengawet sehingga aman untuk dikonsumsi setiap hari. Herbadrink diproduksi oleh Konimex yang sudah tak perlu diragukan lagi kapasitas dan reputasinya sebagai produsen obat-obatan. Konimex percaya, bahan-bahan rempah itu bisa menjadi alternatif bagi masyarakat modern dalam menjaga kesehatan tubuh. Oleh karena itu Konimex melakukan penelitian dan pengembangan produk kesehatan yang berbasis bahan-bahan alami hingga lahirlah Herbadrink.

Selain praktis, karena hanya tinggal seduh, Herbadrink juga memiliki komposisi rasa yang pas dilidah orang-orang Indonesia, termasuk kami sekeluarga. Ada beras kencur, temulawak, kunyit asem, sari jahe, kunyit asem sirih plus madu, dan chrysanthemum.

Adapun saya dan suami merasa cocok dengan rasa wedang uwuhnya dan anak-anak kebetulan suka dengan sari jahenya. "Jamunya bahkan lebih enak daripada bikinan bunda," begitu seloroh si bungsu yang biasanya agak susah kalau disuruh minum jamu. 

 

Asyik menyeduh wedang uwuh

 

Hmm sekarang kekhawatiran saya selama pandemi kian berkurang setelah kami sekeluarga rajin mengonsumsi Herbadrink untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Tinggal mengupayakan agar anak-anak dan juga suami nyaman dan betah meski beraktivitas di dalam rumah.

Agaknya ini sudah tak terlalu sulit karena selama pandemi, si bungsu mulai punya kegemaran baru, membaca buku-buku komik. Sementara, si sulung punya kesibukan sendiri yakni menulis novel pertamanya di laptop barunya. 

Walau, tetap saja sesekali si bungsu masih bertanya, "Bunda, kapan corona selesai?"

(Dinar K Dewi)

Aktivitas anak-anak di rumah selama pandemi corona (foto: jedadulu.com)   "B unda, kapan corona selesai?" pertanyaan si bungsu ini...
Menulis Indonesia 11 Des 2020
Jedadulu

Belanja Aneh Messi, CR7, Hingga Tyson

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo (Foto: Republika)

Sudah menjadi rahasia umum, olahraga merupakan industri penghasil uang. Para atlet meraup jutaan dollar AS, tidak hanya dari gaji yang mencengangkan, tetapi juga melalui beberapa sokongan pundi lainnya, seperti dari bisnis dan bahkan postingan media sosial.

Beberapa superstar dalam bidang olahraga biasanya membeli rumah-rumah berteknologi tinggi atau mobil mewah, namun ada juga atlet yang membeli barang-barang yang mungkin tidak diharapkan para penggemar untuk dibeli oleh sang idola.

Berikut belanja paling aneh dan mengejutkan dari beberapa atlet terkenal.

1. Cristiano Ronaldo (memesan patung lilin dirinya sendiri)


Pesepak bola miliarder pertama dan satu-satunya di dunia, Cristiano Ronaldo, mungkin bisa membeli apapun yang ia inginkan. Kala melihat patung lilinnya di Museum Lilin Madrid, pesepak bola berjulukan CR7 itu memutuskan untuk membuat patung lilin dirinya sendiri. Superstar Portugal itu kemudian menyewa artis Michael Wade untuk membuat replikanya seharga 31 ribu dollar AS atau Rp 438 juta. Perbedaan patung itu dengan dirinya hanya ada pada seragam dan sepatu. Itulah salah satu cara ia mencintai diri sendiri.

2. Lionel Messi (membeli rumah tetangganya yang berisik)


Pesepak bola terbaik dunia selama enam kali, Lionel Messi, memperluas perkebunannya di Castelldefels, Spanyol, pada 2013, hanya untuk mencari kedamaian dan ketenangan. Menurut mantan rekan setimnya, Ivan Rakitic, superstar Argentina itu memilih untuk membeli properti tetangganya karena si tetangga menyewakan beberapa kamar kepada sekelompok orang asing yang sering berisik dan membuat gaduh.

3. Mike Tyson (memiliki tiga harimau putih)

Di masa jayanya, Mike Tyson bukan hanya raja di ring tinju tetapi juga ‘Raja Macan’ di kehidupan nyata. Dia memiliki tiga harimau putih yang kabarnya dibeli dengan harga masing-masing 70 ribu dollar AS atau sekira Rp 990 juta. Mantan juara tinju kelas berat itu akhirnya harus menyerah setelah lebih dari satu dekade menyadari betapa riskannya sang harimau putih. Sejak itu, ia menukar kucing hutan itu dengan anjing pudel.

4. Roger Federer (membeli bus Mercedes tahun 1960-an)


Atlet dengan bayaran tertinggi di dunia pada 2020 ini tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan. Bagaimanapun, ia telah mengungkapkan beberapa rencana pensiunnya untuk masa depan. Federer berbagi dengan surat kabar Swiss Neue Z├╝rcher Zeitung bahwa dia telah membeli sebuah bus tua dari tahun 1960-an untuk dipakai berkeliling Eropa ketika ia menggantung sepatu tenisnya nanti. Karena jadwalnya yang padat, juara grand slam 20 kali itu belum sempat menjelajahi negara-negara tempatnya berlaga.

5. LeBron James (membeli rumah bermain besar untuk putrinya)


Meskipun sebagian besar ayah biasanya memberi putrinya rumah boneka barbie pada ulang tahun si anak, LeBron James memiliki sesuatu yang lebih mengesankan. Peraih empat kali penghargaan pebasket terbaik NBA Most Valuable Player itu membangun rumah bermain seukuran aslinya untuk anaknya yang berusia enam tahun, Zhuri. Rumah bermain itu tampak seperti versi mini dari rumah yang bernilai 23 juta dollar AS atau sekitar Rp 325 milliar di Los Angeles. Amerika Serkat. Rumah bermain itu terletak di salah satu sudut halaman belakang keluarga, dilengkapi dengan dapur, ruang makan, dan ruang belajar.

(nnn)

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo (Foto: Republika) S udah menjadi rahasia umum, olahraga merupakan industri penghasil uang. Para atlet mer...
Menulis Indonesia 6 Des 2020
Jedadulu

Mobil Jarang Dipakai, Perhatikan Ini

Menjaga kesehatan tubuh saat pandemi corona alias Covid-19 masih berlangsung hingga Desember 2020 ini, sangatlah penting. Namun jangan sampai lupa, perhatikan juga kesehatan mobil kesayangan Anda. Apalagi jika kini Anda lebih sering memarkir mobil kesayangan di rumah dalam jangka waktu yang lama.

Meski jarang dipakai, kendaraan Anda tetap membutuhkan perawatan agar kondisinya selalu optimal ketika dibutuhkan. Jangan beranggapan bahwa mobil tidak akan rusak jika tidak dipakai dalam waktu lama. Anggapan ini justru salah karena mobil yang dibiarkan menganggur selama berpekan-pekan berpotensi menimbulkan masalah baru pada komponen-komponen penting mobil.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, silakan simak beberapa komponen mobil yang paling berpeluang rusak saat jarang dipakai supaya tahu cara pencegahannya lebih dini.

- Komponen kelistrikan
Risiko pertama adalah pada komponen kelistrikan tepatnya pada aki. Ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan. Mobil akan menjadi sulit dinyalakan karena adanya penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya ini berbeda-beda kondisinya, tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki, maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik. Agar kondisi aki tetap prima, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.

- Posisi transmisi dan rem tangan

Untuk keamanan, pastikan mengaktifkan rem tangan sekalipun parkir pada bidang jalan yang rata. Kemudian, untuk mobil transmisi matik, pastikan posisi transmisi berada di posisi P (parking) untuk mencegah mobil bergerak saat parkir.

- Tekanan angin ban

Sebaiknya menggerakan mobilnya maju mundur atau keliling di sekitar komplek sepekan sekali. Hal ini dilakukan agar beban pada kendaraan di permukaan bidang ban dapat bertumpu secara merata sehingga kerusakan ban akibat deformasi bisa dicegah.

- AC Mobil

AC mobil yang jarang digunakan tidaklah akan menjadi lebih awet, ditambah AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersirkulasi, hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil. Disarankan agar rutin memanaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal sepekan sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan adanya sirkulasi udara pada kabin mobil.

- Posisi lokasi parkir

Dianjurkan untuk memarkirkan kendaraan di dalam garasi. Pasalnya, cuaca panas memiliki dampak buruk bagi mobil. Selain bisa membuat warna eksterior menjadi cepat pudar, terlalu sering parkir di luar garasi bisa merusak bagian interior.

(nnn)

M enjaga kesehatan tubuh saat pandemi corona alias Covid-19 masih berlangsung hingga Desember 2020 ini, sangatlah penting. Namun jangan samp...
Menulis Indonesia 5 Des 2020