Mobil Jarang Dipakai, Perhatikan Ini

Menjaga kesehatan tubuh saat pandemi corona alias Covid-19 masih berlangsung hingga Desember 2020 ini, sangatlah penting. Namun jangan sampai lupa, perhatikan juga kesehatan mobil kesayangan Anda. Apalagi jika kini Anda lebih sering memarkir mobil kesayangan di rumah dalam jangka waktu yang lama.

Meski jarang dipakai, kendaraan Anda tetap membutuhkan perawatan agar kondisinya selalu optimal ketika dibutuhkan. Jangan beranggapan bahwa mobil tidak akan rusak jika tidak dipakai dalam waktu lama. Anggapan ini justru salah karena mobil yang dibiarkan menganggur selama berpekan-pekan berpotensi menimbulkan masalah baru pada komponen-komponen penting mobil.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, silakan simak beberapa komponen mobil yang paling berpeluang rusak saat jarang dipakai supaya tahu cara pencegahannya lebih dini.

- Komponen kelistrikan
Risiko pertama adalah pada komponen kelistrikan tepatnya pada aki. Ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan. Mobil akan menjadi sulit dinyalakan karena adanya penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya ini berbeda-beda kondisinya, tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki, maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik. Agar kondisi aki tetap prima, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.

- Posisi transmisi dan rem tangan

Untuk keamanan, pastikan mengaktifkan rem tangan sekalipun parkir pada bidang jalan yang rata. Kemudian, untuk mobil transmisi matik, pastikan posisi transmisi berada di posisi P (parking) untuk mencegah mobil bergerak saat parkir.

- Tekanan angin ban

Sebaiknya menggerakan mobilnya maju mundur atau keliling di sekitar komplek sepekan sekali. Hal ini dilakukan agar beban pada kendaraan di permukaan bidang ban dapat bertumpu secara merata sehingga kerusakan ban akibat deformasi bisa dicegah.

- AC Mobil

AC mobil yang jarang digunakan tidaklah akan menjadi lebih awet, ditambah AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersirkulasi, hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil. Disarankan agar rutin memanaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal sepekan sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan adanya sirkulasi udara pada kabin mobil.

- Posisi lokasi parkir

Dianjurkan untuk memarkirkan kendaraan di dalam garasi. Pasalnya, cuaca panas memiliki dampak buruk bagi mobil. Selain bisa membuat warna eksterior menjadi cepat pudar, terlalu sering parkir di luar garasi bisa merusak bagian interior.

(nnn)

No comments