Karya Seni Budaya Tionghoa Bakar Kertas Raih Rp 250 Juta

- November 03, 2021
advertise here

Even After Death, The Departed Lives karya Meliantha Muliawan
2021 UOB Painting of the Year (Indonesia)
Bordir di tyvek

 

Karya seni Meliantha Muliawan yang berjudul “Even After Death, The Departed Lives Life” meraih penghargaan the 2021 United Overseas Bank Limited (UOB) Painting of the Year (Indonesia). Dalam karya seninya, perupa berusia 29 tahun dari Pontianak, Kalimantan Barat, ini mengingatkan masyarakat Indonesia akan ritual budaya Tionghoa membakar kertas “joss”.

Tradisi yang semakin terlupakan ini menjadi simbol akan bentuk penghormatan kepada para leluhur dan menjadi penanda akan adanya kehidupan dan kematian. Meliantha merupakan wanita pertama yang meraih penghargaan UOB Painting of the Year di Indonesia.

Menurut Meliantha, budaya Tionghoa yang diwariskan secara turun temurun kini semakin jarang dipraktikan. Dalam karya seninya, ia menciptakan replika porselen dan menggunakan bahan yang menyerupai kertas, seolah mengembalikan benda-benda yang pernah dimiliki nenek moyangnya sebagai upaya melestarikan tradisi budaya.

“Karya seni saya terinspirasi oleh pecahan porselen Dinasti Ming abad ke-15 yang ditemukan di Laut Jawa dan saya terima dari seorang teman. Saya pribadi mempraktikkan tradisi ‘pembakaran kertas joss’ ini sebagai upaya mengirim barang-barang material kepada kerabat saya yang telah meninggal dunia dengan harapan mereka akan mendapat manfaat dari kehidupan akhirat yang bahagia dan sejahtera. Sebagai perupa profesional, saya berharap dapat memahami dan mengingatkan orang lain mengenai akar sejarah kita," ujar Meliantha.

Melalui seni, tutur Meliantha, manusia mewariskan tradisi dan membantu melestarikan warisan budaya sebagai upaya untuk menghormati leluhur. Adalah sebuah kehormatan bagi Meliantha dapat menerima penghargaan 2021 UOB Painting of the Year (Indonesia) ini. "Saya berharap dapat mewakili Indonesia untuk bersaing dalam ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year Award di Singapura bulan depan.”

Sebagai pemenang utama kompetisi UOB Painting of the Year (Indonesia) 2021, Meliantha memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp 250 juta. Karya seninya akan dikompetisikan dengan karya seni para pemenang dari Malaysia, Singapura, dan Thailand dalam ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year Award yang akan diumumkan secara daring pada 26 November 2021 di Singapura. Ia juga berkesempatan mengikuti program residensi selama satu bulan di Fukuoka Asian Art Museum di Jepang atau di UOB Art Gallery di Shanghai, Cina.  

Karya Meliantha ini berhasil membuat kagum para juri yang terdiri dari ahli seni dan kurator ternama di Indonesia. Mereka adalah Agung Hujatnikajennong (kurator independen dan dosen Institut Teknologi Bandung), Natasha Sidharta (kolektor seni), dan Mella Jaarsma (perupa kontemporer dan pendiri Institut Seni dan Masyarakat Cemeti).

Dalam komentarnya mengenai karya seni Meliantha Muliawan, Agung Hujatnikajennong mengatakan, dengan menggunakan teknik bordirnya pada tyvec, sang perupa telah menunjukkan gerakan konseptualnya yang kuat dalam melestarikan identitas budaya serta praktik tradisional yang kini telah menjadi ritual yang langka. "Visualisasinya akan porselen dinasti kuno menjadi penanda pentingnya upaya melindungi jati diri kita, nilai-nilai, kepercayaan, serta tradisi yang memungkinkan kita memahami generasi sebelumnya dan sejarah dari mana mereka berasal,” ucapnya.

Sementara dalam kategori pendatang baru, Chrisna Fernand yang berusia 28 tahun memenangkan penghargaan 2021 UOB Most Promising Artist of the Year untuk karya seninya yang berjudul Leviathan (Raksasa). Karya seni ini menyoroti urgensi untuk mendorong Indonesia dalam mengadopsi perekonomian rendah karbon melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Pemanfaatan energi di Indonesia telah lama didominasi oleh sumber daya fosil yang menyumbang pemanasan global serta pencemaran air dan udara. Dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran akan gerakan ramah lingkungan, perupa ini menciptakan sebuah karya seni yang menjadi pengingat bahwa pemerintah dan sektor swasta perlu segera mengambil tindakan untuk merevitalisasi sektor energi dan mencapai manfaat ekonomi dan sosial yang berarti.
 
Hendra Gunawan, Presiden Direktur UOB Indonesia mengatakan, sejak tahun 2011, UOB Indonesia secara konsisten memberikan kontribusi bagi masyarakat, serta membuka pikiran dan hati melalui seni, anak-anak, dan pendidikan. Melalui ajang UOB Painting of the Year, UOB terus mendorong perupa untuk berbagi ide dan kreativitas melalui seni dan menginspirasi pemikiran kritis di tengah masyarakat.

Sejak wabah pandemi Covid-19 merebak pada 2020, UOB Indonesia telah memfasilitasi pengiriman karya seni secara digital guna memberikan kesempatan bagi peserta di seluruh Tanah Air. Tahun ini, ajang UOB Painting of the Year mengajak perupa Indonesia dan masyarakat luas untuk mengirimkan karya seni secara daring mulai 29 April hingga 7 Agustus 2021.

(nnn)

Advertisement advertise here